@triindonesia@CareIM3 set dah... ada blindspot di Medan, saat ini masih ketahuan derah Jalan Darussalam radius sekitar 500-700 m ngga bisa internetan.. sinyal 4G penuh tapi useless... ini hari ke 2...
Pada dasarnya sih lebih karena di dalam negeri ini mencla menclenya banyak... di luar negeri itu jelas... Salah arah jadi budak, benar jalannya ya sejahtera... Dalam negeri itu jika a maka b apabila c-z terpenuhi kalau a-z dan diperlukan biaya a-z agar a maka b
*Angka tidak berbohong
#KaburAjaDulu
Kalian masih ribut2 soal bagusan kerja di LN atau di dalam negeri? Aduh.
Coba lihat tabel hitung2an ini. Mari kita bandingkan. Gaji, sy pakai angka bagus. Di LN dapat 20 juta (Jepang/Korea), itu bagus utk pekerja kasar. Di dalam negeri, gaji 4 juta juga bagus. Di Jawa Tengah, Yogya, UMP itu cuma 2 jutaan. Bahkan di Jabodetabek yg UMP 5 juta, buanyak yg real gajinya dibawah itu, ada yg cuma 1,5 juta. Jadi mari ambil angka sama2 tinggi.
Biaya makan, di LN pakai Rp 70.000 sekali makan. Di dalam negeri, cuma Rp 15.000. kost/kontrak ambil angka paling realistis hemat. Transport, biaya lain2 juga paling hemat. Lantas apa kesimpulannya?
Mau kalian jungkir balik otak-atik angkanya, kerja di LN akan selalu potensial saving lebih tinggi secara nominal. Bahkan jika biaya hidup di Indonesia ditekan semurah mungkin, saving rate naik, tetap saja tabungan secara nominal di LN unggul. Itulah kenapa pekerja restoran fast food di Australia, buruh kasta rendah di sana, bisa liburan ke Bali, Lombok, sementara pekerja restoran fast food di Indonesia, nggak kuat liburan ke Australia. Paham?
Tapi pajak di sana kan tinggi, bisa 50-60%? Memang. Tapi informasimu kurang banyak. Di LN itu juga ada PTKP, dan nilainya lebih tinggi dibanding PTKP Indonesia. Di sana juga ada tarif progresif, yg angkanya juga kadang lebih menarik bagi pekerja kasar. Di Indonesia PTKP 60 juta misalnya sudah happy, di LN angkanya bisa lebih tinggi. Dan layer pajak 5-10% itu kompetitif. Kamu sih fokus ke layer 50-60%, kayak Menteri yg nakut2in di LN pajak tinggi.
Dan lebih asyik lagi, pajak di LN itu jadi sesuatu, transportasi publik murah, akses kesehatan bagus, pendidikan bagus, dll.
Paham?
Tapi, itu benar, kalau bisa milih ya Allah, tetap lebih enak kerja di dalam negeri, asal gajinya versi LN, dan pejabat pemerintahannya juga dari LN. Enaaak banget. Bisa ditukar nggak itu pejabat2 lokalnya, yg hobi banget plop plop totot?
*Tere Liye, penulis novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar"
@pertamina135 Tolong SPBU 14201192 ini sebenarnya bagaimana? Di aplikasi MyPertamina tertera support MyPertamina tapi kenyataan mereka ngga terima pembayaran dengan MyPertamina, gimana ceritanya itu... Isi motor ngga terima, mobil juga ngga... Ah gimana sih..
@Heraloebss Sory tai kucing !!! Yg mengaku2 papua itu wilayah nusantara itu kalian !!! Leluhur org papua yg jaga tanah kaya ini ribuan tahun. Sampe org2 rakus seperti kalian datang hanya modal perjanjian di atas kertas.. Babi anjing ko..
@irwndfrry Ayah saya juga di vonis kanker, tapi setelah matang dipikirkan... Kami putuskan untuk menunggu saja... Kami jalani hari seperti biasa... Kecuali punya uang jika memang kanker maka lebih baik tidak perlu menjalani pengobatan... Cukup jalani hidup selagi bisa
@kikysaputrii Kak saran... Soalnya ada kakak sebut BERAK SEKEBON wkwkwkwk..kotoran apalagi kotoran kucing ada 2 solusi, hindari atau lewati...Jangan diperhatikan, disentuh apalagi diendus, not worthylah... wasting ur time... Terpaan angin terasa wajar karena tingginya pohon itu.
@VELLIONX@Arie_Kriting Jangan diterangkan... Jadi ngga seru... Menjelaskan satire atau sarkasme itu seperti spoiler sebuah cerita, bisa dinikmati tapi seperti menikmati gorengan kemarin