NM berkuasa, guru & dosen bonyok
Tukin susah, admin ribet isian web aplikasi aneka ragam
Sekarang guru & dosen bonyok adepin pendukungnya 🙄
Permendik 21 mengunci pilihan operating system Chrome OS, lalu ada inves Google ke PT AKAB (punya NM)
Bandingkan dg contoh Permen lain
Ini kondisi yg sama dengan timelineku.
Dulu penuh diisi orang orang Palestine, entah hanya foto satu roti atau lagi ngantri ambil air. Sekrang hanya tinggal segelintir, bukan karena algoritma,tapi karena pelan pelan mereka pergi dibunuh israel 😭💔
KAMI TIDAK AKAN LUPA SAUDARA AFFAN DILINDAS RANTIS POLISI,
KAMI TIDAK AKAN LUPA RENO & FARHAN YANG HILANG USAI DEMONSTRASI,
KAMI TIDAK AKAN LUPA POLISI BAYAR MAHASISWA 20 JUTA.
Penjaga gawang asal Palestina, Saleem al-Ashqar (32), ditembak mati oleh pasukan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan, pada Senin (29/6/2026).
Padahal, kiper klub Khadamat Khan Younis itu baru saja menikah lima bulan lalu. Ia meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung anak pertama mereka.
Sumber: https://t.co/DNuJKOTm3z
kesalahan besar Nadiem Makarim waktu menjabat:
1. Ngacak kurikulum
2. Zonasi
3. Bikin sistem ga bisa ga naik kelas
4. Hampir menghapus pasal Tunjangan Profesi guru dalam draf RUU Sisdiknas 2022
5. Ngapus tukin dosen sekitar 4th-an
Fyi... inilah salah satu alasan kenapa Muhammadiyah tidak menganjurkan bahkan melarang tahlilan.
Menurut MU:
1. Tradisi tahlilan dianggap merupakan akulturasi dari budaya non-Islam masa lalu.
2. Adanya unsur tabzir (pemborosan) karena keluarga yang berduka sering kali terbebani biaya untuk menyediakan hidangan bagi pelayat.
3. Seharusnya pelayat/tetangga yang menyiapkan makanan untuk keluarga yang berduka, bukan sebaliknya.
Keputusan dr.Icha untuk tidak memberikan SABU adalah tindakan yg tepat dan sesuai protokol medis.
Pasien gigitan ular ini cuma gejala lokal, lab normal, tidak ada indikasi anti bisa ular (SABU). Derajat luka gigitan dan tingkat keparahan gejala menjadi kunci penentuan tindakan.
Bahkan beliau sempat konsultasi ke ahli toksinologi dr. Tri Maharani yang bilang cukup imobilisasi saja, bukan anti bisa.
Kalau diberikan anti bisa tanpa indikasi, justru bisa membahayakan pasien karena risiko reaksi alergi berat sampai anafilaksis yang mengancam nyawa.
Sudah menyelamatkan pasien tapi malah kehilangan nyawa karena depresi 😭
Turut berduka cita untuk dr. Icha & keluarga. 😔
Semoga beliau tenang di sisi-Nya.
Lo bilang Krakatau Posco "bukan BUMN murni" karena joint venture 50:50 dengan POSCO Korea.
Oke. Kita terima argumentasi itu.
Berarti komisaris dari sisi Indonesia harus duduk setara berhadapan dengan eksekutif senior dari konglomerat baja terbesar Korea.
Dan pilihan terbaik yang bisa Indonesia kirim adalah...
asisten artis?
Bung, argumen lo bukan membela pemerintah.
Lo baru saja membuktikan bahwa negara ini mengirim wakil yang tidak layak untuk merepresentasikan aset rakyat di hadapan korporasi asing kelas dunia.
Siapa yang "diluar nalar" sekarang?
🤷♂️
Coba bayangin kalau ini kejadian di MT-nya perusahaan swasta multinasional.
Saham pasti anjlok, CEO minta maaf ke publik, dan penanggung jawab program bisa langsung diseret ke penjara karena kelalaian yang menyebabkan kematian.🚨🚨
Tapi kalau ini program titipan kebijakan atau pelat merah, birokrasinya berlindung di balik kata musibah.
Evaluasi kebijakannya menguap gitu aja gak ada tuh perombakan sistem yang radikal di awal.
Miris banget emang, nyawa orang melayang sia-sia cuma gara-gara ego dan ketidakmampuan institusi bikin silabus yang make sense.
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
saya capek misuh misuh sama tentara tolol
tapi dianya juga gak denger.
jika ada akun twitter yang baca ini dan kerjanya jadi tentara,
tolong dengerin dan bilangin:
institusimu itu bajingan!
kalian sama sekali bukan ksatria!
mengakui salah dan minta maaf
tunjukkan kalian adalah bagian dari warga negara
kalian bukan superior kami
kalian bukan majikan kaum sipil
kalian hanya memiliki seragam
bersenjata
tapi otak kalian beku
hati kalian dijual sukarela
ketakutan pada atasan melebihi ketaatan
pada tuhan
bangsat bedebah bajingan kalian!
Whoa. Kalau latsarmil Kopdes ini dilihat dalam konteks “pelatihan sebelum kerja”, pemberi kerja sudah salah double-double.
Nggak mengikuti ketentuan K3. Melanggar hak istirahat melahirkan pula.
Pertanyaannya: siapa pemberi kerjanya?