Beberapa orang terus membiarkan diri mereka terbakar hanya untuk membuat orang lain jadi terang. Padahal, ia juga boleh menikmati cahayanya sendiri. Ia tidak harus menunggu jadi abu hanya untuk menyadari selama ini terlalu fokus untuk menerangi.
Semoga aku selalu ingat bahwa diriku ini kecil sekali di dunia ini. Jika pun ada kemudahan dan nikmat yang besar dalam hidupku karena Pemilik Aku yang baik saja.
Lima belas hari jalan kaki rutin, sudah mulai ngantuk di bawah pukul sepuluh malam. Sudah ketiduran di bawah pukul dua belas malam.
Beberapa hari belakangan suka mimpi absurd, pagi saat bangun badan serasa capek, apakah ini akibat nonstop jalan kaki tiap hari ya?
Semoga kita tetap bisa berteriak karena suara-suara itu memang harus diteruskan. Bukan karena kita sedang lapar dan mencari makanan liar di reruntuhan.
Jika bagi orang-orang kaya raya seni adalah hiburan belaka. Bagi orang biasa dan kecil, seni justru seharusnya bisa menemanimu bertahan hidup bila ingin jadi seniman.
Hiduplah sebaik-baik yang kau bisa. Hadapi jalan panjang yang ada di hadapanmu. Biar semua yang berlalu jadi sesuatu yang kita lupakan. Tak ada yang perlu dikenang, biar hilang semua yang tidak pernah bisa jadi tempat pulang.
Selamat Hari Ibu.
Kirim doa untuk yang telah tiada,
kirim sayang untuk yang masih di bumi.
Panjang umur semua yang pernah bertaruh hidup mati untuk membuat kehidupan baru hadir di bumi.
Saat air surut, hidup pelan-pelan akan berjalan lagi. Mereka kembali ke ruang-ruang berpendingin dan diam-diam merakit kebijakan-kebijakan pemusnah masal lagi. Semoga kita tidak terus terlena dengan segala bentuk poles tukak di kepala mereka.