Lebih dari sekadar memerangi judul clickbait-y, untuk Indonesia yang lebih baik.
Lisensi & merek dagang: Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
Media perlu ganti headline 'DPR blablabla', atau 'Komisi 3 blablaba', kalau yg ngomong 1 orang anggota. Sebut aja siapa nama anggotanya yg ngomong gt atau dari partai mana
“Hingga kini, belum bisa dipastikan apakah benar itu mantan ART Ferdy Sambo. Juga belum terkonfirmasi apakah keterangan yang disampaikan itu benar adanya.”
YA TRUS KENAPA JADI ARTIKEL????
#terpopuler Kejadian getok harga kembali terjadi. Kali ini dialami oleh seorang pria yang memesan sate buntel 2 tusuk. Ternyata ia harus membayar Rp 90.000! https://t.co/imQtgisaPw
Tugas wartawan: mencari dan memverifikasi kebenaran berita, bukan mengutip siaran pers dan menjiplak isi media sosial. Dulu reporter koran berpeluh darah mengejar berita. Kini reporter media siber cukup duduk di kafe bermodal tombol Ctrl+C dan Ctrl+V. Wartawan generasi sontoloyo!
Kenapa harus pakai “pokoknya” di headline ya. Padahal cukup jelas alasannya apa.
“Kalau bisa lakukan perjalanan mulai 23 April 2022. Hindari tanggal 28-30 April 2022 yang diprediksi menjadi puncak arus mudik, untuk mencegah terjadinya kepadatan.”
Rupanya, kabar Marc Marquez ditolak rumah sakit karena tak punya BPJS hanyalah guyonan yang dijadikan meme oleh warganet.
“Oh begitu, kirain beneran,” kata Johnny lega dikutip dari Tribun Palu.
Penggunaan kata "hanya" yang tidak tepat walau ini kutipan pakar, karena kalimatnya normatif: "Indonesia harus punya ide, bagaimana solusinya. Karena sekarang hanya Indonesia yang bisa diharapkan, bisa memberikan jalan tengah (....)"
https://t.co/qTBLv2PGAM
Hanya Indonesia negara yang dinilai mampu memberikan jalan tengah untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina. Namun, ada sejumlah kendala yang bakal dihadapi. https://t.co/4Jc9QDfDG4