"Un francotirador israelí disparó en la cabeza a mi hijo de 3 años, fue un disparo directo a la cabeza, la bala le salió por el ojo izquierdo. Mi hijo murió en mis brazos, desangrándose, fue ejecutado".
Un padre palestino cuenta cómo su hijo de 3 años, Rayan, fue asesinado en sus brazos después de que un francotirador sionista le disparase en la cabeza, en el centro de Gaza, mientras caminaban por la calle.
Pada Agustus 2023, muncul pula dugaan bahwa salah satu orang tua yang terlibat dalam "Insiden Pensil" memiliki latar belakang sebagai aparat penegak hukum. Dugaan ini semakin memperbesar perhatian publik terhadap kasus tersebut. Namun hingga penyelidikan selesai, polisi menyatakan tidak menemukan bukti yang cukup untuk membuktikan adanya tindak pidana, ancaman, atau pelecehan yang memenuhi unsur hukum dari pihak orang tua murid.
Meskipun demikian, kematian guru SD Seoi telah memicu gelombang protes nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Setiap akhir pekan, puluhan ribu guru turun ke jalan menuntut perlindungan yang lebih kuat terhadap profesi guru. Mereka menyoroti meningkatnya jumlah keluhan dan tuntutan dari orang tua, ketakutan terhadap laporan dugaan pelecehan anak saat melakukan disiplin di kelas, serta lemahnya dukungan institusi terhadap guru yang menghadapi konflik dengan siswa maupun orang tua.
Puncak gerakan tersebut terjadi pada 2 September 2023 ketika sekitar 350.000 guru, calon guru, dan warga berkumpul dalam aksi besar di depan Majelis Nasional Korea Selatan. Dua hari kemudian, bertepatan dengan hari ke-49 sejak kematian korban, digelar "Hari Penghentian Pendidikan Publik" (공교육 멈���의 날), di mana banyak guru mengambil cuti atau mengikuti kegiatan peringatan untuk mengenang korban sekaligus menyuarakan tuntutan reformasi sistem pendidikan.
Pada November 2023, polisi secara resmi menutup penyelidikan. Mereka menyimpulkan bahwa tidak ditemukan bukti tindak pidana yang dapat dikenakan kepada orang tua murid atau pihak lain. Namun polisi juga mengakui bahwa korban mengalami tekanan akibat berbagai masalah yang berkaitan dengan pekerjaannya. Salah satu kendala utama penyelidikan adalah ketidakmampuan tim forensik membuka iPhone milik korban, sehingga sejumlah data penting seperti rekaman percakapan dan pesan pribadi tidak dapat dianalisis.
Keluarga korban menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil penyelidikan tersebut. Mereka berpendapat masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab dan menilai bahwa tekanan yang dialami korban tidak sepenuhnya terungkap. Meski demikian, perjuangan keluarga dan komunitas guru terus berlanjut.
Akhirnya, pada 27 Februari 2024, pemerintah Korea Selatan mengakui kematian guru SD Seoi sebagai kematian dalam menjalankan tugas (순직). Keputusan ini dianggap bersejarah karena secara resmi mengakui bahwa kondisi kerja dan tekanan yang dialami korban berkontribusi terhadap kematiannya. Bagi banyak guru di Korea Selatan, pengakuan tersebut bukan hanya bentuk penghormatan terhadap korban, tetapi juga simbol perjuangan untuk memperbaiki sistem pendidikan dan memperkuat perlindungan terhadap hak-hak guru di masa depan.
Kematian guru SD Seoi menjadi pemicu utama lahirnya serangkaian revisi kebijakan pendidikan yang di Korea Selatan sering disebut sebagai Special Act on the Improvement of Teachers' Status and Protection of Educational Activities (교원의 지위 향상 및 교육활동 보호를 위한 특별법).
Beberapa perubahan utama yang lahir karena kasus tersebut antara lain:
• Penguatan Undang-Undang Status Guru,
• Pembatasan keluhan langsung dari orang tua,
• Perlindungan guru dari gugatan dan laporan berlebihan,
• Kewenangan mengeluarkan siswa yang mengganggu kelas,
• Revisi pedoman investigasi kekerasan terhadap anak.
Hingga kini, kasus SD Seoi tetap dikenang sebagai peristiwa yang mengubah percakapan nasional mengenai hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan sistem pendidikan di Korea Selatan.
-------------------
Based on article by Yonhap News, Korea Joongang Daily, KBS News, SBS News, & Im News.
Indonesian summary by jeongjeonginuna
Hal ini mengkonfirmasi betapa buruknya sirkulasi komunikasi Istana.
Ternyata valid banyak duta besar negara sahabat yang sampai menunggu berbulan-bulan belum diterima surat kredensial-nya oleh Presiden.
Bahkan harus di viral kan dulu baru Istana bikin agenda mendadak buat melantik para dubes padahal mereka udah nunggu sampai 8 bulan di Jakarta.
Lebih parahnya, aspirasi negara sahabat disampaikan melalui orang luar kekuasaan, eks Menlu yang di-diskreditkan cuman 3 bulan oleh Seskab.
Maaf nih gue harus terpaksa bilang
Emang ada kok cewek yang mager banget buat keluar rumah. Lu kasih dia wifi kenceng, makanan cukup, sama AC nyala 24 jam, dia bisa betah ngendon di rumah sebulan juga santai aja.
Jadi nggak usah kasihan, malah dia lebih enjoy dan bahagia kalau di rumah. Percaya deh 😹 apalagi kalau kulkas penuh.
TRUST ME, NGL
@Derukmana12@ardisatriawan Bukti rakyat +62 darurat baca. Sering bgt nemu yg kayak gini di X. Orang2 pada males bgt buat ngetrack replies. Jarinya lebih cepet.
@pencintainsan@creeping5ilence Nggak cukup buat beli ikan.. Budgetnya udah dipangkas sana sini. Jadinya ya tahu tempe aja terus. Itupun seringnya cuma digoreng, nggak ada variasi.
Inilah yang dimaksud pepatah:
Barang siapa bergantung kepada manusia, ia akan hina.
Barang siapa bergantung pada hartanya, ia akan berkurang.
Barang siapa bergantung pada ilmunya, ia bisa tersesat.
Barang siapa bergantung pada dirinya sendiri, ia akan lelah.
Dan barang siapa menyandarkan seluruh harapannya kepada Allah, ia tidak akan hina, tidak akan kekurangan, tidak akan tersesat, dan tidak akan dikecewakan.
@Kemangilly Saya sempet begitu.. tp lama2 kerasa, shalat di awal waktu tuh bikin waktu ky lebih lama, lebih panjang. Lapang aja jalanin hari.
Akhirnya usahain terus.
Kalau bangun subuh, ikutin video sesebapak itu yg tidur jam 8. Emang bener, jam 2-3 kebangun sendiri.
Alhamdulillah
@raruraruajamin Keren banget. Berani ngelepasin harta yg saat itu boleh dibilang segalanya, artinya sepenuhnya percaya bahwa hidup ada di tangan yg Maha Kuasa.
Sulit sekali untuk bisa sepenuhnya bergantung dan percaya. Seringkali manusia punya was2 dan kekhawatiran yg sebenernya wajar..
percaya banget..
setaun setengah yg lalu, aku pernah di posisi cuman pegang uang 50k abis interview kerja, ga punya saldo, ga ada kuota, n lumayan sepi disekitaran jalan aku lamar kerja itu. trs bermodalkan nekat, aku jalan sampe ke stasiun kereta dideket situ, blom sempet beli tiket aku didatengin ibu ibu bawa anak kecil.. jualan kripik gitu, harga 5k satu nya dan si ibu bilang blio n anak kecil itu belum makan apa apa hari itu. disitu aku cmn pegang 50k, blom makan siang, blom bisa pulang juga, tp aku mikir klo aku punya banyak opsi untuk ttp bisa pulang hari itu. jadi dengan ikhlas aku kasih uang 50k itu semua nya, aku bilang 'gpp bu ambil aja, kripik nya ibu simpen buat dijual ke yg lain aja ya' trs aku duduk aja di kursi dlm stasiun itu sambil mikirin cara pulang, ngabaiin semua orang yg lalu lalang nungguin kereta nya.
ga lama dari situ ada kakak' umur 25an duduk disampingku, aku noleh trs kita smsm senyum. dipangkuanku masih ada map yg ku bawa untuk berkas' lamaran, mungkin kakak ini ga sengaja liat jadi dia basa basi nanyain seputaran itu. kayak, 'abis lamar kerja ya?' ato, 'rumah nya emang dimana?'. trs aku ceritain lah semua nya, ampe di titik ditanyain 'berarti ini pulang mau pake kereta ya?' disitu aku cmn nyengir, kata ku 'belum tau kak, kayak nya bakal pake gojek deh tapi bayar dirumah' trs mungkin blio bingung kan kekkk knp ke stasiun tp naik gojek?? jd ku bilang lah uang ku udah ga ada karna ku kasih ke ibu' yg tadi trs kuota ku jg abis..
hal selanjut nya bikin aku beneran terharuu detik itu juga.
jd, kakak ini ternyata hrd di tempat kerja ku sekarang. blio lagi buka loker waktu itu tapi blom ada yg klop satupun dari pelamar' kerja nya, trs krna aku emg lagi nyari kerja n masi bawa beberapa berkas identitas ku.. detik itu jg aku diajakin blio ke kantor nya pake kereta (sampe dibayarin ongkos nya), nyampe kantor nya dikasih jatah makan siang blio, n abis interview pun dikasih uang buat ongkos pulang🥹. pulang dari situ hati ku beneran ploooong, n yap alhamdulillah nya Allah kasih aku rezeki yg paling indah! tiga hari dari kejadian itu aku keterima kerja n langsung magang sebulan ampe bisa kontrak kerja ampe detik ini..🥹
makanya kalau aku ada rezeki lebih, aku selalu sisain untuk sedekah ato bagi bagi lain nya, karena aku percaya kalau rezeki akan selalu Allah berikan dengan cara yg ga pernah bisa aku bayangin dari apa yg aku lakuin🤩🫶🏻
@josswayad Di(sok)motivasiin sama mahasiswa baru, disuruh giat belajar biar nilai lulus SMA w bagus dn keterima di kampus..
Konteks: w ud kerja jd guru, dn lagi pgn makan siang di kantin kampus, kebetulan hari itu pake seragam pramuka..
😅
Istrinya gak pernah marah.
7 tahun nikah. Gak pernah teriak. Gak pernah banting pintu. Gak pernah nangis di depan dia.
Tiap ada masalah, dia cuma bilang: "Ya udah."
Tiap dia lupa anniversary, istrinya bilang: "Gak apa-apa."
Tiap akhir pekan dia main futsal dan istrinya sendirian sama anak,
jawabannya tetap: "Santai aja."
Dia bangga. "Istri gue tuh kalem. Gak ribet. Gak drama."
Dia cerita itu ke temen-temennya kayak prestasi.
Sampai suatu malam, dia nemuin sesuatu di HP istrinya.
Yang lucu justru narasi “Anies menang karena politik identitas” selalu diulang terus, seolah jutaan warga Jakarta nggak punya kemampuan berpikir selain soal agama.
Kalau memang semata-mata politik identitas, kenapa setelah jadi gubernur Anies tetap mendapat tingkat kepuasan tinggi dari banyak survei lintas kelompok? Kenapa banyak non-Muslim juga memilihnya di 2024?
Pilgub DKI 2017 memang panas, tapi menyederhanakan semuanya jadi “Anies jual agama” itu terlalu malas secara analisis. Faktor reklamasi, penggusuran, komunikasi Ahok, ketimpangan sosial, sampai mesin politik juga besar pengaruhnya.
Dan lucunya lagi, politik identitas itu dipakai hampir semua kubu di Indonesia. Nasionalis, agama, suku, wong cilik, anak muda, semua memainkan identitas masing-masing saat pemilu. Tapi kenapa label itu ditempel permanen hanya ke satu orang?
Kalau mau fair, kritik semua praktik politik identitas. Jangan hanya menjadikannya senjata untuk mendeligitimasi pilihan politik orang lain.
@LambeSahamjja Masih ada ibu hamil yang harus ditandu berkilo2 untuk mendapatkan akses kesehatan. Sedih mendengarnya. Negara ini sudah merdeka puluhan tahun tapi akses yg esensial seperti kesehatan dan pendidikan masih tertinggal.
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
@keluhkesahkonoh dunia emang lg di pimpin boomer, makanya chaos mulu dmn2. pak prabowo, donald trump, xi jinping, vladimir putin, presiden erdogan, setanyahu...semua usia 70+
@fahrisalam “Siapa yang nyuruh kamu?”, itu bukan pertanyaan. Itu delegitimasi. Bukan isi beritanya yg diserang. Tapi hak untuk bertanya.
Ketika pejabat mulai mendefinisikan pertanyaan mana yg boleh, pers sudah mati. Sisanya cuma sandiwara…