MULAI SEKARANG GANTI DOA MU
FROM :
ya Allah murahkan lah rezeki ku
TO :
ya Rabb, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal, agar aku tidak perlu meminta - minta kepada manusia. tenangkanlah hatiku dengan keyakinan bahwa Engkau Maha pemberi rezeki. jangan biarkan aku tergoda dengan yang haram, meskipun jalannya terlihat mudah.
aamiinn allahuma aamiin🤲🏻
Kemajuan teknologi harusnya dinikmati dalam bentuk rasa syukur, konteksnya adalah “Rahmatan lil ‘Alamiin”, bukan superioritas satu kelompok atas kelompok lain.
Gagasan mengenai kalender Islam tunggal berbasis teknologi satelit adalah sebuah visi besar yg berpotensi menyatukan umat.
Namun, agar visi ini tidak menjadi pemicu perpecahan baru, kita perlu melihatnya melalui kacamata yg lebih jernih dan bijaksana bahwa kemajuan ilmu pengetahuan merupakan hidayah yg mengintegrasikan penentuan kalender hijriah melalui kemajuan teknologi mutakhir.
Kemajuan teknologi satelit bukanlah alat untuk memenangkan satu metode di atas metode lainnya. Sebaliknya, teknologi ini adalah titik temu (kalimatun sawa) yg menyempurnakan kekurangan manusiawi pada kedua metode tradisional.
Bagi penganut Rukyat (NU), Satelit sejatinya adalah “mata” yg diletakkan di luar atmosfer. Jika selama ini rukyat terbatas oleh gumpalan awan, lengkung bumi, dan keterbatasan optik mata, maka kamera resolusi tinggi pada satelit adalah bentuk “Rukyat Kontemporer” yg ribuan kali lebih presisi.
Jadi ini bukan meninggalkan sunnah melihat hilal (rukyat), sebaliknya memuliakan sunnah tersebut dengan penglihatan yg paling jernih.
Dan bagi penganut Hisab yg selama ini dipedomani oleh kelompok Muhammadiyah, data posisi bulan yg dihasilkan oleh satelit adalah validasi empiris bagi perhitungan matematika.
Teknologi ini mengubah derajat ketelitian dari estimasi menjadi kepastian mutlak. Ini adalah ”Hisab Terverifikasi”, di mana angka-angka di atas kertas mendapatkan bukti fisiknya secara real-time.
Jadi jelas bahwa “Sains” (pengetahuan) sebagai Rahmatan lil 'Alamiin, bukanlah milik organisasi atau kelompok tertentu.
Sains yg melahirkan Teknologi adalah bahasa universal yg di anugerahkan Allah kepada manusia. Dalam konteks Islam, kemajuan teknologi adalah perwujudan dari sifat Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).
Jika teknologi ini berhasil menyatukan kalender Islam, maka manfaatnya dirasakan oleh seluruh umat manusia, karena akan tercipta keteraturan sosial, kepastian ekonomi, dan kedamaian ibadah.
Mengklaim teknologi sebagai “Kemenangan” satu kelompok adalah “bocah banget”, sebab itu bentuk penyempitan makna rahmat Tuhan yg sangat luas.
Sains hadir untuk melayani tuntutan kemanusiaan (seperti pesawat, hp, laser, dll), bukan untuk memvalidasi ego kelompok.
Jika ada anggapan bahwa penggunaan teknologi satelit berarti satu kelompok “menyerah” kepada kelompok lain, itu merupakan klaim eksklusivitas yg sangat keliru.
Karena logikanya NU tidak kehilangan identitas rukyat-nya, karena satelit pada dasarnya melakukan observasi visual (melihat), dan Muhammadiyah tidak kehilangan identitas hisab-nya, karena sistem satelit bekerja berdasarkan algoritma perhitungan yg sangat rumit.
Satelit adalah harmoni antara akal (hisab) dan penginderaan (rukyat). Ketika keduanya menyatu dalam teknologi, perbedaan antara “melihat” dan “menghitung” menjadi tidak relevan lagi, karena keduanya memberikan hasil di satu titik persamaan kebenaran ilmiah.
Jadi clear ya, menerima Satu Kalender Tunggal berbasis teknologi adalah bentuk kedewasaan beragama. Ini adalah langkah maju di mana umat Islam berhenti berdebat tentang “cara melihat” dan “cara menghitung”, tetapi mulai fokus pada “makna dari apa yg dihitung dari teknologi penglihatan.”
Note:
Penjelasan Literasi Rakyat ini hanya mencoba merujuk pada metode dan cara berpikir “Islam Rahmatan lil ‘Alamiin”.
Wallahu’alam bishawab..🙏
Stop bayar Google One.
Gue gue pernah panik gara2 Google Drive gue penuh dan ga bisa terima email. Hampir aja gue subscribe bayar Google One buat upgrade kapasitas drive.
Ternyata gak perlu.
15GB gue yang "penuh"? 11GB-nya sampah yang Google sembunyiin.
Gue bersihin dalam 20 menit. Gratis. Tanpa hapus file penting.
Gini caranya:
Akses ke sini sulitnya luar biasa, selama 5 hari warga Pantai Cermin, Tanjungpura, Kabupaten Langkat terkepung banjir. Belum ada bantuan yang sampai kesini. Allahu akbar, perjalanan kemarin ini dimudahkan.
Kelas khusus olahraga (KKO) mengingatkan generasi boomers dan X tentang SGO (Sekolah Guru Olahraga). Bedanya menjadi bagian dari SMA / SMK. Ada yang masih ingat SGO?
“SMA Muhammadiyah Borobudur menghadirkan kelas khusus olahraga sebagai identitas baru: tempat di mana bakat bertemu prestasi, akademik tetap dijaga, olahraga jadi rumah bagi mimpi besar. 🏃♂️📚
https://t.co/wYeRmPVnNU