Di bawah udh adem, statement di atas kayanya gak pengen suasana baik-baik aja, nih @ileague_id
Dan gak ada statement revisi atau yg ngademin lagi suasana.
"Mohon maaf jika statement kami kemarin memicu gejolak di rekan-rekan suporter. Maksud dari statement kami adalah ..
Dan, kami berterima kasih kepada klub-klub yg telah menampilkan usaha yang luar biasa utk membawa Indonesia kembali ke posisi yang semakin baik dalam kompetisi di Asia."
Bisa bikin gini, gak usah bilang minta maaf ke Persib jg gpp. Tapi ada gestur ngademin suasana. Kaya gini kan jadi bikin panas jelang kompetisi yg emang mau jalan.
Maaf kalo kurang berkenan, seharusnya bahasa saya sudah cukup sopan. Tahu di mana dan bagaimana mengontak saya jika ingin berdiskusi.
Terakhir ya, soalnya ini penting banget.
Dengan 14,667 poin, Persib mencatat perolehan poin koefisien AFC tertinggi di antara klub Indonesia sejak 2011.
Torehan ini juga menjadikan Persib sebagai klub Indonesia pertama yang menembus 10+ poin koefisien dalam satu musim kompetisi Asia. 💙🔥
Sumber: Footyrankings
Bicara kepleset: mention prestasi Persib dan Dewa di Asia musim lalu sebagai “kecelakaan” dan “kegagala “
Bicara harapan naik: mention “berkat prestasi dan usaha yang sudah kami lakukan”
🫡😂🙏👋
udah minim apresiasi, minim bantuan untuk permudah dalan segi jadwal, banyak nuntut, UDAH DIBANTU DONGKRAK SEDIKIT DEMI SEDIKIT. tapi giliran ada penurunan nyalahin klub? emang TOLOL BIN GOBLOK
Keikutsertaan Persib, Madura United, dan Dewa United di 2 kompetisi Asia terakhir mendongkrak posisi Indonesia dari posisi 28 (tahun 2024) menjadi 20 (2026).
Selain karena covid tahun 2020, Indonesia tidak pernah naik peringkat, dari posisi 28 (tahun 2019) menjadi 24 (2020).
Data dari footyrankings.
@rifkyalt@driey_saladin@jak_cileungsi@persib Terimakasih bang sudah tidak gengsi lagi mengakuinya. kenapa enggak dari tadi sih mengakuinya, jadi enggak debat panjang lebar seperti ini. Viss
@rifkyalt@driey_saladin@jak_cileungsi@persib Kalau abang ingat kasus paralon, balik lagi ke pertanyaan pertama saya yng belum Abang jawab. Kalau bukan karena dicengcengin fans Persib, manajemen Persija apakah akan berbenah?
@burnpurse@2ndlinesquad enak betul manajemen persija ini. walaupun jual kaos kusut+di plastikin doang kaya daging kurban, tapi fansnya masih pada bela. alih alih push manajemennya biar lebih fans service malah bilang brand lain kecil, brand lain gimmick haha.
teruslah lucu seperti itu
Data dibawah khususnya 3 besarnya selaras dg jumlah follower sosmed club ISL, dan ini sudah sesuai dengan data demografi
Club yang “monopoli” satu provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia, dengan entitas suku yg nyaris homogen (sekitar 50 jt jiwa) sudah selayaknya di jumlah teratas 2 data dibawah, malah agak heran Persib baru mendominasi 3 musim terakhir dg berlimpahnya demografi mereka, dan ini berarti banyak, diantaranya:
1. Hak siar, jelas Persib paling diutamakan ditaruh di prime time krn otomatis sudah jumlah penonton jumbo didepan mata.
2. Sponsor, dg banyaknya perusahaan di Jabar, pasti ingin branding perusahaannya mejeng di jersey yg mewakili 50 juta orang provinsinya.
Bandingkan dg peserta lain,
Jawa Timur misalnya, yg terfragmentasi jadi 4 club yg berlaga di ISL, Persebaya, Persik, Madura United dan Nirempati FC,
DIY malah, daerah sekecil itu, diwakili 2 club, PSS dan PSIM,
Ini kita blm bahas Jakarta, yg secara jumlah mencapai 30 juta jiwa tapi mereka sangat heterogen, banyak pendatang yg berasal dari berbagai macam suku yg menyebabkan dukungan ke Persija bisa dibilang bottle neck
@irfaUlwan@PragmaticMou Sy bukan the Jak bang. Tapi, suporter lain, pengamat sepakbola & the Jak sendiri juga tahu kalau penunjukan STY kurleb ada andil gubernur. Apalagi BUMD PROV Jakarta sebagai sponsor terbesar Persija saat ini.