Indonesia punya 56 juta "pengusaha."
Malaysia cuma 3 juta.
Kedengarannya bangga. Padahal itu alarm.
Malaysia 75% pekerjanya formal, bergaji, terserap sistem.
Indonesia? 38%.
Sisanya jadi "pedagang" bukan karena mau, tapi karena nggak ada pilihan lain.
Bukan wirausaha. Survival mode.
Selisih itu bukan bukti kita lebih entrepreneur.
Itu bukti sistem kerja kita gagal nyerap orang.
Mas Botok andalan 👏🏼
Mas botok passwordnya " Wong cilik mbok idak idak"
Telat dua bulan, iuran bpjs kelas 3 seharusnya bayar 280 ribu setelah di bayar tagihan jadi 980 dendane 700 ewu.
PLASTIK NAIK, SAYA DIAM.
DIKATAIN GAK BERMIMPI JADI KAYA RAYA,
SAYA JUGA DIAM.
DOLLAR NAIK, SAYA DIAM.
IHSG DROWNDOWN. SAYA DIAM.
TETAPI HARI INI SAYA DENGAR
HARGA MIE AYAM NAIK,
SAYA AKAN LAWANNNN!!!
Sebuah trend di tiktok yang awalnya mungkin dianggap lucu2an oleh sebagian orang, namun sejatinya menyinggung 'teman2 disabilitas'.
Ironisnya beberapa yang mengikuti trend ini adalah public figure dengan pengikut yang besar.
(Sumber thread: dansanggoro)
kalian gk pingin mengajukan Bu Rum sbg kekayaan intelektual nasional? mencatat beliau sbg "pahlawan" nasional dlm bidang kuliner akar rumput, sejarah ayam geprek tidak boleh terlupakan dr akarnya.
karena ayam geprek adalah penggerak perut mahasiswa2 yang sedang menuntut ilmu
Cuma berjarak 3 bulan dari konten-konten viral karyawan MBG bukber di hotel, konten hampers sembako mewah, dan konten nyinyirin gaji guru honorer.
Roda berputar ya, guys 🤏🏻
Isih hurung kapok poooo, wong wongan bayaran. Disini udah fokus masalah nasional, yang situ malah fokus mbelah umat karo entuk bayaran🤑🤑🤑.
Ramasalah sihh nek ameh demo, tapi buat apa nek yang dipermasalahkan mbela kepentingan rakyat/kolektif?
cah ugm postere og AI ��🤣