“Kill all men” - 120K likes.
“Abort male fetuses” - 170K likes.
“Abortion is healthcare” - 200K likes.
“Teaching my daughters to hate men” -150K likes.
But somehow, Andrew Tate is the only one supposedly “corrupting young men,” while women posting things like this and the
millions supporting them are seen as empowering young women and exercising freedom of speech.
We need more Red Pill accounts challenging these double standards.
"Laki-laki gak akan sanggup jadi perempuan" ini bener. Sebaliknya, perempuan juga ga akan sanggup jadi laki-laki.
Keduanya punya struggle yang berbeda dan kalau ditempatkan di luar perannya, bakal gak sanggup jalaninnya. Contoh: wanita cenderung punya "pain tolerance" yang lebih tinggi daripada laki-laki, kalo seandainya rasa sakit melahirkan dan menstruasi dipindahkan ke laki-laki, itu sistem sarafnya bakal kewalahan menerima sinyal nyeri yang luar biasa dan bisa fatal efeknya. Belum lagi dari segi keamanan. Banyak wanita yang merasa ruang amannya menyempit karena pelecehan dan kekerasan.
Di sisi lain, ada jurnalis wanita yang pernah berpura-pura jadi laki-laki untuk eksperimen selama 18 bulan, namanya Norah Vincent (Dia nulis buku juga, namanya Self-Made Man). Pada awalnya dia mengira jadi cowok itu "enak", bisa lebih "bebas". Tapi akhirnya dia stres dan efeknya buruknya ngaruh di kejiwaan dia. Sampai dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Kenapa?
Laki-laki mengalami "kesepian kronis" dan punya support system yang lebih rendah daripada perempuan. Interaksi antar laki-laki cenderung di permukaan: nongkrong, bercanda, tapi jarang yg masuk sampai emosi yg dalam. Laki-laki bukan "gak mau peka", tapi emang gak punya ruang buat jadi peka pada perasaannya sendiri.
Terus dia pernah coba dating jadi laki-laki, Selama 30 kali dia ngedeketin cewek, dia stres juga karena harus selalu jadi pihak yang mendekati duluan dan mengalami penolakan terus-menerus.
Hidup emang udah berat, jadi gak usah diperpanjang dengan gender war, karena gak akan ada habisnya. 😭
@gandabustomi Laki2: bisa apa wanita kalo gak ada laki2
Wanita: Laki2 gak sanggup jadi wanita
intinya masing2 gender punya opini soal lawan jenis, sedangkan TUHAN menciptakan Pria & Wanita agar saling melengkapi, bukan buat adu siapa yg paling menderita, siapa yg paling tahan banting
He’s dismissive of her opinions, resorts to insults, then when she responds, he gets super defensive & emotional, this is not a man, this is a child, the only reason he can’t see a guy & girl being friends is because he views women as objects and not as an equal…gross
Hubungan yang happy gak perlu teori macam-macam, love language, feminine/masculine energy, inner child, dsb.
Cukup satu hal yang konsisten: be kind to each other and don't be assholes.
Perlakukan pasangan dengan baik meskipun sedang kesal. Ini kunci paling utama.
Social media made guys obsessed with women they’ve never met…
and made women feel entitled to lifestyles they’ve never lived and can’t afford.
Everyone chasing illusions instead of building reality
Fyi aja, populasi dunia ada 8,3 miliar manusia dengan perjuangan yg beda2. Banyak yg terlalu sibuk bertahan hidup sampe ga sempet ngikutin isu2 terkini. Kalo semisal ketemu org yg ga tahu apa2, cukup beri tahu aja, ga perlu ngehujat. Edukasi itu merangkul, bukan memukul.