Reading the discourse around Marjane Satrapi makes me want to delete my comic and story premises because making gay smut that talked about Indonesian homophobia can definitely be read as 'manufacturing consent ' , like how people see Persepolis now. Fuck it. Don't make art
Masih sakit hati banget sih kalau disuruh ngejaga ortu yang milih si itu, terus ngebakar sepuluh tahun gambar/kolase, buku queer aku.
Pengen banget beneran putus kontak biarin mereka mati sendiri atau akunya yang bunuh diri sendiri. Persetan
@zulways Is this not the same logic as 'drags are misogynistic because it came from theatre history of men playing women roles because actresses were too scandalous for the theatre'?
The problem with 'everything is political' discourse that it doesn't put account on how... complicated humans are. To say that her biography manufactured consent towards middle east colonialism while ignoring her feeling detached to Western apathy means no haven't read/watch it
Marjane Satrapi made a career out of proliferating orientalist western caricatures of her own people. While Satrapi cashed in on racist campaigns thinly veiled by anti-patriarchal rhetoric calling for 'regime change' in Iran, she never once used her platform to speak out against the ongoing existential threats presented by Western powers against Palestinian, Lebanese, Iranian and ALL other Muslim women in West Asia. It's a fitting end for someone who remained blithely silent through three years of genocide in the region that raised her to literally die of grief over the loss of one gangly Swedish white guy.
ini bukan sesimple "berani" sih
justru karena udah sempet ngelawan ke atas tapi gagal dan dibredel abis-abisan jadinya ngerasa impoten ga bisa ngerubah the ruling class
akhirnya semangat ngerubah negaranya malah disalurin punching down lah jadi yang marginal lagi yang kena
@RioRichocho Secara naratif agak susah percaya juga pada Barat yang 1.punya sejarah kolonialisme. 2. pilih kasih soal HAM (ada alasannya kenapa pinkwashing itu efektif)
Sok laki yang keliatan konyol di negara pertama jadi keliatan simpatik di negara ketiga yang lemah tapi ngerasa harus gagah
@mesheviksus2 Sayangnya ada argumen bahwa yang sekarang disebut islamisasi juga dampak sampingan dari runtuhnya orba. Orba mematok agama menjadi patuh terhadap negara, dan penekanan lama ini membuat ekspresi agama menjadi pelampiasan.
@Billy_Naravit Kalau ada organisasi di luar yang dilibatkan harus tebal muka sih, karena mental Indon itu kalau tinggal dicerca terus, kalau pergi dibilang antek asing blablabla.
@astra_cappucina Imho, but I don't trust Human Rights as an enforced law, because the judge and jury came from colonizer background. Like, how long did it took United Nations to actually call what Israel has been doing a genocide? Very long. Often than not, it's a self interest organisation
Setengah diri pengen berkarya sebanyak mungkin mumpung memiliki pekerjaan yang menafkahi kosan sendiri sehingga bebas membuat apa aja walau dalam ruang 2x1.5 meter. Tapi setengahnya lagi bodo amatlah, aku udah kirim komik ke sebagian kenalan dan ga ada respon atau arah.
https://t.co/2JjDqpgXdN
i am not educated in sewing. Covid forced me to handsew because I ain't gonna spend 300 ribu for facemask. I handsew and cutting old shirts for masks. And after that, she made me brave to try further