kenapa habibie berhasil sedangkan prabowo tidak?
Karna saat Indonesia menghadapi krisis dan inflasi tinggi, Habibie mengambil keputusan besar: menunda "ambisi proyek pesawat nasional" demi menjaga stabilitas ekonomi dan rupiah.
Sedangkan prabowo? tetep kekeh sama proyek ambisi dia, "mbg & kopdes merah putih."
saat itu pemerintah memilih fokus pada pemulihan ekonomi & rupiah dan menunda proyek2 besar yang ada terlebih dahulu, sedangkan sekarang? Proyek jalan terus.
prabowo harus belajar cara menentukan prioritas di masa sulit.
@prabowo@gibran_tweet
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
ngomongnya belibet, ketemu orang nervous, pemalu, enggak percaya diri, juga penakut.
luka sedalam dan sebanyak apa yang kamu pendam, sampai kamu menjadi seperti itu?
Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan.
Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan.
PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON
bbrp tahun lalu, satu sepupuku bangkrut, katanya mau bunuh diri krn dikejar2 utang. mereka datang padaku mau minjam uang, nilainya ratusan juta. memikirkan keselamatannya, kucairkanlah sebagian investasi yg kupunya dan kupinjamkan. dia pun kami bawa ke dokter utk berobat stress dan depresinya itu. sayangnya, bertahun2 nggak dibayar. dicicil pun tdk, kyk dianggap lupa. saat kutagih dgn cara halus setelah sekian lama, aku dimaki-maki. orangtuaku, yg adalah tante dan om mereka, juga direndahkan. akhirnya setelah hampir 5 thn, lunas juga. tapi nggak kumaafkan lancangnya orang itu menghina orangtuaku.
saat pandemi, satu sepupu lain sekarat di rs, butuh pengobatan yg harganya mahal bgt. adiknya telp aku minta pinjam uang hampir seratus juta, katanya nanti akan jual mobil utk mengganti. krn memikirkan sekarat dan penanganan yg hrs segera, besoknya langsung kutrf. alhamdulillah dia selamat. pengobatannya berhasil. tapi tetap aja, nagih hutangnya susah banget. mobil nggak jd dijual. aku minta dicicil pun, nagihnya udh kayak ngemis. si adik lepas tangan dgn angkuhnya, bilang dia nggak ada minjam dan duit itu bukan dia yg menikmati, si kakaknya ternyata menipu banyak orang setelah sembuh dan berujung masuk penjara. dari balik tahanan pun, orangtuaku juga masih dihina-hina. sisa utangnya masih ada 40an juta.
di sisi beberapa sepupu ternyata ada pemikiran: "ngapain cuma 40an juta aja ditagih, duitnya kan banyak?" ketawa miris aku pas hal itu sampai ke telingaku. aku berusaha jadi orang baik, tapi ternyata aku jadi jahat di mata mereka ketika utang itu kutagih. di mata mereka, aku nggak boleh nagih.
aku cerita panjang begini utk pelajaran juga ke kalian: jgn gampang minjemin duit ke orang, apalagi dlm jumlah besar, meskipun mereka masih dlm lingkup keluarga dan kita nilai baik. yg baik itu bisa berubah jadi setan saat berutang.
Kalau misal orang patah tulang, apakah dia cukup curhat ke Tuhan aja?
Nggak bisa gitu kan.
Kita tetap butuh dokter. Begitu juga kita tetap butuh psikolog. Butuh orang yang profesional di bidang itu.
Tuhan bukan menggantikan relasi kita sama manusia.
Bukan pilihan “psikolog ATAU Tuhan”. Tapi “psikolog DAN Tuhan”.
Selain itu, curhat itu BUKAN terapi.
Curhat itu emang bikin lega, feeling better. Tapi nggak otomatis pasti memulihkan, healing better.
Bisa terjadi curhat berkali-kali, tapi pola pikir, perilaku tetap sama aja.
Bahkan curhat berkali-kali kadang malah makin kuat itu karena terus diulang.
Sedangkan terapi psikolog itu ngasih intervensi yang terarah dan aman secara ilmiah.
Memahami, mengurai pola, mengubah reaksi jadi respon.
Dan karenanya terapi itu emang nggak nyaman. Ini yang banyak orang masih keliru, mengira terapi itu nyari yang nyaman. Terapi itu bukan hiburan yang ngasih rasa nyaman.
Ditambah lagi, manusia itu punya blind spot. Maksudnya piye?
Kita sering nggak sadar hal-hal di diri kita yang perlu dibenahi. Maka kita perlu bantuan profesional, psikolog.
Allah lihat. Allah dengar. Allah tau.
Tidak ada yang perlu dirisaukan, tidak ada yang perlu ditakut-kan.
Selama kamu menyerahkan pada-Nya segala urusan Allah pasti bantu dan mudahkan.
ada begitu banyak cinta di pelukan ini, dan begitu banyak cerita yg pernah mereka jalani bersama. hari ini mungkin banyak orang berduka, tapi ada satu hati yang paling kehilangan.
Rest in love, Kak Vidi Aldiano 🥀
semoga Allah menjaga dan menguatkan kak Sheila.
Kita sering berdoa ttg hidup.
Tapi pernahkah kita berdoa ttg mati?
Aku pernah. Setiap Ramadan aku minta pada Allah agar suatu hari nanti dimatikan di hari Jumat di bulan Ramadan. Dalam keadaan diridhai oleh-Nya dan dalam keadaan lega semua urusan duniaku sudah selesai.
Pelajaran paling pilu dari Surah Maryam adalah ;
"Kadang ujian datang begitu berat, sampai manusia berharap ia tak pernah dilahirkan. Namun bahkan di titik itu, ALLAH tetap mendengar."
🌱
Biasakan bersyukur atas:
- Tubuh yang berfungsi
- Rutinitas yang berulang
- Pagi yang tidak dramatis
- Orang yang tidak menghilang
Stabilitas adalah privilese yang menyamar sebagai kebosanan.
ini bener.
kalo kalian non 02 voters, tetap suarakan kemerdekaan Palestina.
kalo kalian 02 voters, tunjukkan penyesalan kalian dengan menyuarakan kemerdekaan Palestina dan TERUSLAH KRITIK pemerintah yg kalian pilih atas kebijakan2 yg melanggar syariat.
ini bner bener parah. masa iya tolong menolong dalam memerangi sesama muslim. apalagi ini Palestina udh digenosida berpuluh puluh tahun.
kalo gabisa aksi nyata, minimal ingkari dengan tulisan kita di sosmed. ingkari dalam hati‼️
Dulu jaman SBY, tiap ada bencana, dia pidato, "Saya prihatin."
Sampai jadi meme, ada juga yang bikin website dengan tombol, kalau dipencet ada rekaman SBY bilang, "Saya prihatin."
Itu menyindir karena yang dilakukan adalah bare minimum doang. Mengucapkan prihatin tanda simpati.
Sekarang?
Ada banyak orang keracunan bahkan kehilangan nyawa.
Gak bilang apa-apa. Nothing, none.
Bare minimum aja enggak.
Bahkan kita jadi merindukan, "Pertama-tama, saya prihatin."
gais, gue nemu hasil penelitian menarik. ternyata tawakkal bisa se-powerfull itu ya?
tawakkal dengan depresi memiliki relasi yang negatif, artinya semakin tinggi individu sering tawakkal dengan segala urusannya, maka semakin rendah risiko untuk mengalami depresi.
Ini penistaan terhadap perempuan.
Kami yg menstruasi, melahirkan, menyusui, sampe kena mastitis, kanker rahim gak mau mengakui kalian yg berpenis sebagai kaum kami.
Dunia bukan panggung sandiwara.
Stop main beginian!
Jangan masuk WC perempuan!
Transwomen = Men.
Untuk semua hal yang tak pernah dimiliki meski seringkali jadi angan, semoga diberi kelapangan hati untuk meneruskan perjalanan. Semoga ada kesempatan-kesempatan yang lebih baik untuk masa depan.