STRATEGI DIGITAL KITA BUAT BESOK:
1. kalo ada influencer atau buzzer yg mau mecah massa dengan alasan apa pun: ✨jangan kasih panggung✨
social media itu pake currency yg namanya "perhatian" dan "engagement". jadi jangan like, jangan repost, jangan reply hujatan atau hate comment. diemin ajah sumpah
Karena kalo direply, jadinya pengalihan isu lagi misal kayak "kasian influencer A dikeroyok" nanti lupa dah sama mengawal putusan MK
Kalian bangun istana megah&ibu kota baru dgn pernik2nya. Kalian buat upacara megah dgn 87M. Tp laku kalian merobeknya, hari2 ini kalian makin pongah. Tak perlu ajari kami hormat bendera dan berbaris yang benar. Kami akan perbaiki&jahit kembali merah putih itu, di hadapan kalian!
Demokrasi bs dipakai utk membunuh demokrasi dan hukum. Korupsi bs dilakukan melalui cincai di lembaga demokrasi. Hitler yg akhirnya lenyap tanpa kuburan, membangun kediktatorannya melalui lembaga2 demokrasi dgn koersi. 93 tahun lalu Bung Hatta mengingatkan kita ttg itu. 🙏
Guys, kalau ada yg ngepost kontra narasi, baiknya cuekin aja.
Nggak usah engage.
Kita fokus amplifikasi isu kita.
Di X ini mata uangnya impresi.
Kalau kita engage, making banyak impresi mereka, makin banyak yg baca pesan mereka (termasuk orang yg mungkin masih bingung juga).
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
#TempoThread
MK Beraksi, DPR Berstrategi
Mahkamah Konstitusi mengubah ambang batas pencalonan, tapi DPR ngotot cari celah!
Inilah "manuver" DPR menganulir putusan MK..
A Thread