Ratusan ekor ikan budidaya di dalam kolam mati massal usai dikasih pakan nasi sisa. Pemilik kolam sebelumnya membeli nasi sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 1,5 kuintal untuk menghemat biaya pakan. Namun, seluruh ikan justru mengapung tak bernyawa tidak lama setelah menyantap makanan
Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
These G1 Chinese robots do the laundry dance. Humans join in, in the background.
China is so far ahead in robot technology that the West will never catch up. China has most of the patents required to make robots perform human actions.
The majority of US GDP is based on Services, whereas China is inventing and making things.
Who took us down the wrong track
Indonesia kaya akan Nikel, Batubara, Emas, Minyak Bumi, Gas Alam, Uranium..... de el el
Tapi pemasukan terbesarnya dari
P A J A K
Hiduplah Indonesia Raya 🇮🇩
“Enough is enough”
Sangat dan teramat pantas Jika Tifa menyatakan bahwa “Perjuangan Dirinya Menguak Kebenaran Ijazah Jokowi Untuk Bangsa Ini Telah Selesai..!!”.
Tifa telah membuka mata seluruh masyarakat seantero dunia, bukan hanya untuk rakyat di negerinya sendiri.
Tifa menyerahkan seluruh hasil perjuangannya kepada bangsa ini. Darah, air mata, derita, teror, hingga ancaman terhadap keselamatan jiwa diri dan keluarganya pun telah ia lalui.
Kini terserah kepada rakyat, mau menyikapinya sebagai akhir tontonan, atau tuntutan kepada para bangsat dan badjingan di negeri ini.
Bahkan terserah juga bila ingin terus menjadikannya sesembahan bak Berhala Kusta Berbau Busuk.
Terserah…!!
Dalam hatinya, mungkin Tifa hanya membatin, jika 1998 dulu kalian bisa menghancurkan Jenderal Besar Soeharto, dengan kekuasaan Angkatan Bersenjatanya yg sangat kuat, harta kekayaannya yg sangat banyak, anak-anaknya yg dilindungi oligarki dan ormas yang sangat beringas, apakah kini kalian hanya berupa cecunguk kerdil yang mengkerut dihadap Penjahat Plonga-Plongo Kudisan, dengan anak-anak belernya yg pandir dan songong itu…?
Dulu dengan ganas dan biadabnya kalian bakar pusat perbelanjaan, gedung bisnis dan perniagaan, toko-toko, serta kantor-kantor pemerintahan seantero nusantara yang menjadi tempat mencari nafkah saudara dan kerabat kalian sendiri, apakah kini kalian bagai orang lumpuh penyakitan didepan Bunker Penyimpanan Emas dan Berlian yang dirampok dan digarong dari hak-hak anak cucu kalian sendiri…?
Ah, Tifa sudah benar, ‘enough is enough’, perjuangannya cukup sampai disini, selebihnya terserah kalian mau bagaimana. Karena siapa yg sesungguhnya pecundang atau pemenang, diri kalian sendirilah yg menentukan dan memutuskan.
Selamat berjuang untuk kalian.
Salam waras..✊
Dulu kalo baca atau denger media asing puji-puji Presiden, gue ikut ngerasa bangga jadi WNI.
Sekarang?
Media luar negeri malah makin sinis terus soal Presiden Indonesia. Bukan sekali dua kali.
Seperti udah jadi lagu.
Gue sebagai oposisi ngerasa mulai terjadi ambiguitas aneh di dalam diri gue.
Satu sisi seneng karena posisi gue ternyata bener.
Satu sisi jengkel banget karena mau bagaimana pun pastilah ada rasa nasionalisme gue terus digoyang dengan pemberitaan sinis begitu.
Tapi ya mau gimana lagi?
Kalau realitanya Indonesia emang lagi sejelek itu. Gak bisa juga gue mau pura-pura “tetap bangga” atau “tetap membela” Indonesia cuma demi kelihatan nasionalis.
Itu nasionalisme palsu.
Awalnya pegang2 dulu, ujungnya borong. 😅
Tapi serius, merek sepatu lokal kita mmg sudah sebagus itu. Sudah berani bersaing dgn merek luar. Semua tumbuh dari kreativitas dan keberanian para pelaku usaha kita sendiri.
Punya rekomendasi sepatu lokal andalan? Taruh di bawah. 👇🏼
Dulu banyak yg bilang Dirty Vote berlebihan. Setelah terpilih… Negara justru membentuk semakin banyak kendaraan untuk mengelola uang publik. MBG, KDMP Agrinas Pangan Nusantara. Danantara. Masalahnya bukan sekadar besar atau kecil anggaran ratusan triliun yang sudah tersedot.
Media W Askar : Salah satu diskusi terbaik yg pernah saya lakukan, berulang kali tarik nafas panjang setelah diskusi ini selesai.
Tidak mudah berbicara di depan seseorang yg saya kagumi pendidikan, keilmuan & perjalanan hidupnya membangun demokrasi & keadilan hukum di Indonesia.