"Sometimes I just wanna quit
Tell my life I'm done with it
When it feels too painful"
And this best songs are relate on my real life right now.😊
Thanks for the song
@ONEOKROCK_japan
@wawanpramono99@prabowo Mohon maaf pak saya awam cuma mau nanya, kalo harga gabah naik tapi harga bahan pangan,BBM,biaya pendidikan, layanan kesehatan yg tidak ditanggung BPJS Dan lain2 naik apa y ada gunanya? Iziiiin🙏
@congornaviral@MiskinTV_ Jawab gantian dong boss, itu dah banyak yg nanya balik. Sekalian saya mau Tanya, anda pengangguran boss? Gk pernah kerja? Gk pernah ngerasain di gaji? Dapet THR? dapet bonus? Apa itu bukan apresiasi? Dan yg bayar itu siapa bos? Negara? Dari Mana uangnya boss? Langit?🤣
Berdasarkan kategori kelas tahun 2024, bisa dibilang saya ini masuk kategori “Menuju Kelas Menengah” (Aspiring Middle Class). Dan sejak anak perempuan saya lahir dua tahun silam, saya berusaha men-downgrade kualitas hidup di rumah.
Pertama, BPJS kami awalnya Kelas I, lantas saya downgrade menjadi Kelas III (kecuali ibu, masih di Kelas I).
Kedua, token listrik per bulan biasanya saya isi 600rb, tapi saya kurangi pemakaian AC dan setamsilnya hingga setiap bulan saya isi 300rb (dan harus cukup sebulan, jangan sampai bunyi sebelum ngisi lagi!).
Ketiga, saya pernah mau mengganti provider internet yang lebih murah, tapi secara kebetulan Indihome mendengar kegelisahan itu di X (dulu: Twitter) dan memberikan penawaran yang layak dipertahankan.
Tahu kenapa saya masih bertahan dengan Indihome?
Keempat, sebelumnya biaya langganan Indihome saya hampir 500rb, kemudian ada penawaran 300rb-an dengan bundled: Netflix, PrimeVideo, dan CatchPlay.
Jadi, ketika dulu saya langganan Netflix, Viu, dan Disney+ Hotstar, sekarang saya sudah tidak lagi menikmatinya kecuali login dengan nomor Indihome saya saja.
Kelima, pasta gigi saya, misalnya, harganya sampai 300rb. Tahu pasta gigi impor bernama Pasta Del Capitano? Sekarang, saya cukup pakai Pepsodent. Sabun mandi pun Sinzui yang saya beli di warung Mbak Ab atau Alfamart.
Keenam, anak lanang saya sekolah di SDN, bukan sekolah swasta dengan guru (yang katanya) lebih ramah dan kurikulumnya lebih bagus itu.
Ketujuh, saya sering jajan di luar bersama anak-istri sebelum musim paceklik seperti ini. Sekarang, hampir setahun di rumah. Ke luar kota pun di Semarang, beli Lunpia Cik Me Me atau RM Padang Sederhana, lantas pulang.
Kedelapan, urusan ngopi pun ikut saya downgrade. Dulu masih sering beli kopi susu atau nongkrong sebentar di luar. Sekarang lebih sering seduh sendiri di rumah, betapa pun rasanya yang penting murah dan bikin melek.
Kesembilan, hiburan keluarga juga saya sederhanakan. Dulu masih kepikiran jalan-jalan yang agak niat. Sekarang, kalau anak-istri ingin suasana lain, cukup muter sebentar di Purwogondo (banyak yang jualan jajanan kampung), beli jajanan secukupnya, lalu pulang.
Tapi dari downgare itu semua, mobil LCGC saya dan dua motor yang saya dan istri miliki (PCX dan Scoopy), belum pernah mereka sekali pun menenggak setetes pertalite (pernah pun karena Pertamax habis).
Selali Pertamax!
Sekarang, ketika Pertamax naik ugal-ugalan, Ade Armando bilang “mahasiswa yang protes itu dangkal”. Alasannya, Pertamax itu untuk kelas menengah. Ada juga yang pernah jadi komisaris menyatakan bahwa orang yang protes Pertamax naik hanyalah kelas menengah ngehek.
Seakan-akan, kelas menengah itu mereka anggap terlalu “enak hidupnya” untuk mengeluh. Seakan-akan, kelas menengah itu tidak cukup miskin untuk dikasihani. Seakan-akan, kelas menengah tidak layak bersuara hanya karena belum jatuh miskin.
Pertanyaannya: sejak kapan status sebagai kelas menengah menggugurkan hak kewargaan untuk mengkritik kebijakan? Kelas menengah tetap warga negara, tetap pembayar pajak, dan tetap menjadi pihak yang menanggung efek berantai dari harga energi ini, bukan?
Ataukah yang mereka maksud: seseorang itu baru boleh protes kalau dia sudah jadi gembel dulu, tinggal di bantaran kali dulu, rumahnya berdinding kayu dulu, bajunya compang-camping dulu, dan anak-anaknya putus sekolah dulu?
Kelas miskin diberi subsidi, saya setuju. Kelas atas masih bisa hidup nyaman dengan korupsi MBG atau ngotot dapur SPPG harus ngepul meski liburan tiga minggu, itu pun kita sudah tahu.
Tapi kelas menengah justru menjadi kelas sosial yang paling tergencet dan paling rentan terhadap tekanan biaya hidup yang merambat naik pelan-pelan begini.
Masak harus menunggu kelas menengah remuk dulu baru boleh bersuara?
Sinting.
@Stakof Wih nice banget bang detail pemaparannya, ini mungkin yg perlu di pahami sama mereka2 yg gampang kena gocek opini setengah2. Izin retweet bang🙏
@djoniecash2 Kalau emang niat Dan tujuannya baik kenapa tidak menghadapi secara langsung?Kenapa anggota DPR yg fungsinya adalah pengawasan malah sibuk klarifikasi sana sini?Apa kepentingan DPR dalam Hal itu?Apakah ada permainan di dalamnya?
"Cerminkan logikamu sebelum kau logikakan cerminmu"
@haixensen Maaf kk seblumnya gw bkn buzzer, cuma gw prnh ikut jnis platihan gini Dan itu cuma sekedar kgiatan pelepas penat.Klo yg dulu gw jalanin y, saya juga brharap ada sesi mereka melatih skill management yg mungkin gk di publish. Jujur saya juga benci kalo kegitan nya full kyk di video
@dulbeno007@djoniecash2 Perihal polisi, tentara Dan anggota DPR yg punya MBG itu bohong bang? Perihal UU polisi yg tambah usia pensiun juga bohong bang? Berarti kekurangan Dana untuk alokasi pendidikan yg di pangkas untuk MBG juga bohong bang?
@dulbeno007@djoniecash2 Menurut abang berarti tuntutan yg mereka sampaikan itu cerita fiksi bang? Berarti masalah kebocoran Dana MBG Dan korupsi itu bohong bang? Masalah minyak dunia turun tapi disini malah naik Dan pertalite harga aslinya sebelum di subsidi lebih tinggi Dari pertamax bohong bang?
@junk_kiss@creeping5ilence Lo kenapa malah fokus ke SPPG nya dah bang, paham sarkas gak bang? Emang siapa beliau mau ngurangi dosa orang lain? Merasa tuhan? Atau nabi? Kertas tuh gak menyala kalo gk di sulut api bang, tapi kalo sengaja di sulut Dari awal ya wajar mereka marah. Buka hati dikit coba.
@kangdede78@Liya_Putrii Monggo pak di catat tapi perlu di ingat perkara demo bukan sekedar perihal $. Ada BBM yg secara logika kenaikannya tidak wajar, ada pula MBG & KDMP yg Masih terus membocori APBN akibat oknum2 tidak bertanggung jawab, apakah semua ini juga ada di catatan bapak?🤔
@kangdede78@fikriframudiya Template copas anjir argumennya itu mulu yg di pake bang. Gk ada bahan lain bang? Cari bahan yg agak beda dikit lah kalo jawab kek gini. Keliatan banget gk natural buzzernya🤣
@Simemaki Sekalian tambahin faktornya kk interfensi pemerintah terhadap mahasiwa yg demo mau itu untuk penerima program pendidikan pemerintah ataupun black list terhadap mahasiwa pendemo di beberapa perusahaan biar keliatan pengecutnya tidak berani menghadapi kritik.
@KapudS640 Wajar sih bng yg bikin thread ojol cewek, mungkin dia belom mampir ke bengkel untuk ganti oli Dari beberapa bulan ini Dan gk Tau harganya efek Dari $ naik🥲 jatuhnya jadi kasihan sih yg di terima dia harusnya penjelasan detail bukan omon2 "Indonesia baik2 saja"