ππππππ πππππ πππ πππ ππππππ. Menyelinap keluar tanpa restu tuannya lewat sela-sela pintu yang beradu. Ia hendak mengadu, bibirnya basah terus tersulut. Pilu.
Nasibku diayun-ayun sedang isi kepala setengah runtuh. Kutukar! Akan kutukar! segala sakit dengan sakti melukis senyum semu. MAMPUS KAU.
α
α α
α
α
α
πΊπ¬πΉπ¨π»-πΊπ¬πΉπ¨π» πͺπ¨π―π¨ππ¨ πππππππ-ππππ ππππ di atas lembah berair sempurna, bening dan tenang bermukanya. Namun tak satah pun kata melekat sebab aman terbelenggu di dalamnya, tentram itu palsu adanya.
α
α α α α
α
α
α α
οΈοΈ οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
Aku nggak tahu harus merasa miris sama hidup atau menertawakan diri sendiri yang sekarang baru pulang setelah lembur. Kalau besok aku nggak ngantor tandanya aku terkapar.
γ € οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
Ya, hari Selasaku tidak menyenangkan. Entah sudah ke berapa kalinya aku lembur demi pekerjaanku, bahkan aku sudah tak dapat membedakan antara dedikasi dan romusha.
γ € οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
πΊπ¬π³π¨πΊπ¨-ku jauh dari kata menyenangkan. Rasanya jatah satu tahun ketidakberuntungan βtlah ku gunakan seharian penuh. Helaan nafas panjang kembali lolos bilabialβ entah sudah keberapa kalinya yang mengundang komentar seorang kawan.
γ € οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
@outer_cosmo οΈοΈ οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ
Sarala Rajni, 1999. Bunda maunya aku jadi dokter, tapi cita-citaku waktu kecil ingin jadi guru tk.
γ € οΈοΈ
οΈοΈ οΈοΈ