Dijual buku bekas, buat bantu teman guru. Pengiriman dari Medan harga diluar ongkir.
MAKANYA, MIKIR!, 65 rb
Burung-burung Manyar, 70 rb
Janda itu ibuku, 60 rb
Surat Cinta dari Rindu, 30rb
Pesan melalui DM yaa
Mohon bantu RT ✨
USUARIOS DE ANDROID, ¡LEAN ESTO!
Tu teléfono dice: “Almacenamiento lleno”.
Entonces borras fotos. Borras vídeos. Desinstalas aplicaciones. Y, aun así, el espacio libre apenas aumenta.
Eso ocurre porque los verdaderos culpables no suelen ser tus fotos ni tus aplicaciones, sino toda la basura oculta que Android almacena silenciosamente en segundo plano.
Ayer limpié mi teléfono y recuperé 35 GB sin borrar ni una sola foto, vídeo, aplicación o chat que realmente uso.
Así es exactamente como lo hice:
👇👇
Dana MBG itu kalau 10 tahun konsisten dikucurkan untuk pendidikan, bakal melesat bangsamu.
Gak ada lagi tuh generasi yg percaya hoax, beriman sama penguasa, dan milih pemimpin lewat joget.
Kebodohan ini mungkin sengaja dipelihara karena penguasa kenal mayoritas pemilihnya.
gue pernah tanya dokter endokrin soal gula darah tinggi tanpa harus minum obat.
Dokternya bilang:
“Jangan nyari-nyari diet yang paling sempurna.
Cukup benerin 7 hal ini dulu.”
Ini dia yang harus dibenerin:
Pernah dengar metode gamifikasi dalam pembelajaran?
Banyak orang mengira bahwa jika siswa terlihat antusias, sering mengklik, mendapatkan poin, naik level, atau bersaing di leaderboard, maka mereka pasti belajar dengan lebih baik.
Padahal, engagement tidak sama dengan learning.
Jika perhatian siswa tersita oleh poin, badge, animasi, ranking, atau hadiah, sebagian sumber daya kognitif justru digunakan untuk memahami "permainan" daripada memahami konsep yang dipelajari.
Aktivitas mental ≠ aktivitas belajar.
Seorang siswa bisa sangat aktif mengejar skor tetapi tidak membangun pemahaman konseptual yang mendalam.
Contoh:
-Murid berlomba menjawab kuis Kahoot secepat mungkin.
Fokus utama menjadi "siapa tercepat?"
Bukan "mengapa jawaban itu benar?"
Hasilnya sering meningkatkan performa kuis atau kemampuan "bermain" jangka pendek tetapi tidak selalu meningkatkan retensi informasi/pengetahuan jangka panjang.
@CNNIndonesia Bullying/perundungan itu ciri khasnya dilakukan oleh ‘pihak yg lebih kuat’ (bisa secara finansial, sosial, jumlah, jabatan, pengaruh, dst.) ke ‘pihak yg dianggap lebih lemah’
Membandingkan ejekan terhadap presiden (yg jelas tidak lebih lemah) dengan bullying, adalah cacat logika
Pemenuhan gizi itu dari anggaran kesehatan dan anggaran yang berkaitan dengan jaminan sosial, bukan anggaran pendidikan. Sasaran MBG secara gila-gilaan meluas jadi lansia, dan narapidana. Sementara hampir 4 juta anak tidak sekolah. Kemana hak anak2 ini?
Pemenuhan hak tidak meniadakan hak lainnya.
Karena anak SD masih cenderung konkret dalam berpikir, maka buku bergambar menjadi alternatif yang baik untuk belajar supaya ilmu mudah ditangkap.
Contohnya Usborn Lift the Flag - Biology.
Kamu bisa beli di https://t.co/mnSYLh51wd
Buku ini menarik, karena ada flap yang bisa diangkat untuk membaca penjelasan tentang gambar. Dari segi keilmuan, buku ini tidak hanya sekedar bacaan fun-fact, tapi juga sangat filosofis (mengajak anak untuk merefleksikan keanekaragaman makhluk hidup).
baru selesai baca “Melampaui Sastra Anak” karya Ari Ambarwati. 16 tulisan di sini bahas seputar buku bacaan anak; dari Si Doel sampai Na Willa. Bu Ari juga angkat tema orang dewasa perlu baca buku anak dan pentingnya kritik sastra anak. jadi inget mau reread “Totto-chan”.
@Hidupsebagai62 semua buzzer pemerintah kalau di perhatikan tiap kali kalah argument, mereka akan menyerang kelemahan lawan nya, alias keluar dari topik.. entah fisik yg diserang entah entah pengalaman lama nya yg diserang, mereka gk ngaca junjungan nya punya background yg kelam juga😌
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Orang-orang problematik itu template ya
1. Minta maaf karena ketahuan bukan karena mengakui kesalahan
2. Bikin klarifikasi pakai kalimat ini "mohon maaf atas segala kegaduhan...." selalu kalimat ini yg pertama muncul. Tetap bebal gak sadar kalau salah.
Anak minta jajan Rp 10.000. Bapak kasih. Habis hari itu juga. Besok minta lagi.
Bapak mungkin mikir: "Ya emang gitu. Namanya juga anak."
Justru itu. Kalau dari SD gak diajarin BAGI uang, nanti umur 25 gaji 6 juta habis tanggal 15.
Riset: kebiasaan finansial anak terbentuk di usia 6-12 tahun. Bukan kuliah. Tapi anak SD lho pak.
Kalau kamu ke Gramedia, lalu ketemu buku yang minat dibeli, JANGAN langsung buru-buru bawa ke kasir. Ada cara ampuh biar kamu dapat harga lebih murah 25% (kadang selisih harganya 10-20rb).
1. Buka situs web https://t.co/YBSgWszpKt (pastikan kamu sudah punya akun dan login di sana);
2. Search judul buku yang tadi mau kamu beli;
3. Di kolom toko, pilih Gramedia Warehouse yang sedang kamu kunjungi;
4. Langsung masukkan buku pilihanmu ke keranjang belanja;
5. Pilih opsi “ambil di toko” (biasanya ada tambahan voucher diskon kalau memenuhi syarat minimal belanja);
6. Nah, di sini tugasmu untuk komparasi harga offline dan online. Kalau sudah yakin harga di web lebih murah, langsung bayar (bisa pakai Qris);
7. Setelah dibayar, cek kode transaksi via email, lalu tunjukkan ke kasir untuk ambil buku fisiknya.
Selamat! Kamu sudah beli buku offline tapi dengan harga online! Buku yang dibeli lewat web ini bisa lebih murah karena tidak kena tambahan harga display Gramedia.
Catatan: persentase diskon di web sewaktu-waktu bisa berubah.
Sistemik. Dari rumah ortu nuntut rangkin/nilai. Di sekolah sistem tidak mendukung perubahan sehingga saling tekan dari atas ke bawah. Pernah tanya murid sewaktu ketahuan membawa contekan, mengapa kamu mencontek? Takut Pak, nanti nilai saya merah rangking saya turun dimarahi ortu.
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
Hari ini, 20 Mei 2026 sebenarnya sedang terjadi 3 Peristiwa Besar:
1. Demo Guru di depan DPR-RI
2. Rapat Paripurna Presiden di DPR-RI
3. Sidang gugatan UU APBN 2026, menyoal MBG, keterangan Saksi dari perkara nomor 40.