“pihak kampus menyayangkan…” yaelah dr dulu jg undip begini. makanya klo ada aduan ks digubris dong, giliran mahasiswanya yg bertindak lu juga yg geter dip undip.
@smoliecar Liat aja komen2 di ig fakultas FIB, orang2 latah yang gk crosscheck informasi, dan kayaknya emang gk mau dihapusin sama admin sosmednya biar buat pembelajaran
@tanyarlfes https://t.co/jGMNkiA4Ql pelaku KS ini, orang2 udah dongkol digebukin akhirnya. Gk membenarkan kekerasan juga tapi emang itu kampus kalo KS lambat penangannya
Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Arnendo (20), korban kekerasan oleh sekitar 30 temannya, ternyata sebelumnya dilaporkan ke kampus atas dugaan pelecehan. Tiga mahasiswi disebut telah melaporkan Arnendo ke dekanat sebelum peristiwa kekerasan terjadi.
Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut Arnendo telah dilaporkan oleh tiga mahasiswi terkait dugaan pelecehan.
"Ya, kami menerima laporan dari pihak dekanat bahwa yang bersangkutan diduga melakukan pelecehan terhadap tiga mahasiswi," ujar Nurul kepada kumparan, Rabu (4/3).
Nurul menjelaskan dalam laporan tersebut disebutkan Arnendo telah diperingatkan berkali-kali, namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal ini yang kemudian disebut menjadi pemicu kemarahan dari teman-temannya.
"Laporan tersebut menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah diperingatkan berkali-kali, namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan dari teman-temannya," jelasnya.
Meski demikian, pihak kampus menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh sesama mahasiswa. Universitas Diponegoro menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan, tidak dapat ditoleransi dan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak kampus juga menyatakan akan memberikan pendampingan dan perlindungan kepada korban dugaan pelecehan.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Arnendo (20), korban kekerasan oleh sekitar 30 temannya, ternyata sebelumnya dilaporkan ke kampus atas dugaan pelecehan. Tiga mahasiswi disebut telah melaporkan Arnendo ke dekanat sebelum peristiwa kekerasan terjadi.
Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut Arnendo telah dilaporkan oleh tiga mahasiswi terkait dugaan pelecehan.
"Ya, kami menerima laporan dari pihak dekanat bahwa yang bersangkutan diduga melakukan pelecehan terhadap tiga mahasiswi," ujar Nurul kepada kumparan, Rabu (4/3).
Nurul menjelaskan dalam laporan tersebut disebutkan Arnendo telah diperingatkan berkali-kali, namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal ini yang kemudian disebut menjadi pemicu kemarahan dari teman-temannya.
"Laporan tersebut menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah diperingatkan berkali-kali, namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan dari teman-temannya," jelasnya.
Meski demikian, pihak kampus menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh sesama mahasiswa. Universitas Diponegoro menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan, tidak dapat ditoleransi dan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak kampus juga menyatakan akan memberikan pendampingan dan perlindungan kepada korban dugaan pelecehan.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
kalo dia beneran ks, undip yang perlu bebenah (internal) dan polri. SELAMA GW KULIAH DI UNDIP, pelaku KS gada yg benar2 di tindak tegas, paling cm viral abis itu kuliah ky biasa? haha hihi lagi di kantin, undip gaberani tegas kah ke pelaku KS? makanya jd pada main hakim sendiri
@valdo__13 @UNDIP_FESS Yang dibahas kan seputar anak, jadi gk perlu melebar ke keluarga. Dan gk ada narasi seputar menerima / menolak cancel culture kan? So?
“kuliah jurusan apa?”
“kriminologi, tan…”
“kerja apa nanti?”
aku terdiam.
tante bertanya, “lulus jadi poli—“
“gak, tante. tante tau gak? kejahatan white collar terjadi tanpa kita ketahui. kita semua korban.”
tante terdiam. nenek merakit molotov, bersiap untuk revolusi.
Sejarah berulang, pertama sebagai tragedi, kedua sebagai lelucon -Karl Marx
Dan lelucon itu yang mengakibatkan penderitaan struktural. Alih alih lepas dari belenggu masa lalu malah memilih untuk terjun ke noda yang kelam lagi