Jarang ganti tampon atau pembalut beresiko menyebabkan Kematian?
Ada kondisi penyakit namanya Toxic Shock Syndrome (TSS) (kasusnya jarang) secara mikrobiologi klinik terjadi ketika Staphylococcus aureus, yang secara alami mungkin terdapat di kulit atau vagina, mengalami pertumbuhan berlebih dan memproduksi toksin superantigen (terutama TSST-1) dalam lingkungan yang kaya akan darah, oksigen terbatas, dan tersedia magnesium dari darah menstruasi, yang terperangkap oleh pembalut atau tampon yang digunakan terlalu lama, toksin ini kemudian menempel langsung pada sel T sistem imun dan sel presentasi antigen, memicu aktivasi massif sel imun dan pelepasan sitokin dalam jumlah besar ("badai sitokin") yang menyebabkan kerusakan jaringan, kebocoran pembuluh darah, syok, dan kegagalan multi-organ. Pencegahan utamanya adalah dengan memutus siklus ini melalui penggantian pembalut atau tampon secara teratur (setiap 4-8 jam) untuk menghilangkan medium pertumbuhan bakteri, serta menggunakan produk dengan daya serap minimum sesuai kebutuhan untuk mengurangi ketersediaan darah dan oksigen yang mendukung produksi toksin.
SEMUA
I repeat,
SEMUA
zat yg kita konsumsi itu ada yg namanya LD50 (Lethal Dose, 50%) atau dosis dimana 50% populasi binatang percobaan yg kita kasih itu meninggal.
LD50 eugenol
- Mice (Oral): >1,500 mg/kg body weight (bw)
- Rats (Oral): >2,000 mg/kg bw (OECD Guideline 423)
Makanan yg umum kita konsumsi sehari2 saja kalo dikonsumsi dalam jumlah banyak jg bersifat lethal.
Contoh:
LD50 kafein adalah 150-200mg/kg berat badan. Jika berat badan manusia rata2 misalkan 70-80kg, maka dosis kafein sekitar 10 gr s/d 16 gr itu bisa mematikan.
1 gelas kopi (sekitar 230-240ml) mengandung kurang lebih 95 mg kafein yang berarti kalo kita minum 105 gelas kopi (24 liter kopi) sekaligus, maka kandungan kafeinnya cukup tinggi untuk mencapai LD50.
Kesimpulannya apa?
Lebih kritis dalam menyingkapi informasi seperti ini, jangan ditelan bulat2.