@flowyy_18@TaryokoL Saya setuju dengan level akumulasi kemarahan mahasiswa dan masyarakat itu terjadi karena dampak kebijakan, tapi bila konteksnya diajak berdiskusi yang muncul hanya "level emosi" anda kalah dalam argumen.
Seorang Guru Seni Rupa (Non PNS) di Sidoarjo menjadi viral karena berjualan sketsa gambar hasil tangan sendiri dengan harga sangat murah! 3 lembar sketsa hanya dijual seharga Rp1.000 dan 1 lembar yang sudah diwarnai juga dihargai Rp1.000.
Alasan beliau menjual karyanya sangat murah (Rp1.000 per 3 lembar) bener-bener bikin bangga. Beliau ingin semua anak bisa membeli dan mewarnai, terutama mereka yang nggak punya fasilitas printer di rumahnya.
via noviiseptia
@boreochoco@Ari__1689@ARSIPAJA Iya,maksudnya sistem gaya kepemimpinan otoriter.yang penting kebijakan harus ttp berjalan ntah apapun komentar negatif masyarakat
deep talk pas pacaran:
- saling berterima kasih karna sudah sama2 memperjuangkan sejauh ini
- ngomongin rencana masa depan
- ngomongin mimpi masing2
- ngomongin persiapan rencana pernikahan
- saling meyakinkan diri kita bisa menikah dan jalanin semua dari 0 bareng2
- ngomongin keuangan dan tabungan bersama
- ngomongin pemikiran2 random yg sama2 cm bisa diomongin sama pasangan enggak ke orang lain, karna kita sama2 enggak suka nge-judge
- lagi deeptalk tiba2 suka kemana2 enggak penting ngomongin film, makanan, hobi, update temen2 😆
- paling konyol lagi deeptalk terus tiba2 ribut gara2 random topik saya minta dia temenin nonton film raditya dika dia enggak mau awokwkwk
deep talk setelah nikah:
- saling berterimakasih atas perjuangan masing2
- ngomongin anak2 dan dunianya
- ngomongin luka masa lalu (inner child) kami kadang suka ke trigger ngeliat anak, karna masa kecil kami tidak semudah dia, tapi kita saling memvalidasi dan menjadikan inner child itu rasa syukur buat anak
- ngomongin hubungan pribadi berdua (tanpa bawa2 anak)
- ngomongin keresahan masing2
- ngomongin keuangan
- ngomongin love language masing2
- ngomongin bisnis masing2
- ngomongin segs
- ngomongin rencana2 kedepan dan liburan
- ngomongin agama
- ngomongin update/cerita keluarga masing2
- dan msh suka tiba2 ngobrol topik enggak penting jg 😆
kalau kata raditya dika kecantikan dan ketampanan semua akan memudar, pada akhirnya yg tersisa di hubungan itu ya ngobrol. makanya penting punya pasangan 1 frekeuensi, bisa cerita tanpa di judge dan sama2 nyaman
kamu kalau deeptalk sama pasangan ngomongin apa???
@Dwiponk2023@kuetaii@RuangSenja_id Dari 2 sampel nama ini udah membantah argumen anda, ttg (perbedaan pola pikir antara sarjana dan tidak).jd secara tdk langsung dlm memilih pemimpin (DPR) hrs dilihat kinerjanya bukan sarjana nya.
@kuetaii@Dwiponk2023@RuangSenja_id Klo tolok ukurnya hny berbasis pola pikir,ini keliru sudah tidak relevan di zaman sekarang.apalagi pemilihan DPR hrs sarjana,ini argumen aneh.anda mempunyai menteri Bahlil lulusan S3 di UI, sedangkan Bu Susi lulusan SMP.bisakah anda nilai realita kinerjanya?