🤯 Gue baru sadar... selama ini banyak dari kita pakai AI cuma buat nanya sesuatu, dapet jawaban, terus selesai.
Besok buka chat baru...
Ngulang lagi dari awal. 😅
Padahal ternyata ada cara yang menurut gue jauh lebih menarik.
Bukan menjadikan AI sebagai chatbot.
Tapi menjadikannya "otak kedua" yang benar-benar paham semua catatan kita. 🧠
Setup-nya ternyata simpel banget.
📥 1. Download Claude Desktop.
📚 2. Download Obsidian Desktop.
📂 3. Buat vault baru, lalu mulai simpan semua catatan dalam format Markdown (.md).
🔗 4. Hubungkan Claude ke vault tersebut menggunakan prompt dari Andrej Karpathy.
Selesai.
Setelah itu, semua catatan yang pernah lu tulis jadi satu tempat yang bisa dibaca AI.
💡 Ide yang pernah kepikiran.
📝 Catatan meeting.
📖 Ringkasan artikel.
📂 Dokumentasi project.
🔖 Link yang pernah disimpan.
Semuanya bisa dicari, dihubungkan, bahkan dianalisis dalam satu percakapan.
Yang menurut gue paling keren bukan fitur search-nya.
Tapi kemampuan AI buat menemukan hubungan yang mungkin kita sendiri udah lupa.
Misalnya...
Lu pernah nyatet ide enam bulan lalu.
Terus hari ini lagi ngerjain project baru.
AI bisa bilang,
"Eh, ini nyambung sama catatan yang pernah lu buat beberapa bulan lalu." 😳
Itu bukan sekadar nyari file.
Itu mulai terasa seperti partner riset yang benar-benar membaca semua yang pernah kita simpan.
Makanya gue setuju sama satu poin ini.
Kebanyakan orang masih memakai AI seperti mesin pencari.
Tanya.
Jawab.
Selesai.
Sementara sebagian orang lain mulai membangun lapisan kecerdasan di atas seluruh pengetahuan yang mereka miliki.
Dan menurut gue... di situlah perbedaannya.
Karena nilai AI bukan cuma ada di seberapa pintar dia menjawab.
Tapi seberapa banyak konteks yang bisa dia pahami tentang cara kita berpikir, bekerja, dan belajar.
Rasanya beberapa tahun ke depan, punya AI second brain bakal sama normalnya seperti punya Google Drive atau Notion hari ini. 🚀🔥
https://t.co/UKwHvrCGuL
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
Nvidia will now pay you to put a mini AI data center on your house
It looks like a normal AC unit in the yard.
But inside sits 16 Nvidia Blackwell GPUs and Dell servers.
A startup called Span builds them, backed by Nvidia.
They bolt onto your home and you get paid for the power and Wi-Fi.
Some estimates put that around $1,000 a month in your pocket.
That is rent money just for hosting a box outside.
Span says it deploys way faster and cheaper than a real data center.
The AI boom is literally moving into the suburbs.
Save this, the grid is getting rebuilt in real time.