Para pembalap F1 kompak mengkritik kekacauan start GP Bahrain di Malaysia setelah hujan deras membuat balapan tertunda sekitar 40 menit.
Ketika kondisi membaik dan start hendak dilakukan, beberapa mobil justru berhenti saat formation lap sehingga prosedur start kembali dibatalkan, diduga akibat bug software. Balapan akhirnya baru dimulai sekitar 1 jam 40 menit setelah waktu balapan kembali dimulai.
George Russell menyebut hari tersebut terasa tidak seperti F1, sementara Lando Norris menilai kejadian itu mengerikan dan menunjukkan bahwa sistem elektronik dalam regulasi 2026 mungkin terlalu kompleks. Sergio Perez bahkan menyebut situasinya sama sekali tidak dapat diterima untuk olahraga ini.
Carlos Sainz juga menilai regulasi saat ini terlalu rumit untuk pembalap, tim, power unit, dan pabrikan. Ia mempertanyakan keputusan yang dibuat lima tahun lalu dan mengatakan terlalu banyak software serta sistem kontrol membuat masalah seperti ini lebih mungkin terjadi. Menurutnya, dengan mesin V8 naturally aspirated, kejadian semacam itu tidak akan terjadi.
Max Verstappen berharap F1 bisa mengambil pelajaran dari insiden tersebut. Lewis Hamilton mengaku belum pernah mengalami situasi seperti ini sampai harus menghentikan lalu menyalakan kembali mobilnya, sedangkan Oscar Piastri mengatakan ia belum pernah melihat balapan ditunda karena bug.
Namun, Piastri meminta semua pihak menunggu penjelasan resmi sebelum menyalahkan pihak tertentu, karena gangguan tersebut mungkin berkaitan dengan hujan, perubahan kode, atau bahkan petir yang menyebabkan sejumlah sistem F1 dan FIA mengalami gangguan.
@myocotise@banknotebook@cenblubaik yg lulus invest nya siapa? pemerintahan bukan?pak prabowo bukan??? jika pemerintahan tidak setuju tidak juga ada investment nya..jadi salah siapa? pemerintahan kamu..
@myocotise@RedtheNPC@BolaSepakTRG Dimana letaknya Malaysia main sabun? lu gak liat full matchnya? Singapore juga nyerang dan beberapa kali peluang bikin gol tapi cuma kehalang karena Syihan kipernya malay lagi perform. Lu kalo mau ngomong main sabun pake data dong.