Hidup ini sangat berat, namun Tuhan dengan baik menciptakan sosok gadis ini untuknya.
Karenina, kalau bukan dia maka tak ada lagi yang bisa merubahnya.
tetap terjerembab pada masa-masa yang lalu, masa dimana diam adalah sebuah jawaban dari segala masalah yang menimpanya.
Aqsha tak menjawab, ia lebih memilih berlalu sambil menarik gadis itu menjauh dari segerombolan pria yang baru saja ia hadapi.
@interncase Leo looked at the offered macaron box shortly.
"sorry." He rejected politely. "I'm a new resident here but I can't accept this but nice to meet you tok."
@crashedmoon "ah. Terima kasih atas sambutannya nona."
Ujar Leo menggaruk lehernya yang tidak gatal. Canggung menghadapi yang lebih ramah.
"Leo dari Spades."
@meintfleur Leo wasn't sure with the blond lad's claim. He just saw him blankly and chose not to believe him.
"I though you are also counted as the one who smell bad too."
He admitted. He just wanted to be straightforward.
@Defineskills "ah ya."
Tersadar belum memperkenalkan diri, mungkin pemuda satu ini penduduk lama di kota ini maka tidak sopan bila tak menyebutkan nama.
"Saya Leo, baru pindah kemarin. Apakah anda warga lama di kota ini?"
"Meow"
Terasa aneh di lidah saat mencoba untuk mengobrol dengan yang satu ini.
"Selamat siang, saya hendak membayar rumah tipe C yang kemarin saya pesan." Ujarnya menyerahkan 175 eVry pada @VenomBank
"Selamat malam, saya Leo dan saya datang kemari untuk bekerja sebagai pembuat senjata. Saya akan bertempat tinggal di distrik spades rumah tipe C no 101. Saya siap menjadi warga Venom."
https://t.co/0LtfklLZ1u
@VenomRP