Ilmuwan dari Anglia Ruskin University, Inggris, mengungkap rebung (tunas bambu) berpotensi jadi superfood baru.
Rendah kalori tapi kaya serat (6–8 g/100 g), protein, vitamin A, B6, E, serta mineral kalium, tembaga, dan zat besi.
Manfaatnya: melancarkan pencernaan, turunkan kolesterol, kontrol gula darah, antiinflamasi, probiotik, bahkan berpotensi antikanker.
Peringatan: Harus diolah dengan benar, kalau salah bisa beracun.
Di Indonesia, rebung udah jadi menu klasik- dari lodeh, gulai, urab iwung santen kuning, oseng, sampai lumpia rebung yg endul.
Kalian sering makan rebung juga?😊
Pernah lihat yang putih-putih seperti kapas di balik daun? Kalau dipencet lembek pecah berwarna merah.
Jangan buru-buru panik.
Tapi jangan pula di remehkan.
Ini pengendaliannya. 👇
سخنگوی قرارگاه مرکزی خاتمالانبیا خطاب به آمریکا: اسم شکستتان را توافق نگذارید. نه خبری از سرمایهگذاریهایتان در منطقه خواهد بود و نه قیمت سابق انرژی و نفت را خواهید دید.
تا موعدی که اراده ما نباشد، هیچ وضعیتی به روال سابق برنمیگردد،
🚨 LEAKED: CCTV footage captures the moment an Iranian missile fell near Dimona Nuclear plant hitting a facility in Negev, southern Israel.
Shoutout to whoever is leaking this footage.
🇮🇶🔥 Irak secara resmi memasuki perang melawan AS; pemerintah Irak memberi wewenang kepada Pasukan Mobilisasi Populer untuk membalas serangan AS dan Zionis di Irak.
7 topik wajib paling sering di bahas:
1. Rencana masa depan (visi hidup, karir, kapan mau nikah)
2. Keuangan (penghasilan, tabungan, gaya hidup, utang, tanggungan keluarga)
3. Nilai & prinsip hidup (agama, cara mendidik anak, pandangan tentang rumah tangga)
4. Kompatibilitas karakter (cara menyelesaikan masalah, komunikasi, toleransi)
5. Rencana keluarga (mau punya anak berapa, timing, dll.)
6. Hubungan dengan keluarga masing-masing (orang tua, saudara)
7. Keseriusan & komitmen (mau exclusive atau masih santai)
in general pembantaian 65-66 menyebabkan matinya banyak ragam budaya dan religi di jawa karena identitas abangan akar rumput (aka bukan kebatinan monistik ala keraton/soeharto/elit militer) diasosiasikan dengan PKI dan diberantas
_PEMBANGUNGAN KARAKTER FIKSI_
Krn banyak bgt yg pengen belajar menulis fiksi, aku jdi semangat sekali berbagi. Next, aku ajarin cara brainstorming tokoh fiksi ya. Krn karakter tuh penting bgt dlm membangun dialog (kmrn ada yg tanya gmn caranya bikin dialog yg natural, ya natural itu hrs sesuai karakternya).
Mengapa Ternate tidak pernah menerima kekuasaan Spanyol?
Karena orang2 dari Peru, Meksiko dan Filipina tiba di Maluku bersama orang Spanyol, dan mereka memberi penduduk Ternate informasi tentang kekuasaan Spanyol.
Ternate tidak ingin menjadi Kristen dan ingin merdeka
✍️1607
Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian Di Tengah Perlawanan Terhadap Amerika dan Zionis
Oleh: Nazaruddin
Ketika rezim Bashar al-Assad akhirnya tumbang pada tahun 2024, dunia Islam tidak hanya menyaksikan pergeseran kekuasaan, tetapi juga ledakan euforia sektarian yang sistematis. Slogan-slogan seperti “Syiah telah kalah!” atau “Iran telah hancur!” bergema di media sosial. Narasi ini sengaja dibenturkan dengan tragedi Gaza untuk menciptakan kesimpulan menyesatkan: “Jika Israel membantai puluhan ribu rakyat Gaza, maka Iran telah membantai ratusan ribu rakyat Suriah.”
Sebuah angka yang fantastis, namun menyembunyikan kompleksitas sejarah yang jauh lebih gelap. Apakah Suriah murni panggung pembantaian sektarian, ataukah ia adalah "laboratorium" perang proksi global di mana semua tangan berlumuran darah?
Revolusi yang Dibajak: Dari Demonstrasi ke Perang Global
Konflik Suriah (2011) dimulai sebagai gerakan sipil pro-demokrasi, serupa dengan Tunisia dan Mesir. Namun, sejarah mencatat bahwa sejak 2012, protes damai ini dengan cepat dipersenjatai oleh intervensi asing.
Bukti sejarah menunjukkan bahwa Operasi Timber Sycamore (program rahasia CIA bersama Arab Saudi) menggelontorkan miliaran dolar senjata dan dana untuk menggulingkan Assad.
Di saat yang sama, Turki membuka perbatasan bagi ribuan pejuang asing, sementara Qatar dan UEA mendukung faksi-faksi yang berbeda. Akibatnya, kelompok moderat tersingkir, dan panggung dikuasai oleh kelompok garis keras seperti Jabhat al-Nusra (Al-Qaeda) dan kemudian ISIS.
Membedah Angka "Ratusan Ribu Korban"
Propaganda Wahabi sering kali melemparkan angka 500.000 hingga 600.000 korban jiwa di Suriah seolah-olah semuanya adalah warga sipil Sunni yang dieksekusi oleh militer Iran atau Hizbullah. Fakta di lapangan jauh lebih abu-abu:
• Korban di Semua Sisi: Data dari Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menunjukkan bahwa dari total korban tewas, ratusan ribu di antaranya adalah tentara pemerintah (yang mayoritasnya juga berlatar belakang Sunni) dan milisi pro-pemerintah.
• Kejahatan Kelompok Pemberontak: Ribuan warga sipil tewas akibat bom mobil ISIS, eksekusi massal oleh faksi jihadis terhadap warga yang dianggap "murtad", serta pengepungan kota-kota pro-pemerintah (seperti Fua dan Kefraya) oleh kelompok pemberontak.
• Intervensi Udara: Sebagian besar kehancuran infrastruktur dan korban sipil merupakan akibat dari serangan udara masif Rusia dan koalisi pimpinan AS dalam operasi melawan ISIS di Raqqa dan Mosul.
Menyebut Iran sebagai "satu-satunya" pelaku pembantaian adalah bentuk distorsi sejarah yang mengabaikan bom-bom yang dijatuhkan oleh jet-jet Barat dan kekejaman ekstrimis berbaju agama.
Kontradiksi Narasi Gaza vs Suriah
Pasca pecahnya perang Iran–Israel sejak 2024, narasi "Gaza vs Suriah" digunakan untuk mematikan simpati umat terhadap poros perlawanan terhadap Israel. Kelompok sektarian membangun logika: “Jangan tertipu bantuan Iran ke Palestina, karena mereka membantai saudara kita di Suriah.”
Ini adalah perbandingan yang cacat logika (false equivalence):
• Status Konflik: Di Gaza, terjadi Genosida oleh kekuatan penjajah (Israel) terhadap penduduk (rakyat Palestina). Di Suriah, terjadi Perang Saudara Multi-Pihak yang melibatkan puluhan negara dan ribuan milisi.
• Tujuan Politik: Iran masuk ke Suriah untuk mempertahankan koridor logistik ke Lebanon (Hizbullah) guna menghadapi Israel. Sementara negara-negara Teluk masuk ke Suriah untuk memutus koridor tersebut, meski harus bekerja sama dengan kelompok teroris.
• Hasil Akhir: Pihak yang paling diuntungkan dari hancurnya Suriah dan melemahnya Iran bukanlah umat Islam Sunni, melainkan Israel. Dengan hancurnya Suriah sebagai negara berdaulat, Israel merasa lebih aman dalam menduduki dan mengontrol Dataran Tinggi Golan.
Musuh Kita Bukan Mazhab, Tapi Tirani dan Fitnah
Ketidakadilan Bashar al-Assad sebagai diktator adalah fakta. Namun, menggunakan kekejamannya untuk membenarkan kebencian terhadap satu mazhab (Syiah) adalah jebakan adu domba.
Sejarah mencatat betapa mudahnya umat Islam dipecah. Saat Irak dihancurkan Amerika Serikat pada 2003, narasi sektarian digunakan untuk memicu perang saudara. Saat Suriah membara, narasi yang sama digunakan untuk melupakan Palestina. Kini, saat Iran menjadi satu-satunya kekuatan regional yang berani melakukan serangan militer terbuka terhadap Israel dan aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah, narasi "Pembantai Suriah" dimunculkan kembali sebagai alat penangkal agar umat tidak bersatu di bawah isu Al-Quds.
Melampaui Dendam Buta
Kita tidak perlu menjadi pembela Assad untuk bersikap adil. Kita hanya perlu jujur pada sejarah bahwa kehancuran Suriah adalah dosa kolektif: dari rezim yang represif, oposisi yang menjual kedaulatan pada asing, hingga negara-negara donor yang membiayai radikalisme.
Umat Islam harus berhenti melihat dunia melalui kacamata "Sunni versus Syiah" yang disodorkan oleh mimbar-mimbar yang didanai oleh kepentingan geopolitik tertentu. Jika kita terus terjebak dalam dendam Suriah yang diputarbalikkan, kita akan terus kehilangan Gaza dan tercerai berai. Dan pada akhirnya, kita akan kehilangan masa depan peradaban Islam itu sendiri.
--
Note:
-sumber: https://t.co/BUsXCDPhvs
-Yang mau lebih memahami apa yang terjadi di Suriah, bisa membaca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo (free download di https://t.co/eTGq7YAqPy)
⚡️🚨Iran responds on the Negotiations allegations:
"You have reached a stage where you are negotiating with yourselves"
🚨The spokesperson of the Central Khatem-al-Anbia Headquarters addressed the US, saying: Do not call your defeat an agreement
🔹There will be no news of your investments in the region, and you will not see the former price of energy and oil.
📍 Iran | 📅 24/03/2026