@v4nc1_b0zz Gua kuliah di UIN jurusan psikologi, tahun 2011, per semester 600 ribu. Lulus 10 sesmter, bayar cuma 6 juta. Biaya wisuda 1,2 juta. Biaya tugas dan skripsi anggap 5 juta.
Total 16,6 juta.
Sekarang berkat kuliah gaji per bulan 13 juta
@mistroad_1@thoriqatuna@DivHumas_Polri Mas bro, anda ke negara Turki, Kazakhstan, ke beberapa negara Eropa, apalagi timur Tengah, adzan juga berkumandang jauh lebih keras daripada Indonesia. Kok disamakan sama horeg? Tololkah dirimu
@Stakof JELASKAN JUGA MUKTAMAR LAMPUNG, GIMANA CARA OPERASINYA ASUU YAQUT MENGGUNAKAN UANG KEMENAG UNTUK SUKSESI ASUU YAHYA?? HELOOO MUKIBIN BUDAK HABIB TOLOL, JAWAB KAU
@msafarnurhan Ada teman, tiap hari baca buku, tapi critical thingking nya tidak main, membaca buku seperti hafalan hafalan saja. Orang nya cenderung emosian dan mau benar sendiri, ga asyik.
Ada pula teman, tidak pernah baca buku, tapi saya analisisnya main. Bisa buat gerakank dan berdaya
@husain_fahasbu Begitupun Ahwa dari Sukorejo namanya Afif Mujaer, pengkhianat NU yang memilih Ki Miftah.
Hayoo kau santrinya ga Terima kan. Ketika doktrin tertampar fakta, maka otak jadi tolol.
@Stakof Begitupun Yaqut, memang dalam kasus haji itu syarat politis, karena ditengarai itu pesanan ET karena ET pernah ditipu 100 m waktu jadi ketua panitianya 1 abada NU.
Tapi terkonfirmasi Yaqut biasa menjual jabatan kanwil. Nitizen tidak sebodoh yg kau kira.
@Stakof Begini ya rumail, aspri Yahya yg namanya Gopong atau Gufron, dia sudah terkenal sebagai orang yang menjual stempel NU dan masuk ke berbagai instansi untuk ngamen membiayai kehidupan dirinya dan Yahya.
@achmadnas99@SaidAgils22@Sam_Ardi@husain_fahasbu Kiai Said dan Kiai anwar manshur menyetujui Kiai Huda.
Tapi geng MUI, Mujaer, iskandar dll Paket ahwa yang dipilih Rois PC, akhirnya menang.
Info A1 rois PC dikasih 500 juta untuk meloloskan ahwa.
Sedangkan KeTum PC dapat 200 juta untuk meloloskan calon ketum. A1.
@achmadnas99@SaidAgils22@Sam_Ardi@husain_fahasbu Kiai Said mendorong Kiai Jadzuli, dan Kiai Jadzuli mengiyakan. Tapi anwar iskanda mendorong Kiai miftah, kemudian di dukung oleh 3 lainnya mujaer, TGK, dan abun.
Akhirnya kalah voting, sesuai skenario istana, Miftah tua bangke menang.
Info A1