April 10, 1961 (Panchgani) Young Farrokh Bulsara writes a letter to his parents:
Dear Mum and Dad,
I'm so glad that you agreed to let me have piano lessons. I’m really enjoying it. Mrs. Smith is very nice and I'm making good progress, she says. I’m practicing a lot and really like every minute of it. But I have to tell you about something else. Bruce Murray had the idea to form a band and asked me if I wanted to be in it. We will call ourselves The Hectics. In addition to Bruce and myself, Victory Rana, Derrick Branche, and Farang Irani will be in the band.
Tomorrow we will meet for our first rehearsal. I’m very excited about this!
Love, Farrokh
Source: Freddie Mercury - The Untold Story (A documentary including interviews with his family)
Freddie later said: “I took piano lessons at school and really enjoyed it. That was my mother’s doing. She made sure I stuck at it and I did it up to grade four classical, practical and theory. At first I kept up the lessons because I knew she wanted me to, but then I really grew to love playing. I basically play by ear and I can’t sight read at all. I don’t need it. I leave that to the others. It’s not like Mozart, is it?”
#FreddieMercury #Queen
Percakapan 🇮🇩 🇰🇷
🇰🇷: "UMR mu rendah sekali”
🇮🇩: “Ya gak pa pa… nilai manusia tidak dihitung dari gaji. Kalau dihitung dari tawa dan persahabatan, kami termasuk negara maju.” 😄
🇰🇷: “Kamu tidak marah saya mengejek negaramu?”
🇮🇩: “Marah itu mahal. UMR kami rendah, jadi kami pilih ketawa dan berteman.” 😂
🇰🇷: “Miskin begitu, kenapa kamu tetap bela negaramu?”
🇮🇩: “Karena kami ahli mengubah ejekan jadi lelucon… dan lelucon jadi perdamaian.”
🇰🇷: “Kenapa kalian marah soal meme monyet? Itu cuma bercanda.”
🇮🇩: “Oh kami tidak marah. Kami cuma heran… monyet saja tahu hidup di hutan itu rukun. Masa manusia kalah sama monyet?” 😄
🇰🇷: “Itu cuma gambar monyet di internet.”
🇮🇩: “Iya. Dan internet juga mengajarkan satu hal: yang paling cepat berevolusi bukan monyet… tapi rasa hormat.” 😂
🇰🇷: “Kamu tersinggung dipanggil monyet?”
🇮🇩: “Tidak. Kami cuma berharap semua orang naik level, dari saling melempar meme… ke saling melempar senyum.”
🇰🇷: “Kenapa di negaramu sering mati listrik?”
🇮🇩: “Supaya kami ingat… bintang masih gratis ditonton. Dan kadang gelap itu cuma cara alam menyuruh manusia istirahat dari perang komentar.” 😄
🇰🇷: “Mati listrik pasti merepotkan, ya?”
🇮🇩: “Iya. Tapi, saat lampu padam, tetangga malah saling ngobrol. Jadi… listrik padam, persahabatan menyala.” 😂
🇰🇷: “Kalau mati listrik kamu tidak kesal?”
🇮🇩: “Sedikit. Tapi itu latihan bagus. Kalau bisa sabar menghadapi gelap, apalagi cuma menghadapi komentar rasis kalian.”
🇰🇷: “Kenapa kamu santai dibilang jelek?”
🇮🇩: “Karena kalau kecantikan ditentukan wajah, cermin sudah jadi raja dunia. Untung yang memimpin masih manusia.” 😂
🇰🇷: “Tapi kamu tidak ingin lebih cantik?”
🇮🇩: “Ingin dong. Makanya kami operasi yang paling susah: memperbaiki hati. Dokternya pengalaman, biayanya cuma saling menghargai.” 😂
🇰🇷: “Kamu tidak mau oplas biar cantik?”
🇮🇩: “Kami mau oplas… tapi yang dioperasi dulu timeline internet. Biar yang keluar bukan hinaan, tapi humor dan damai.” 😄
🇰🇷: “Serius, kamu tidak takut dibilang jelek?”
🇮🇩: “Tidak. Takut itu kalau hati jelek. Wajah jelek masih bisa ditutup kamera… hati jelek bocor ke mana-mana.” 🤣
🇮🇩: “Dan kalau suatu hari dunia sibuk menilai wajah satu sama lain, semoga masih ada yang ingat, bahwa yang paling indah dari manusia bukan apa yang terlihat… tapi bagaimana ia membuat orang lain merasa dihargai.”
Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, keduanya berumur 60 tahun, meninggal dunia karena kedinginan di Puncak Cartens, dekat Timika, Papua. Lilie perancang busana di Bandung, Elsa dokter gigi di Jakarta. Mereka alumni SMA Dempo Malang tahun 1984 https://t.co/InLFkMKwt7
Ada account sosmed yang mencemarkan nama baik saya dan menuduh saya sebagai pendukung “Zionisme”. Mereka memperlihatkan 2 posting dari account X saya (sebelumnya Twitter) tahun 2015 dan 2016 di mana saya berkomentar lewat live Tweet tentang Eurovision Song Contest.
Kala itu saya memberi komentar kepada hampir dari 42 negara yang berpartisipasi dalam acara TV tersebut. Salah satu negara yang saya komentari adalah Israel.
Di posting yang sama mereka juga mempublikasikan saat saya menjadi juru bicara para juri Prancis tahun 2023, yang memberikan point ke Israel, tetap di acara Eurovision Song Contest yang disiarkan secara langsung di TV.
Berpartisipasi dalam acara sebesar Eurovision Song Contest dan melakukan live Tweet tentang acara tersebut di mana saya mengomentari lagu-lagu dan penyanyi dari banyak negara termasuk Israel, TIDAK MEMBUAT SAYA JADI PENDUKUNG POLITIK ISRAEL.
Saya berbicara dalam konteks musik, tapi postingan mereka jelas keluar dari konteks musik tersebut untuk membuat saya menjadi target kebencian.
Manipulasi fakta dan pencemaran nama baik ini akan dilaporkan berdasarkan UU ITE lewat anggota hukum.
Di tengah konflik dunia, saya selalu menjunjung tinggi kemanusiaan.
Saya tidak pernah mendukung politik Israel terhadap Palestina!
Anggun
THREAD
Kisah sedih Kakek Adam AS
*Cium tangan ke Kakek kita semua Kakek Adam AlayhisSalaam*
Ibnu Abbas berkata:
"Selama 300 tahun Adam di bumi, ia tidak pernah melihat keatas karena malu kepada Allah Ta'ala, ia terus berdiam diri sembari menangis selama kurang lebih 100 tahun.
Maka tumbuhlah rumput-rumput dari tetesan air matanya, burung-burung beserta hewan-hewan buas juga meminum tetesan air matanya itu."