He pours ๐ฏ๐๐๐๐๐๐๐, keeps confessions. Who would suspect a smile so kind of holding ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐?
โ โ
Ia menoleh ke arah Ali seolah meminta penjelasan. Namun, alih-alih mendapat penjelasan, tangan @0I8467 menyusup ke dalam sakunya. Damian menunduk menatap tangan itu sebelum kembali fokus pada si pemilik tangan.
"What? What are you looking for? A balloon, too?"
โ โ
โ โ
Reflek si lelaki terperanjak, terlebih saat kedua orang bertengkar tadi meluruh menjadi konfeti.
Senyum di wajahnya lenyap; digantikan dengan tatapan tak percaya sekaligus heran. "What the heck is going on?!"
โ โ
โ โ
Lunch with budak bapaknya yang lagi hectic dan maunya dijemput.
๐ฎ๐ ๐ ๐ฎ๐ธ๐ผ๐ฟ๐ผ ๐ฅ๐ฒ๐๐๐ผ, ๐ฆ๐๐๐.
โ โ
โ โ
Namun, menggoda lelaki itu sudah telanjur menjadi kesenangan tersendiri baginya.
Ia lantas melangkah menuju parkiran, tempat motornya terparkir. "Pakai motor, nggak apa-apa?" tanyanya sembari menoleh pada @THEOLYMPlANSS.
โ โ
โ โ
"Then, lunch is on you, ya?"
Ia bangkit dari duduknya, lalu menoel dagu lelaki di hadapannya sekilas dengan senyum yang tak kunjung luntur. Padahal, sejujurnya, Damian pun baru saja tiba di kantor Edgar.
โ
โ โ
WhatsApp to Edgar @THEOLYMPlANSS
| Hey.
| At your office lobby, cutie. Saya tunggu.
Setelah mengirimkan pesan, Damian beranjak ke sofa lobi dan menyandarkan tubuhnya sejenak. Sambil menunggu Edgar, pandangannya menyapu orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya.
โ โ
โ
Ia mengelap peluh di dahinya setelah memarkirkan motor dan melepas helm. Terpaksa membawa motor siang ini karena mobilnya sedang diservis rutin. Damian pun berjalan menuju lobi. Sembari menunggu, ia merogoh saku untuk mengambil ponsel, lalu mengirimkan pesan kepada Edgar.
โ