IMO, 1st annunaki adalah sebuah kekeliruan fatal yang scientific dalam sudut pandang agama namun beberapa konten dalam kitab enoch sejalan dengan bible dan quran.
Dan pada akhirnya untuk menciptakan para pekerja yang efektif dan sesuai dengan industri, para perusahaan besar harus membuat sendiri sistem kelimuan yang mereka perlukan.
Paradigma analisis-sintesis perlu dibangun di dalam sistempenyelesaian masalah. Secara konsep yang lebih luas, penyelesaian masalah teknis maupun sosial perlu menyatukan secara komprehensif seluruh komponen masalah dalam berbagai perspektif. Dikotomi keilmuan menjadi tantangan.
Lagi-lagi kritik terhadap kerumitan masalah sosial yaitu terlalu banyak perspektif abstrak untuk membahas satu objek yang sama sehingga menghasilkan pendekatan solutif yang tumpang tindih.
Fondasi dari intelektualitas bangsa adalah berpikir kritis. IMO, Untuk memiliki hal tersebut pintu masuknya adalah 2 hal yaitu belajar menggunakan akal dengan benar dan perbanyak informasi dengan membaca buku. Kenapa membaca? Karena pikiran yang terstruktur terbentuk dari membaca
Pendidikan materialistis dan pragmatis sedari SD mungkin bisa menjadi jalan pintas menuju Indonesia maju tanpa mempertimbangkan aspek moralitas dan spiritualitas.
Tolok ukur demokrasi sebuah negara mungkin bisa dilihat dari kebanyakan demokrasi dalam satuan terkecil yaitu rumah tangga dimana peran laki-laki dan perempuan dan entitas terlemah berinteraksi.
Tarik ulur filsafat dan sains melahirkan cara pandang yang kontradiktif. Filsafat menempatkan kita sebagai manusia seutuhnya sedangkan sains berusaha menggapai tempat dimana tuhan saat ini berada dengan kecanggihan teknologinya.
Setelah menyelami kerumitan ilmu sosial hasilnya seperti yang dikatakan george box "all models are wrong but some are usefull". Paradox keilmuan yang mendasar ketika sistem diamati secara partial menghasilkan kesimpulan yang penuh asumsi.