@sipalinglogstic Bisa kasih contoh real untuk order cost kah? Apakah itu ongkos kirim barang?
Bagaimana kalau ongkir ditanggung vendor? Order cost apalagi yg muncul?
@sipalinglogstic Yg no 1 bukannya sudah ada dan sudah berjalan? Seperti lalamove, deliveree atau sistem trucking?
No 2 itu apakah seperti 3PL maksudnya min?
Kalo kamu mau belajar Supply Chain, ini cocok nih.
Kemarin ada yg share buku ini di Linkedin.
Judulnya “End-to-End Supply Chain — The Complete Reference.”
Uniknya buku ini kayak cerita (dan ini emang niat penulisnya): dari Part I sampai Part XX, semua konsep ditempelin ke SATU perusahaan fiktif yg sama — Nile Beverages, pabrik minuman non-alkohol, dengan produk andalan NB-ORG-500 (minuman rasa jeruk 500ml). Jadi kamu ga baca 20 topik sendiri2, tapi ngikutin 1 produk yg sama: mulai dari cart customer, mundur ke supplier concentrate di luar negeri, muter lewat pabrik & gudang, sampe balik lagi ke rak supermarket — bahkan sampai skenario recall di bab reverse logistics.
Alurnya persis ngikutin gimana barang & informasi beneran gerak.
Part I dia tulis definisi Supply Chain yg sering ketuker sama Logistics/Operations/Procurement, plus framework Plan-Source-Make-Deliver-Return. Part II-III soal customer demand & forecasting — kenapa “demand” beda dari “sales”, dan forecast emang didesain buat ga pernah pas 100%. Part IV-VIII itu bagian “mikirin & bikin”: supply planning nerjemahin forecast jadi rencana produksi & material (MPS, MRP, dst), procurement nego & pilih supplier, inbound logistics narik bahan baku masuk pabrik, manufacturing ngolahnya (OEE, bottleneck, lean), dan BOM jadi “resep” yang nentuin berapa banyak tiap bahan dibutuhin. Part IX-XIV itu sisi fisik yang paling sering ketemu di kerjaan harian: inventory & safety stock, warehousing (FIFO/FEFO), transportasi, distribusi/last mile, order-to-cash, sampai reverse logistics pas ada return atau recall.
Lima Part terakhir (XV-XIX) jadi lapisan yg motong semua fungsi di atas: teknologi yg dipake (ERP, WMS, TMS, sampai AI & digital twin), kumpulan KPI lengkap per fungsi, ritme bulanan S&OP/IBP buat nyelarasin semua departemen, risk management, dan sisi finansial (working capital, cash-to-cash cycle).
Bagian paling “worth it” malah di penutup wkwk, Part XX. Ada 6 studi kasus gaya investigasi — misalnya kenapa OTIF anjlok ke 78% padahal pabrik jalan normal, ternyata akar masalahnya di gudang yg understaffed pas jam bongkar barang (angka2 ini contoh ilustratif di buku, bukan data industri beneran, jangan dipake buat benchmark). Ada juga tabel istilah yang sering ketuker (Procurement vs Purchasing, OTIF vs Fill Rate, S&OP vs IBP), katalog masalah umum + akar penyebab + cara benerinnya, penjelasan “kerjaan sehari-hari” seorang planner/procurement/SC manager itu ngapain aja, bank soal interview dari level beginner sampai advanced, plus glossary lengkap.
Ini yg bikin cocok banget buat freshgrad atau yg mau switch career: tiap bab formatnya konsisten — penjelasan konsep, contoh hitungan pakai angka Nile Beverages, “Manager’s/Planner’s Perspective” (isi kepala orang yang beneran megang posisi itu), common mistakes, sampe pertanyaan interview di penutup bab. Baca dari depan ke belakang otomatis jadi onboarding sekaligus interview prep. Pesan yg terus diulang: ga ada satu fungsi pun yg sukses atau gagal sendirian — forecast meleset bikin inventory jebol, procurement pilih supplier murah tapi ga reliable bikin produksi berhenti. Mindset kek gini biasanya baru kebentuk setelah kerja beberapa tahun, tapi di sini langsung dikasih dari awal lewat satu alur cerita yang runtut.
Bisa download di sini ya>> https://t.co/YZDrEqMz9Z
Resign itu sifatnya cuma pemberitahuan ke Perusahaan.
Resign itu ga perlu ACC dari perusahaan.
karena resign itu hak normatif pekerja ya.
Tata cara yg baik untuk resign menurut Undang-undang adalah:
1. One month notice
2. tetap bekerja hingga tanggal resign.
Jadi kedepannya jangan ngira kalo resign itu perlu di ACC sama perusahaan ya.
Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
👩🏻💼maaf bu, kelas 1 lg penuh.
jd bapak dititip dulu sementara di kelas 3 ya.
nanti kalo udah kosong, bapak dipindahin ke kelas 1.
👩🏻bisa kasih estimasi kpn ga ka? ini yg mau masuk kelas 1 hrs waiting list dulu ya?
👩🏻💼 betul ibu. kebetulan yg antri utk kelas 1 lumayan ibu
(tiba-tiba sepupu telp)
🧕🏻 itu ayah kok dititip ke kelas 3?
peraturannya ga gitu. mana petugas bpjsnya? biar aku yg jelasin. ternyata petugasnya nolak bicara dg sepupuku.
🧕🏻itu aku kirim peraturannya.
dikirimlah PMK 71 Tahun 2013 pasal 22 seperti di atas. (kasih liat ke petugasnya)
👩🏻 ka, maaf. ini peraturannya gini
👩🏻💼 (pas baca lgsg agak heboh karena cari² kamar kelas 1 sama vip)
🧕🏻 pasti skrg mereka lbh gigih cari kelas 1 kan?
pasti bakal diusahain bgt itu ayah ttap masuk kelas 1 👩🏻 iya bener 5 menit kemudian...
👩🏻💼 bu, bapaknya kita titip sementara di kelas vip B ya. nanti sekitar jam 18.30 kita pindahin ke kelas 1 sesuai hak pasien ya bu.
👩🏻oya baik ka. terima kasih.
cc:threadszyc
foto yang bagus ga mesti komposisi yang rapi, difoto saat sunset, ataupun pergi ke alam yang indah
menurutuku foto yang bagus itu bisa membuat kita untuk merasakan sesuatu.
ggmu
Rupiah melemah dan cara baca yang moderat
Udah baca tulisan Pak Chatib Basri tadi pagi cuman butuh waktu lama buat dipikirin dan sialnya lagi banyak tanggapan yang miss terhadap tulisan beliau, memang perlu baca buku-buku pengantarnya biar bisa jump in.
Tulisan beliau ini sopan santun sekali, jadi biar saya aja yang bagian "lancangnya", izin 🙏😏
Karena saya anak politik, maka framework saya ekonomi-politik ya.
Thread bedah singkat.
#ZalkadAnalisis
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Imho, BUMJ ini banyak yg berkonsep transfer pricing dgn parents mrk di jepun sana.
Kek contoh, PT. Sashimi Indonesia memproduksi baut utk TV yg diproduksi PT Sashimi Japan di Jepang. Secara neraca PT Sashimi Indo ini merugi, tp secara jualan end produknya di parents mrk untung.
Jd once si parents ini drop salesnya atau performa menurun, efek dominonya akan langsung terasa di subsidiary companynya.
#PENTING
Izin edukasi pertolongan yg lebih tepat yaa 🙏🏻
Klo kita liat ada org tbtb ga sadar, bisa jd dia serangan jantung, kejang, strok, atau pingsan biasa.
Terus gmn cara taunya? Gmn cara bedainnya? Pertolongan pertama utk masing2 gmn?
Baca & bookmark utas ini! Kita belajar bareng!!!
tau gak apa yg salah di foto ini?
kata chef uki, togarashi (cabe bubuk) itu buat makanan berkuah kyk ramen atau udon, bukan untuk sushi, apalagi dicampur sama soyu
beberapa etiket makan sushi:
- jangan campur wasabi ke dlm soyu (ini dianggap kurang sopan di restoran Jepang, karena merusak aroma wasabi dan rasa kecapnya)
- cara makan wasabi, ambil sedikit dgn ujung sumpit, oleskan di atas bagian ikan sushi
- celupkan sedikit sushi ke dalam soyu di sisi bagian ikan bukan bagian nasinya
- makan langsung satu potong utuh sushi (ini gak berlaku di umaku kali ya, sepotongnya aja segede gaban gitu)
- cabe bubuk meski bukan untuk sushi tapi masih boleh ditambahkan dengan cara menaburnya di atas bagian ikan sushi, bukan ditabur di soyu
- makan gari (acar jahe) di antara potongan sushi yang beda rasa untuk membersihkan rasa di mulut
- gari dimakan langsung, bukan dicampur dengan soyu atau dimakan sbg topping sushi
- jangan merendam sushi ke dalam soyu
dan yg paling penting jgn lupa bayar (kecuali km makan bareng aku)
Pernahkan Bapak/Ibu memandu anak untuk mengerjakan soal matematika/fisika dengan metode *diketahui*, *ditanya*, *jawab*?
Jika ya, pertahankan! Karena dengan metode seperti itu, anak menggunakan dasar *berpikir komputasional* atau *computational thinking/CT*.
CT adalah cara berpikir (a way of thinking) yang biasa digunakan oleh ilmuwan komputer untuk memecahkan masalah.
Mari kita bedah coretan pada gambar terlampir berdasarkan 4 fondasi utama Computational Thinking:
1. Dekomposisi (Decomposition)
Siswa tidak mencoba memecahkan masalah besar (menghitung volume bangun gabungan yang kompleks) sekaligus. Ia memecah masalah tersebut menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan mudah dikelola:
Sub-masalah 1: Mencari tinggi limas yang belum diketahui.
Sub-masalah 2: Menghitung volume bagian limas.
Sub-masalah 3: Menghitung volume bagian kubus.
Sub-masalah 4: Menjumlahkan semuanya.
2. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Siswa mengenali pola-pola yang ada di dalam gambar tersebut:
Ia menyadari bahwa bangun tersebut memiliki bentuk simetris, yaitu limas di atas dan di bawah ukurannya sama. Oleh karena itu, ia menerapkan pengenalan pola dengan tidak menghitung limas satu per satu, melainkan langsung menggunakan pengali dua V 2 limas = 2 x (...).
Ia juga mengenali pola segitiga siku-siku di dalam potongan limas, sehingga memicunya untuk menggunakan Teorema Pythagoras untuk mencari tinggi
3. Abstraksi (Abstraction)
Siswa menyaring informasi yang tidak penting dan hanya mengambil data yang esensial. Ia menerjemahkan gambar visual 3D tersebut ke dalam bentuk variabel-variabel inti yang dibutuhkan untuk perhitungan, yaitu tinggi segitiga, alas limas, dan rusuk kubus. Ia mengabaikan detail lain dari gambar dan hanya fokus pada model geometrisnya.
4. Berpikir Algoritmik (Algorithmic Thinking)
Siswa menyusun langkah-langkah penyelesaian (algoritma) yang sangat terstruktur, jelas, dan berurutan dari atas ke bawah.
Inisialisasi variabel: Menuliskan diketahui dan ditanya.
Proses 1: Cari dulu tinggi limas (proses ini seperti memanggil fungsi pembantu/ helper function sebelum masuk ke fungsi utama).
Proses 2: Menghitung Volume limas.
Proses 3: Menghitung Volume kubus.
Output: Menjumlahkan hasil proses 2 dan 3 ke dalam Volume Gabungan.
*Konsep Debugging*
Sebagai pendidik, gambar ini juga memberikan momen untuk mengajarkan konsep CT kelima, yaitu Debugging.
Jika diperhatikan pada bagian Volume kubus, kerangka algoritmanya sudah sangat benar, tetapi ada "logical error" atau bug pada rumus yang dimasukkan. Siswa menggunakan rumus Luas Permukaan Kubus, padahal yang dibutuhkan adalah rumus Volume.
Menganalisis jawaban ini di kelas bisa melatih anak-anak untuk tidak hanya peduli pada "hasil akhir", tetapi juga melacak bug baris-demi-baris pada sebuah sistem yang secara alur sudah logis, namun outputnya keliru.