Tadi ada guru yang mengunggah ini di Facebook. Tulisannya panjang, saya sampai gak tega membacanya.
Negara ini selalu kekurangan uang untuk guru. Tapi untuk MBG, KDMP, dan tukin militer, ternyata ada banyak sekali uangnya.
dunia semelelahkan ini, rugi kalo bukan surga ujungnya. biar gak cuma dapat lelah, jangan lupa sertakan niyyah.
"ya Allah, aku niat kerja untuk memaksimalkan potensi kehidupan, dan menjemput rezeki-Mu"
"ya Allah, aku mau makan untuk bisa punya tenaga utk beramal" dsbnya.
let him do him.
biarin cowo ngelakuin apa yang rasanya dia perlu, kalo dia gaa mau bales chat kamu sampe ber jam-jam yauda biarin. kalo dia ga ngajak kamu meet up, hang out or make plans with you, biarin aja, itu kan pilihan dia. cowo itu akan berusaha melakukan apa yang emang dia mau lakuin. kalo dia mau ketemu, mau ngobrol, atau emang pengen deket sama kamu, ya dia bakal lakuin itu gimana pun caranya biar kamu luluh.
jadi jangan maksain diri buat dapetin perhatian dan waktu dia ya, karna tanpa kamy minta kalo emang dia beneran peduli dia bakal nunjukin usahanya dia.
Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv
Abis nemu tulisan bagus banget✨️✨️
"Apa yg tidak sampai ke telingamu, itulah cara Allah menjagamu. Apa yang sampai lewat mulut orang lain, itu cara Allah mengujimu. Dan apa yang sampai langsung dari pelakunya itulah cara Allah beri kesempatan agar hatimu belajar memaafkan."
Intinya ga ada satu pun takdir Allah yang buruk, semua baik dan semua ada hikmahnya.
🚨 AKSI #DEMO di KEJAKSAAN AGUNG RI oleh Pimpinan Pusat Hima Persis.
📢 Tuntutan aksi:
• Sahkan UU Perampasan Aset.
• Evaluasi kinerja penegakan hukum.
• Berantas korupsi tanpa tebang pilih.
• Wujudkan transparansi dan akuntabilitas aparat penegak hukum.
• Tegakkan supremasi hukum secara adil bagi seluruh rakyat.
Hal-hal yang terlihat seperti cinta :
1. Sleepcall.
2. Fast respon.
3. Long text.
4. Kirim makan/minuman.
5. Obsesi.
6. Kado dan uang.
Hal-hal yang sebenarnya cinta itu :
1. Respect.
2. Support.
3. Kepercayaan.
4. Validasi.
5. Komitmen.
6. Memaafkan.
7. Toleransi.
8. Komunikasi.