Hafalan banyak memang menyilaukan mata, tapi bagaimana jika cara bacanya masih salah? Tentu sakitnya sampai menusuk jiwa.
Kamu gak perlu buru² untuk mengantongi banyaknya hafalan, sebab Al Qur'an kita baca sepanjang usia.
Nikmati prosesnya, cintai Al Qur'an dengan seutuhnya.
NANGIS LAGIII 🥺
banyak2in nyimak kajian yg membahas birrul walidain. supaya apa?
supaya kita bisa belajar bagaimana caranya ikhlas merawat orang tua di waktu senjanya.
meskipun, mungkin kita ada banyak perbedaan pendapat dengan orang tua, meskipun mungkin kita dulu pernah mengalami luka masa lalu, meskipun mungkin orang tua kita belum bisa mendidik kita dengan baik.
tapi, birrul walidain is a must dan ga ada yg sia2 di mata Allaah. semua pasti ada balasannya.
baarokallaahu fiykum 🖤
Dari rezim ini kita belajar:
1. Judol bisa dibasmi: buktinya Mandiri bisa blok rekening pendemo Pati atas perintah aparat
2. Bangunan sekolah bisa distandardisasi, sekolah rusak bisa segera renov: buktinya bangunan Kopdes bisa berdiri sampe pelosok negeri
3. Gaji nakes, guru, dan dosen bisa lebih sejahtera: buktinya ribuan karyawan SPPG bergaji di atas mereka
4. Jumlah kriminal di Indonesia bisa berkurang signifikan, kasus kriminal lebih cepet kelar: buktinya jumlah aparat saat demo sebanyak itu
Kita jadi tau kalo kita bisa, cuma mereka aja yang nggak mau😊
Kesimpulannya: kebobrokan memang sengaja dipelihara buat meraup suara di pemilu😊
Kita adalah rakyat yang berkali-kali dikecewakan, tetapi memilih untuk tidak menjadi bangsa yang kehilangan harapan.
Kita melihat harga naik, hidup yang kian berat, janji yang tak selalu sampai kepada kenyataan. Kita menyaksikan ketidakadilan, lalu pulang ke rumah, bekerja lagi esok pagi, menyekolahkan anak-anak, menghidupi keluarga, dan tetap percaya bahwa negeri ini suatu hari akan menjadi lebih baik.
Betapa baiknya rakyat Indonesia.
Mereka tak banyak menuntut. Hanya ingin hidup yang layak, pendidikan yang baik untuk anak-anaknya, pekerjaan yang halal, hukum yang adil, dan pemimpin yang sungguh-sungguh mengingat bahwa kekuasaan adalah amanah.
Maka di usia kemerdekaan yang ke-81 ini, semoga yang merdeka bukan hanya bendera yang berkibar.
Semoga rakyatnya merdeka dari kelaparan, dari ketakutan, dari ketidakadilan, dari pendidikan yang tak terjangkau, dan dari hidup yang membuat mereka harus terus-menerus mengalah.
Ya Allah, jagalah negeri ini.
_____
Upacara Kemerdekaan RI di Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu bersama santri dan segenap pengurus, lanjut tasyakuran makan kembulan bersama. 17 Agustus 2026.
Mau nambahin berdasarkan yang aku pernah baca (CMIIW):
- Usia 11 disebut "sewelas" karena pada usia tersebut biasanya anak-anak mulai mengenal "welas asih" alias suka-sukaan dan cinta monyet
- Usia 21 disebut "selikur" karena pada usia tersebut biasanya orang-orang "seneng lingguh kursi" alias "suka duduk di kursi" alias udah mulai bekerja
- Usia 25 disebut "selawe" alias "senenge lanang lan wedok" alias seperti yang disebut om willy, karena pada usia tersebut biasanya laki-laki dan perempuan mulai pada menikah
- Usia 50 disebut "seket" alias "seneng ketunan" alias suka pake peci. Di usia ini biasanya orang-orang udah mulai ngerem urusan dunia dan mulai fokus akhirat
- Usia 60 disebut "sewidak" alias "sejatine wes wayahe tindak" alias "sudah waktunya (bersiap) pergi" karena biasanya di usia ini orang-orang banyak menutup usia
Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
Siapa belum ngantuk? Gila, ini ada konten keren banget dari Fristian Griec Media. Ngupas problematika dan masa depan kopdes dengan bahasa yang mudah dipahami oleh awam.
Are we truly ready for what we're about to face?