@AiraNtiePuspa@prabowo Untuk melihat perkembangan kemiskinan di Indonesia, indikator BPS relevan karena mempertimbangkan kebutuhan dasar masyarakat sesuai kondisi dalam negeri. Data harus dipahami berdasarkan metodologi yang digunakan, bukan sekadar melihat besarnya persentase.
@Stakof Pemutakhiran data sangat penting supaya kondisi ekonomi masyarakat tergambar dengan lebih akurat. Jika ada data yang keliru, masyarakat bisa mengajukan perbaikan melalui mekanisme yang tersedia.
@KompasTV Kondisi ekonomi keluarga bisa berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, pemutakhiran dan verifikasi data menjadi bagian penting agar gambaran kesejahteraan masyarakat semakin sesuai dengan kondisi di lapangan.
@SaputoWijoyo@kebolehjadian@Agusmi662120 Analogi Celcius dan Fahrenheit cukup menggambarkan kenapa angka bisa berbeda tanpa berarti salah satu pasti keliru. Konteks pengukurannya yang perlu dipahami.
@ArusPolitik_@bps_statistics Perlu dipahami bahwa BPS hanya bertindak sebagai pengolah data (melalui regresi DTSEN). Sumber data mentah di lapangan tetap dipasok oleh instansi daerah dan kementerian terkait, jadi evaluasi harus dilakukan bersama di tingkat kelurahan.
@embah72 Ingat ya warga, data desil ini tidak bersifat permanen. Kalau kondisi ekonomi kita memang sedang sulit, kita berhak banget mengajukan pemutakhiran data ke dinas sosial.
@triwul82 Data DTSEN tidak kaku atau permanen. Kalau ada ketidaksesuaian di lapangan, warga bisa mengajukan verifikasi ulang lewat kelurahan atau aplikasi resmi.
@konde_co Penentuan desil itu pakai sekitar 39 variabel lengkap (kondisi rumah, aset, tanggungan, dll), bukan cuma tebak-tebakan. Tujuannya biar bantuan sosial ke depan makin tepat sasaran.
@KemensosRI Bagus sekali melibatkan Komite III DPD RI. Dengan begitu, aspirasi dan realitas kondisi kemiskinan di daerah-daerah bisa langsung tersampaikan dan dikoreksi ke pusat demi keadilan data.
@Metro_TV Adanya perbaikan bukan berarti data awal salah, melainkan bukti bahwa sistem tanggap terhadap perubahan riil di lapangan. Dinamika masyarakat yang cepat memang menuntut pemutakhiran berkala.
@LuckyLaki24 Sistem desil dibuat secara ilmiah menggunakan puluhan variabel untuk menjaga keadilan. Daripada terprovokasi narasi ekstrem, warga yang merasa datanya salah berhak melaporkan diri ke dinas sosial setempat untuk diperbarui
@bps_statistics Apresiasi tinggi untuk Ibu Amalia Adininggar Widyasanti yang sukses membawa nama Indonesia di Lucknow, India. Kerja sama strategis seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas data global.
@regar_op0sisi@bps_statistics Dana itu sebagian untuk perbaikan kantor BPS daerah yang rusak kena bencana. Infrastruktur kerja beres dulu, baru kualitas data bisa naik.
@KemensosRI Kalau sudah jadi data tunggal nasional, alangkah baiknya kalau masyarakat juga diberi akses untuk mengecek atau melakukan sanggah secara transparan. Jadi kalau ada data yang keliru, publik bisa ikut mengoreksi secara aktif.
Tugas hari ini tuntas dengan rasa syukur karena memastikan tidak ada satu pun warga yang terlewat dari catatan negara. Di balik selembar kertas, ada kedekatan yang berhasil dibangun karena bagi Pejuang Data, setiap warga berhak untuk didengar. #MengabdiDenganHati
Ketegangan yang sempat menguji kesabaran kini mencair sepenuhnya menjadi obrolan santai ditemani segelas kopi hangat. Setiap Pejuang Data tahu bahwa di balik penolakan awal di lapangan, selalu ada hati yang menyambut dengan tulus. #MengabdiDenganHati
Dengan tenang, kami perlahan menjelaskan identitas resmi dan tujuan mulia untuk memverifikasi serta mendengarkan kondisi mereka. Suasana seketika berubah hangat saat warga mengerti bahwa Pejuang Data datang untuk mendata, bukan untuk menagih atau berjualan. #MengabdiDenganHati
Di salah satu rumah, kehadiran kami sempat salah dipahami dan langsung ditolak mentah-mentah sebelum sempat menjelaskan maksud. Menemukan warga memang butuh perjuangan, namun tekad Pejuang Data tidak akan surut hanya karena kesalahpahaman awal. #MengabdiDenganHati
Langkah awal di lapangan sering kali disambut kecurigaan dan pintu yang tertutup rapat dari satu rumah ke rumah lain. Menjadi seorang Pejuang Data berarti harus selalu siap menghadapi berbagai respons awal warga dengan senyuman terbaik. #MengabdiDenganHati