Kata bg radit di podcast suara berkelas “buatlah orang2 ngeliat lu seolah serius dan mati2 an dalam pekerjaan lu, padahal yg lu rasain adalah menikmati pekerjaan tersebut”
Bismillah, mari nikmati fase mahasiswa yg dipenuhi belajar dan organisasi ini☝️
Rispek buat orang2 yg jago olahraga tapi tetep mau ngajak main temen2 nya yg biasa aja bahkan ga bisa main. Apalagi yg tetep nunjukin seakan-akan maksimal pas main padahal aslinya dia udah nurunin kualitas mainnya, biar yg ga jago punya kesempatan, tanpa ngerasa direndahin
“Lah tapi kalo orangnya emang salah nih, tapi kurang lengkap nih syarat buktinya, gimana dong?”
Yaa bukan berarti ga dihukum sih, ada juga sistem ta’zir, yaitu hukuman yg ditentukan oleh pemimpin atau qodhi di daerah tsb.
Pun ternyata sama sekali ga ada bukti, toh ada akhirat
Di tk4 ini pelajarannya seru2 parah, serba-serbi tindak pidana dan hal2 yg berkaitan dengan peradilan. Walau mungkin sebagian besar sgt sulit diterapin di zaman sekarang, mengingat kencangnya penerapan hukum konvensional di mayoritas negara di dunia ini.
Di pelajaran ini, dijelaskan gimana cara2 membuktikan orang bersalah, ada 4 cara:
1. Kesaksian
2. Pengakuan
3. Sumpah
4. Qarinah (bukti2 penguat)
Dan setiap cara tadi bener2 dijelaskan secara detail dan ketat, yg menunjukkan kalo islam itu bener2 penyayang dan menutup aib orang2
Kalo lagi capek dan bisa istirahat, mending istirahat deh, stop ngomong, stop berpikir, stop bertindak, karena biasanya bakal jadi ngawur, emosi ga ke kontrol, dan memandang semua yg terjadi di dunia ini salah
“Dipikir nanti deh” itu bagus, biar ga pusing mikirin banyak hal, biar bisa diselesaiin satu satu
Tapi “dipikir nanti deh” juga buruk, kalo itu jadi alasan buat menunda-nunda
Orang yg jadi imam sholat, harusnya sadar kalo dia tuh jadi pemimpin sholat, dan para makmum bakal bergantubg ke dia.
Jadi, minimal suara imam tuh harus kenceng, harus terdengar oleh jamaah, apalagi kondisinya bising.
Imam ga sekedar imam, tapi juga harus peka
Memaksa dan memohon itu beda tipis
Kalo maksa, dia mah bodo amat mau gimanapun keadaannya pokoknya dia ingin hal yg dia inginkan dilaksanakan
Kalau memohon, dia akan menanggapi apa2 hal yang menyebabkan keinginannya tidak dapat dipenuhi, dan jika memang stuck, ia akan merelakan
Ada hati yang harus dijaga.
Sayangnya, kita tidak pernah tahu hati yang mana.
Maka jika belum waktunya, sebaiknya jangan usik siapapun.
Dan cara menjaga terbaik, adalah dengan memperbaiki diri
Mulai hari ini, stop berharap bahwa semua ini akan berbalas dengan sederhana, seperti “jika aku melakukan A padanya, maka begitu pula yg dia lakukan padaku”
Itu bisa saja sih terjadi, tapi bukankah itu terlalu simpel? Terlalu mudah ditebak
Namun mungkin pertanyaan selanjutnya adalah, emang seperlu itukah sebuah pengakuan?
Mungkin aku akan jawab dengan jawaban yg tidak tepat untuk pertanyaan tadi, namun tepat untuk semua orang, bahwa “semua orang suka diakui”
Pengakuan itu bukan didapatkan dengan cara meminta atau memohon, tapi membutikan
Butuh proses? Jelas dong, bahkan sangat panjang, dan panjangnya proses kadang menjadi tolak ukur indahnya hasil
Ngga semua yg terbaik itu indah, dan jika meromantisasi momen hanya membuatmu tidak berkembang, sepertinya tak perlu terlalu memaksa
Dunia tidak pernah disetting untuk menjadi manis kok, setidaknya bagi orang2 yg melek dan peduli terhadap masalah yg menimpa dunia ini