Pengin tau nih
Yg suka ngomongin mahasewa mana suaranya?
Jejangan motornya lbh butut dr motor mereka2 ini 🤭
Klo cm 50 100... Kali itu duit es teh mereka...
Yg hrs diingat sih, klo gen z the have pun mulai turun ke jalan, something must be completely wrong!!
Pemerintah ga denger krn sibuk.. biarin aja 😌
Bom waktu memang lbh sering lemah suaranya...
Nih ada salah satu ibu mahasiswa Trisakti yang ga terima anaknya di katain mahasewa 100k, katanya “diketawain sama jajan anak gw sehari” 😭
Lalu ada orang yang bilang anak anak Trisakti ngeborong kacamata dagangan bapak bapak sampe bapaknya terharu karena dagangannya diborong 😭
sekarang alfamart ketar-ketir karena BAnya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina😹
indomaret langsung gercep bgt ambil kursi, mana jawaban meta di like sama admin indomaret wkwk
🚨 KRONOLOGI DEMO JOGJA 28 OKTOBER
DARI AKSI MAHASISWA, BERUJUNG CHAOS DI MALIOBORO!
Wak, kalau ditarik dari siang sampai malam, situasi di Yogyakarta hari ini mengalami perubahan drastis. Aksi menyampaikan aspirasi yang awalnya berlangsung relatif tertib, kemudian berujung ricuh di sekitar Gedung DPRD DIY dan kawasan Malioboro.
📍 SIANG -> MASSA MULAI TURUN KE JALAN
Sejumlah kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi di kawasan DPRD DIY, Kantor Gubernur DIY, hingga Titik Nol Kilometer.
Isu yang disuarakan bukan perkara sepele: persoalan kesejahteraan, upah, kebakaran hutan dan lahan, pendidikan, kebebasan berpendapat, hingga kritik terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
📍 SORE -> MASSA BERGERAK, SITUASI MULAI TEGANG
Sekitar pukul 15.00–16.00 WIB, berdasarkan informasi lapangan yang beredar, massa mulai bergerak kembali dan situasi di sejumlah titik menjadi lebih tegang.
Aparat terlihat berjaga dan menghadang pergerakan massa. Kekhawatiran warga pun muncul, terutama bagi mereka yang masih beraktivitas di sekitar lokasi aksi.
📍 17.00 WIB -> AKSI UTAMA MASIH BERLANGSUNG
Laporan media menyebut massa masih menyampaikan aspirasi di kawasan Titik Nol Kilometer. Pada tahap ini, aksi utama dilaporkan relatif kondusif.
Namun, situasi di lapangan terus berkembang. Kita perlu membedakan peserta yang sedang menyampaikan tuntutan dengan pihak yang kemudian terlibat dalam kericuhan.
📍 SEKITAR 18.00–18.15 WIB -> SITUASI BERUBAH
Setelah aksi utama mulai berakhir, sekelompok orang dilaporkan bergerak menuju kawasan Gedung DPRD DIY.
Ketegangan meningkat. Laporan media menyebut adanya pelemparan benda dan kembang api ke arah petugas. Sejak titik ini, situasi yang semula berupa penyampaian aspirasi berubah menjadi kericuhan.
📍 MALAM -> KERICUHAN MELUAS KE MALIOBORO
Situasi semakin panas. Sejumlah benda dilaporkan dibakar, sementara aksi saling lempar terjadi di sekitar lokasi.
Dampaknya bukan cuma dirasakan aparat dan massa. Pedagang serta pelaku usaha di kawasan Malioboro ikut terdampak karena sejumlah toko memilih tutup lebih awal demi menghindari risiko.
📍 SEKITAR 19.30–21.30 WIB -> APARAT BERUSAHA MEMUKUL MUNDUR MASSA
Laporan media menyebut aparat mengerahkan water cannon untuk mengendalikan situasi. Ketegangan dilaporkan meluas ke sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Kepatihan.
Polisi kemudian menyisir sebagian kawasan Malioboro dan berusaha mendorong massa menjauh dari gedung DPRD DIY. Namun, dalam laporan terakhir yang berhasil dihimpun, situasi belum dapat dipastikan sepenuhnya kondusif.
⚠️ BAGAIMANA KONDISI TERKINI?
Hingga laporan terakhir yang bisa diverifikasi, belum ada kepastian menyeluruh mengenai jumlah korban, total kerusakan, maupun penangkapan yang terjadi. Kondisi tepat setelah pembaruan terakhir juga belum bisa dipastikan.
Sementara itu, kabar yang menuding kelompok tertentu, termasuk dugaan keterlibatan “Geng Solo” untuk memancing provokasi,masih di selidiki .
Wak, ada satu hal yang jangan sampai hilang dari perhatian kita.
Ketika mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan, yang harus didengar pertama-tama adalah apa yang mereka tuntut dan mengapa mereka merasa perlu turun ke jalan.
Kalau kemudian terjadi kericuhan, penyebabnya harus diusut berdasarkan bukti. Siapa yang melakukan kekerasan, siapa yang merusak fasilitas, dan bagaimana aparat bertindak harus diperiksa secara objektif.
Jangan sampai tuntutan publik tenggelam oleh kericuhan. Jangan pula semua peserta aksi dicap sebagai perusuh hanya karena tindakan sebagian orang.
Pedagang yang kehilangan kesempatan mencari nafkah, warga yang terjebak di tengah ketegangan, peserta aksi yang ingin menyampaikan pendapat, hingga aparat yang bertugas, semuanya berhak atas keselamatan.
Pemerintah dan aparat perlu menjelaskan perkembangan situasi secara terbuka. Publik juga perlu informasi yang terverifikasi, bukan sekadar potongan video dan tuduhan yang belum terbukti.
dan jangan biarkan fakta dikalahkan oleh propaganda.
🟩🟦🟥
Hijau Biru Merah!
Simbol tiga warna yang beredar menjelang demonstrasi 28 Oktober 2026 memiliki sejumlah tafsir di media sosial.
Salah satu penafsiran menghubungkan ketiga warna tersebut dengan identitas suporter sepak bola di DIY.
Berikut makna yang dikaitkan dengan masing-masing warna.
Hijau: Identitas Suporter PSS Sleman
Warna hijau identik dengan PSS Sleman, klub sepak bola yang bermarkas di Kabupaten Sleman.
Dalam tafsir yang beredar di media sosial, warna hijau dianggap mewakili kelompok suporter dari Sleman yang disebut akan bergabung dalam gerakan solidaritas menjelang aksi 28 Oktober.
Biru: Identitas Suporter PSIM Yogyakarta
Warna biru identik dengan PSIM Yogyakarta, klub sepak bola yang berasal dari Kota Yogyakarta.
Warna ini kemudian ditafsirkan sebagai representasi suporter PSIM dalam narasi persatuan tiga kelompok suporter di DIY.
Jika tafsir tersebut benar, penggunaan warna biru dapat dipahami sebagai penanda identitas kelompok yang berbeda, tetapi dikaitkan dengan satu gerakan solidaritas.
Merah: Identitas Suporter Persiba Bantul
Sementara itu, warna merah dikaitkan dengan Persiba Bantul, klub sepak bola yang berasal dari Kabupaten Bantul.
Dalam narasi yang beredar, warna merah melengkapi hijau dan biru sebagai representasi tiga kelompok suporter dari wilayah berbeda di DIY.
Ketiga warna itu kemudian ditafsirkan sebagai simbol persatuan yang melampaui rivalitas sepak bola. Hingga dikenal dengan istilah "Mataram is Love", beda klub tapi satu rahim sejarah Mataram.
Kemunculan simbol hijau, biru, dan merah menjelang aksi 28 Oktober 2026 tidak terlepas dari peristiwa demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan Suara Jogja, demonstrasi mahasiswa saat itu sempat memanas. Ketegangan terjadi ketika sebagian massa berupaya masuk ke gedung DPRD DIY dan dihadang aparat kepolisian.
Situasi kemudian diwarnai aksi saling dorong dan pelemparan botol. Peristiwa tersebut menjadi salah satu sorotan dalam dinamika demonstrasi di Yogyakarta.
Setelah kejadian itu, muncul narasi di media sosial yang menghubungkan simbol tiga warna dengan solidaritas terhadap mahasiswa yang diduga mengalami kekerasan dalam aksi sebelumnya.
Sejumlah unggahan juga menyebut kelompok suporter dari Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul akan bergerak bersama mahasiswa serta masyarakat.
Meski demikian, informasi mengenai keterlibatan ketiga kelompok suporter tersebut masih perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait.
Gertakan, Dobrakan, dan Ledakan
Selain dikaitkan dengan identitas suporter sepak bola, simbol hijau, biru, dan merah juga memiliki tafsir lain di media sosial.
Sebagian warganet mengartikan hijau sebagai “gertakan”, biru sebagai “dobrakan”, dan merah sebagai “ledakan”.
Tafsir tersebut mencoba membaca tiga warna sebagai rangkaian pesan simbolis yang menggambarkan peningkatan tekanan atau perlawanan.
Namun, penafsiran itu berasal dari pengguna media sosial dan belum didukung pernyataan resmi dari pembuat poster.
Dengan demikian, masyarakat perlu membedakan antara makna yang benar-benar disampaikan oleh penggagas simbol dan interpretasi yang muncul secara spontan di media sosial.
Warna yang sama juga dapat memiliki arti berbeda, bergantung pada konteks gerakan, pihak yang menggunakannya, serta pesan yang hendak disampaikan.
Jadikan https://t.co/en8Xa9nh9s sumber berita:
Klik https://t.co/Q6CsR9GSL6 & centang sebagai referensi pilihan.
#demo #28oktober #Jogja #HijauBiruMerah RF
Китайский поставщик стекла использовал погромы во Франции, чтобы бесплатно прорекламировать свою продукцию.
Предприятие «Хэнсинфэн» опубликовало ролик в соцсетях, не потратив ни копейки на съёмки, и мощно хайпануло.
Sama banner takut
Sama pesepeda juga takut
Tp sm Karhutla ga takut (makanya dibiar2kan?)
Sumber thread @.thenorthacehCycling
Awalnya semua boleh lewat ,namun ketika kami tiba langsung di barikade ,padahal kami cuman sepeda nyantai sambil mengingatkan bahwa ada bencana dimana mana .
Ngeri ya, menyuarakan keadaan negara yg sebenarnya sj dihalang2i?! 😓