JUST IN: DAFTAR LENGKAP 12 TITIK PENGGELEDAHAN YANG DIDUGA TERKAIT FEBRIE ADRIANSYAH, TOTAL SELURUH SITAAN CAPAI LEBIH DARI RP543,2 MILIAR 🚨🚨
Tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menyisir lokasi kantor perusahaan hingga rumah pribadi di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor.
1. Kafe de'Clan Signature
Berlokasi di Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.
2. Koin Money Changer
Berlokasi di Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.
3. Rumah Mewah Sentul
Berlokasi di Perumahan Bogor Golf Hijau, Sentul City, Kabupaten Bogor.
4. Rumah Dinas Jampidsus
Kediaman pribadi Febrie Adriansyah di Jalan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan.
5. Kantor PT CBS (Pusat)
Berlokasi di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.
6. Kantor PT CBS (Cabang)
Berlokasi di wilayah Cengkareng Timur, Jakarta Barat.
7. Kantor PT KNI
Berlokasi di wilayah Petojo Selatan, Jakarta Pusat.
8. Kantor PT PML
Berlokasi di wilayah Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
9. Kantor/Grup DMG/CP
Berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
10. Rumah Sdr. MN
Berlokasi di wilayah Serpong Utara, Tangerang Selatan.
11. Rumah Sdr. TK
Berlokasi di kawasan elite Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
12. Rumah Sdr. DR
Berlokasi di wilayah Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.
Selain itu, sebagian media juga melaporkan penelusuran aset bergerak ke kediaman Sdri. MILDK di Apartemen Pacific Place, Jakarta Selatan.
Rincian Jumlah Barang Sitaan Berdasarkan Lokasi
A. Kluster Cipete
Total Sitaan: Rp67,2 Miliar
Disita dari brankas besi setinggi 2 meter di dalam Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer, berupa:
• Uang tunai SGD 3.130.000 (pecahan SGD100).
• Uang tunai USD 889.965.
• Uang tunai Rupiah senilai Rp259.159.000.
• Konversi estimasi total: Rp60 miliar dari kafe dan Rp7,2 miliar dari money changer.
B. Kluster Sentul City
Total Sitaan: Rp476 Miliar
Disita dari balik dinding rahasia bermotif kayu di Rumah Mewah Sentul yang menyimpan 7 koper di dalam brankas tersembunyi:
• 74 kilogram emas batangan.
• Uang tunai SGD 14.083.800.
• Uang tunai USD 4.767.300.
• Uang tunai Rupiah senilai Rp100.000.000.
C. Kluster Perusahaan & Kantor (PT CBS, PT KNI, PT PML, dll.)
Penyidik mengamankan barang bukti non-tunai demi kepentingan pembuktian perkara, meliputi:
• Bundel dokumen transaksi pasokan batu bara.
• Dokumen keuangan dan aset perusahaan.
• Perangkat elektronik, laptop, dan telepon seluler milik saksi.
Sepertinya Prabowo marah, mungkin karna pengeledahan jampidsus tidak diberitahukan kepada beliau. Kabarnya siang ini prabowo memanggil langsung kapolri, jaksa Agung, Panglima TNI dan wakil dan ka bais.
Menarik kita saksikan laga perang bintang ini wak. Apakah jampidsus akan masuk bui atau listiyo Sigit yang akan terdepan dari jabatannya.
Pak @mohmahfudmd ternyata benar ucapan bapak..
Biarkan orang2 dekat presiden saling bermusuhan, saling gebuk dan saling bongkar..
Ada manfaatnya juga. Walaupun ini indikasi kalo dinegeri ini sudah tdk ada komando lagi.
Kalo para termul...kira2 akan memihak kemana??
Penangkapan anggota Densus 88 Briptu Faisal bermula dari penguntitan terhadap Ferry Yanto Hongkiriwang yang diduga dekat dengan Jampidsus pada 2025.
Anggota Densus 88 itu berada dalam tim yang sama dengan personel yang membuntuti Jampidsus Febrie Adriansyah.
Bayangkan sengeri apa kasus ini..
Sampai polda metro jaya juga di jaga super ketat...
Ternyata penggeledahannya kemarin itu di 12 lokasi... Warbiyasah...
Rakyat istirahat dulu... Sambil nyimak
Setelah ini buzzer2 kejaksaan akan menyuarakan narasi Febrie Adriansyah itu Jampidsus yg menangani korupsi2 besar sehingga kasusnya saat ini adlh rekayasa pihak2 yg dirugikan. Tandai mereka!
Masalahnya Febrie Adriansyah itu bukan malaikat, tindak tanduknya sudah jadi rahasia umum. Dan sebenarnya tidak ada yg mempermasalahkan kasus2 korupsi besar tersebut jika ditangani dengan benar dan tanpa pandang bulu dan bukan untuk main mata dengan pihak2 yg terlibat apalagi untuk memperkaya diri dan kelompok.
Lagian emas puluhan kilo dan valas puluhan miliar di rumah dan kafe itu apa sesuai dengan profile gajinya sebagai PNS? Ini baru hasil dari penggeledahan lho, belum nanti harta2 nominee yg akan terbongkar jika kasus ini jalan terus tanpa halangan pihak2 tertentu.
KRONOLOGI LENGKAP:
KASUS KORUPSI BATU BARA PLTU RP5 TRILIUN,
PENGGELEDAHAN KAFE JAMPIDSUS, HINGGA PENJAGAAN TNI
Kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan batu bara untuk PLTU periode 2018-2026 kini menjadi sorotan publik. Berikut runtutan peristiwanya:
4 Juli 2026 — Perkara Naik ke Penyidikan
Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengumumkan bahwa setelah penyelidikan komprehensif berupa pengumpulan dokumen, permintaan keterangan, dan analisis bukti permulaan, perkara dugaan korupsi dan TPPU pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk PLTU resmi naik ke tahap penyidikan. Kasus ini diduga merugikan negara sekitar Rp5 triliun dan berdampak pada gangguan pasokan listrik (blackout) di Sumatera. Peningkatan status ditandai dengan Laporan Polisi Nomor LP/A/6/VII/2026/KORTASTIPIDKOR POLRI.
8 Juli 2026 — Penggeledahan 8 Lokasi Serentak
Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 8 lokasi di Jakarta dan Jawa Barat, termasuk kawasan Sudirman dan Kuningan (rumah dan kantor beberapa pihak). Dua lokasi utama yang jadi sorotan adalah Cafe de'Clan Signature dan Poin Money Changer di Jalan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan — bangunan bekas restoran Prancis yang disebut-sebut pernah dimiliki Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Penggeledahan dikawal ketat sekitar 15 personel Brimob bersenjata lengkap.
Ditemukan Brankas Tersembunyi
Di balik lemari restoran, penyidik menemukan brankas raksasa (sekitar 2 meter) yang tersimpan rapat di tempat tersembunyi. Saat dibuka, brankas berisi tumpukan uang tunai pecahan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta sejumlah dokumen. Nominal uang masih dihitung penyidik. Barang bukti dokumen lain juga disita dari titik-titik penggeledahan lainnya.
Kasus Ini Terkait Perkara Lain
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dan Dirreskrimsus Victor Dean Mackbon, penggeledahan terkait penyidikan gabungan (joint investigation) dalam tiga perkara sekaligus: korupsi batu bara PLN, kasus PT Asabri, dan Krakatau Steel — dengan dugaan keterlibatan penyelenggara negara.
Kejanggalan: TNI Berjaga di Lokasi Penggeledahan
Yang mengejutkan, sejumlah prajurit TNI terlihat berjaga di sekitar lokasi penggeledahan, padahal lokasi seharusnya steril untuk kepentingan penyidikan Polri. Seorang perwira polisi yang tak mau disebutkan namanya mengaku heran dan menegaskan tidak ada koordinasi dengan TNI terkait kehadiran mereka. Penyidik tetap melanjutkan proses pencarian barang bukti.
Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI
Bersamaan dengan penggeledahan, Kejaksaan Agung mengerahkan personel tambahan TNI untuk memperketat penjagaan di kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah — langkah yang memicu berbagai spekulasi publik mengingat statusnya di tengah penyidikan.
Bukan Kali Pertama Jadi Sorotan
Lokasi restoran ini sebelumnya sudah pernah viral pada Mei 2024, saat Kejaksaan Agung menyebutnya sebagai lokasi dugaan penguntitan terhadap Febrie Adriansyah oleh anggota Densus 88 Polri. Saat itu, Polri melalui Kadiv Humas menyatakan hasil pemeriksaan Propam tidak menemukan pelanggaran, dan hubungan Polri-Kejaksaan disebut tetap baik.
Hingga saat ini, Kortas Tipidkor belum menjelaskan secara resmi keterkaitan spesifik antara lokasi tersebut dengan Febrie Adriansyah maupun konstruksi perkara yang sedang diusut.
Penyidikan masih terus berlangsung.
Kalau seorang penegak hukum justru menjual hukum demi uang, yang dirampok bukan cuma kas negara, tapi juga hak rakyat.
Suap, gratifikasi, dan pencucian uang bukan cuma angka di atas kertas. Itu adalah masa depan rakyat yang dikorbankan demi kemewahan segelintir orang.
Gak bisa dipungkiri, ini deretan kasus korupsi jumbo yang pernah ditangani di bawah kepemimpinan Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus.
📌 Jiwasraya (2020)
💸 Kerugian negara: Rp16,8 triliun
📌 Asabri (2021)
💸 Kerugian negara: Rp22,78 triliun
📌 Fasilitas Kredit Bank BTN (2021)
💸 Kerugian negara: Rp279,6 miliar
📌 BTS 4G BAKTI Kominfo (2023)
💸 Kerugian negara: Rp8,03 triliun
📌 Tata Niaga Timah PT Timah (periode 2015–2022, penyidikan diumumkan 2024)
💸 Kerugian negara: Rp300,003 triliun
🔥 Nilainya bukan miliaran lagi, tapi sampai ratusan triliun rupiah.
Isu temuan 74 kg emas di brankas Sentul yang diduga milik Jampidsus Febrie Ardiansyah ini menelanjangi sistem pengawasan kita. Bagaimana bisa pejabat publik melaporkan kekayaan Rp18,2 M, tapi realitanya ada aset ratusan miliar di balik pintu rahasia?
Kalau sistem LHKPN gak punya taring buat verifikasi faktual, jangan harap reformasi birokrasi bisa jalan.
Video : tribun
Gak kebayang sengeri apa kasus ini sebenarnya..🫣
Penggeledahan di 12 lokasi sekaligus dan pengamanan super ketat di Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa kasus ini bukan korupsi biasa. Ini sinyal ada pihak-pihak berpengaruh yang terlibat.
Kenapa ini penting?
- Skala penggeledahan seluas ini jarang terjadi kecuali kasusnya melibatkan jaringan besar, uang ratusan miliar, dan kemungkinan aktor-aktor kunci di birokrasi atau swasta.
- Pengamanan ketat menandakan kekhawatiran akan upaya perlawanan, penghilangan barang bukti, atau bahkan gangguan keamanan.
Sampai siang ini score masih bertahan di Polri 1 vs 0 Kejagung
Sepertinya tidak ada perlawanan dari kejagung dan kemungkinan wasit akan meniut pluit nanti sore dengan kemenagan telak .Dan kasus sesuai prediksi awak tadi akan masuk ke poin no 2 tadi wak.
Bayangin skenario paling absurd:
Jaksa ditangkap polisi.
Polisi ditangkap jaksa.
Rumah jaksa dijaga tentara.
Terus tentara ditangkep jaksa lagi.
Brankas 2 meternya cuma diem di pojokan, nonton semua drama ini sambil ketawa dalam hati 😂
Seru nih negara kita
GAWAT WAK.....
Polisi geledah cafe di cipete, penggeledahan belum usai anggota TNI dan kejaksaan datang.
Pertanyaan simplenya, mereka datang dalam rangka apa, apakah pengamanan atau intervensi. Mungkin yang terlibat dalam kasus ini orang dekat dari institusi tersebut?
Polri vs tni & kejagung.
Oea udah lihat vidionya wak, jika belum awak kasih lihat direply
POLRI TNI&KEJAGUNG
Penggeledahan Rumah ke dua Jampidsus isi nya bikin melongo
Sebanyak 7 Koper ditemukan di rumah di wilayah Sentul
isinya bukan kaleng kaleng tapi 74 KG emas murni batangan dan uang sebanyak 18 juta dolar
Harta Jampidsus sudah diluar nalar
Indonesia maling duit negara benar2 sudah level dewa !
Para penegak hukumnya gak ada yang bisa di percaya ! Hampir SEMUAnya BUSUK !!!
Fyi ya, orang ini konon katanya yg menangani kasus2 jumbo seperti :
Kasus Nadiem, Kerry Adrianto, Tom Lembong & banyak lagi
Harusnya APH yang begini nih pantasnya di hukum berat & miskinkan biar kapok !!
From this to this
Jantungan dikira ada masalah, ternyata dapet job VIP dari polisi.
Kisah ahli kunci Ciawi yang mendadak dipanggil buat bongkar brankas rahasia di balik lemari rumah gedong diduga milik Jampidsus Febrie Adriansya Sentul City, Bogor.
Definisi rezeki sekaligus uji nyali.