@cefadrxyl@regar_op0sisi Solar subsidi gimana sih. Lu liat vidio nya gk sih?
Klo mereka pake subsidi ya mereka bakal bergkt ke laut. Lu kiat vidio jgn caption yg d tulis
Gue jual semua yang gue punya. Semua coin yang gue punya udah abis. gue bener-bener keluar dari market crypto, udah gak kuat lagi. Dumping agresif, manipulasi, semuanya terlalu gila. Crypto udah selesai. Gue keluar. Senang bisa kenal kalian semua, hidup punya mimpi, masing-masing indah.
No rate cuts → DUMP
Rate cuts → DUMP
Tariffs increased → DUMP
Tariff decreased → still DUMP
Good news → DUMP
No news → DUMP
Bad news → super DUMP
Do we really deserve such bullrun? 🤷♂️
@cryptois1111@DombaEth27 Sama aja bro, mau pake minggu atau bulan🤣3 bulan / 12 minggu, penyebutan tidak mengurangi waktu, 🤣inti nya jangan ke pancing narasi setelah qe langsung god candel.
🕌 Analisa Arah Bitcoin Saat Ini
Bitcoin pada 14 Juli 2025 M / 18 Muharram 1447 H mencapai titik tertinggi di kisaran $123,153, kemudian mulai melemah secara bertahap dalam beberapa minggu berikutnya. Setelah puncak tersebut, harga bergerak fluktuatif antara $115,000–$121,000 dan berusaha mempertahankan area $115,000 sebagai support.
Pada 10 Oktober 2025 M / 18 Rabi’ul Akhir 1447 H, Bitcoin sempat turun sekitar 8,4% hingga menyentuh $104,782. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan makroekonomi global dan kebijakan moneter baru yang memengaruhi arus likuiditas dunia. Situasi ini menyerupai fase bulan yang mulai meredup setelah purnama, ketika cahaya tidak hilang tetapi sedang bersiap untuk muncul kembali dalam bentuk yang baru.
Dalam pandangan falakiyah, puncak pada pertengahan Juli dapat dianggap sebagai purnama market, yaitu masa ketika cahaya dan semangat para trader mencapai titik tertinggi. Setelahnya datang masa qamar ba’da badr, yaitu periode tenang dan reflektif, saat Allah menundukkan hawa nafsu manusia dari euforia menuju kesadaran. Maka penurunan harga di bulan Rabi’ul Akhir ini dapat dimaknai sebagai bagian dari sunnatullah menuju keseimbangan yang lebih adil.
Apabila pola alam berjalan sebagaimana biasanya, maka menjelang awal Jumadal Ula 1447 H akan muncul tanda-tanda hilal baru, yaitu fase lahirnya kembali semangat dan potensi kebangkitan harga. Secara teknikal, momentum kenaikan akan semakin kuat apabila Bitcoin mampu bertahan di atas $115,000, diiringi peningkatan volume pembelian dan berkurangnya tekanan jual dari futures market.
Dengan izin Allah, jika ketiga tanda tersebut terpenuhi, maka arah market crypto berpotensi berbalik menguat menuju rentang $120,000–$130,000 dalam beberapa pekan mendatang. Namun apabila gagal mempertahankan level itu, fase konsolidasi kemungkinan berlanjut di sekitar $100,000–$115,000 hingga muncul hilal berikutnya yang menandai perubahan tren.
Bagi seorang mukmin, angka dan grafik hanyalah tanda-tanda duniawi yang harus dibaca dengan hati yang beriman. Yang menggerakkan setiap harga adalah Allah yang mengatur segala sesuatu dengan penuh hikmah. Maka seorang trader hendaknya bersikap seperti bulan yang tetap beredar dalam orbitnya, sabar menunggu waktu purnama, dan yakin bahwa setiap malam gelap pasti diikuti dengan terbitnya cahaya.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Asy-Syarh ayat 6:
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”