Gempa M 7,5 dengan kedalaman 10 km, terjadi di ANAMIZU, JEPANG
Senin 1 Jan 2023 ( 14:10:09 WIB )
Dan gempa susulan masih terus terjadi, dengan magnitudo 6 dan 5+ menggempur di wilayah Jepang
JOKOWI SUDAH BERUBAH SAMBUTAN MASYARAKAT DI DAERAH PUN SUDAH TIDAK LAGI BESAR
Oleh : Rika Sudjiman
Dalam perjalanan panjang dimasa pemerintahannya, Jokowi memang awalnya dikenal sebagai presiden yang merakyat, dan dianggap sebagai presiden yang cukup dekat dengan rakyatnya. Terbukti setiap kali dia melakukan kunjungan ke daerah-daerah saat meresmikan proyek atau melakukan groundbreaking proyek baru, hampir kita temui banyaknya sambutan masyarakat yang berdiri di pinggir jalan.
Namun cerita manis itu banyak berubah diujung masa pemerintahan dia sebagai presiden saat ini. Sambutan masyarakat dipinggir jalan sudah tidak lagi besar dan masyarakat tidak lagi antusias menyambutnya. Mungkin jika terlihat ramai, itupun saat pertemuan di satu titik saja. Dan bisa jadi itu juga bagian dari mobilisasi yang sudah diatur oleh tim kepresidenan.
Contoh terbarunya bisa kita lihat saat kunjungan dia ke Papua dan terakhir NTT. Bisa jadi semua ini disebabkan oleh sikap politik yang dia ambil sendiri. Disaat mayoritas pendukung yang dulu sudah berkeringat mendukungnya justru malah kenyataannya dia tinggal, dan lebih memilih berpindah ke pihak lain. Apalagi saat ini pihak-pihak itu adalah lawan politiknya dulu.
Serta ditambah dengan sikapnya yang tidak punya etika, yang begitu saja meninggalkan PDIP, bahkan partai yang sudah membesarkannya. Sehingga dimata masyarakat Jokowi dianggap sebagai penghianat, dan sikapnya sangat tidak baik. Belum lagi drama MK yang memaksakan diri anaknya menjadi cawapres. Yang semua itu terjadi justru diujung masa pemerintahannya.
Terbukti dari apa yang sudah di lakukan Jokowi jelas membuat mayoritas masyarakat Indonesia kecewa. Bisa jadi kekecewaan ini bukan akhir, tapi masih akan banyak respon lain yang lebih besar. Mungkin Jokowi sendiri saat ini percaya diri dengan hasil survei soal kepuasan dirinya yang masih tinggi. Tapi yang tidak pernah dia perkirakan adalah fakta masyarakat kita di lapangan sangat berbeda dari gambaran hasil survei.
Berani maju pileg dan pilpres, harus dong siap jiwa raga dan mental. Siap dibacain pikiran dan tindaklakunya oleh publik. Namanya kompetisi, kampanye itu semacam uji publik.
Kaum muda, kaum milenials... bila ingin berpolitik, menjadi pemimpin... berproseslah dengan baik. Siapkan diri sejak awal, agar memiliki kemampuan, kesiapan dan pengalaman.
Nah, udah cerah ini. Semoga ini dapat dibaca semua makhluk hidup yang punya twitter (atau sebutan lain), agar jangan banyak bunyi2 kosong namun tidak paham, karena jongkoknya IQ.
Baso da'a awö zura tanö bö'ö ba Wikipedia Nias, ensiklopedia nifalului zato ba li Niha.
Atulö'ö ma zui nönö zi bohou ba https://t.co/qyeTwylMOA.
Moroi khöda, soguna khö niha khöda, soguna khö ndraonoda miföna.
#wikipedianias#wikipedia#bahasanias#niawiki
Ponsel Kapolda Jateng Irjen Achmad Luthfi menjadi korban peretasan bermodus klik file APK yang dikirim via WhatsApp. Polisi berhasil menangkap dua orang pelaku.
https://t.co/8DsoPml1JN