Tapi bagaimana caranya aku selamat dari tusukan pedang yang tak terlihat ini. Kulit ku tidak robek dan darah tidak ada yang mengucur keluar. Siapa yang bisa melihat aku menderita? Aku rasa satupun manusia tidak melihatnya, bahkan yang menusuk tidak tau apa yg dilakukannya kpdaku
Tidak tau mengapa tapi rasanya lebih memudahkan jika luka fisik yang jelas dapat dilihat dan diobati. Bahkan tusukan sebilah pedang sekalipun masih lebih mending. Jika mengenai organ vital maka pedang itu akan mengakhiri hidupku.
Oh sungguh tak pernah aku memilih menjadi pecundang yang harus bergelut dengan perasaan ini setiap hari. Sepertinya memang semesta tak menginginkan aku untuk bahagia dahulu.
Masalahnya waktu tak pernah menjamin. Dia akan berjalan entah kau sembuh atau tidak. Tapi bagiku, luka pengkhianatan tidak akan pernah sembuh. Lukanya akan menganga sampai mati untuk mengingatkan ku jangan sampai percaya sedalam itu lagi.
Kau bilang tak ku coba untuk obati? Setiap kali luka menganga itu ku jahit dengan benang percaya, seminggu pun belum tentu, sudah terbuka kembali. Luka pengkhianatan tak bisa kau jahit begitu saja dengan keyakinan akan sembuh seiring waktu.
Sebenarnya sedikit tidak rasional jika mengganggap semua manusia jahat hanya karena satu manusia menusukmu dari belakang. Tapi perasaan ini nyata, sungguh nyata. Seandainya sakit ini seperti luka yang menganga maka kamu akan melihat darah memenuhi lantai kamar tdrku setiap paginy
Aku mengenang masa dimana aku tidak perlu takut untuk bahagia. Bahagia ya bahagia saja, tidak perlu memikirkan ada hal sulit apa yang menunggu ku di depan sana sehingga bahagia ini datang secara cuma-cuma.
Aku kehilangan kepercayaan diriku selama masa-masa berat ini. Bertemu senang pun tak berani berjabat dengannya terlalu lama. Seolah takut berhadapan dengan bahagia. Seolah semua bahagia pada akhirnya akan menusuk ku ketika aku lengah.
Aku merasa seperti sedang kehilangan diriku sendiri. Tidak tau siapa yang mengambilnya dan tidak tau harus berbicara kepada siapa tentang kehilangan yang nyata ini.