Keluarga Korban Penembakan menuntut Pertanggungjawaban dari Keluarga OPM, dan mengancam akan membuat perhitungan
OPM untuk Kemerdekaan Papua itu omong kosong! Mereka adalah musuh Orang Asli Papua yang sesungguhnya
İki kardeş, köyde yaşayan babaannelerinin herkesten gizlediği sandığın anahtarını alarak sandığı açtı. İçeride yılan derisi üzerine çizilmiş semboller ve bir tılsımla karşılaşan kardeşler, gördüklerinin ne anlama geldiğini araştırmaya başladı.
Terima kasih banyak, TVRI. Selayaknya seperti dokumenter Pesta Babi, lewat konten ini lagi-lagi kami disuguhi dokumentasi yang menayangkan fakta, bahwa pejabat negara kita (sangat) goblok dalam memilih prioritas.
Dalam video yang diunggah ke YouTube oleh seorang pria Jepang pada April 2026, terlihat para mucikari di Lokasari berulang kali meneriakkan kata “Seventeen” dan “Perawan” untuk mempromosikan prostitusi anak. Bukti nyata bahwa praktik prostitusi anak merajalela di Lokasari.
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA
Seorang pedofil berseragam layaknya parcok diajak olahraga jantung oleh orang tua & warga disekitaran komplek Chandra Lama, Kota Bekasi.
Pelaku kerap melakukan pelecehan kpd anak kecil perempuan dibawah umur di pos polisi sekitar komplek dgn modus memberi uang jajan.
Bakar!