@Koishi_ihsioK@real_hotaru "nothing ever happens" as the people are easily locked in a perpetual state of horizontal conflicts that are allegedly or naturally fabricated by the society or the government while the elites plunder our natural resources for short term financial gains, so the same as always.
Cara membedakan aksi demo bayaran atau murni gerakan rakyat di Indonesia itu gampang banget.
Kalau demonya dijaga aparat, bahkan dibiarkan bebas berarti berpotensi demo settingan penguasa.
Kalau demonya dihalangi mati-matian sama aparat, bahkan disuruh bubar, itulah demo yang sesungguhnya demi kepentingan rakyat.
@keluhkesahkonoh Ini mirip strategi serangan umum 1949 yang dengan sengaja memposisikan pertempuran di sekitar Hotel internasional tempat pengamat PBB berada, sehingga memperoleh legitimasi dan berkontribusi pada KMB.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Dollar tembus 18 ribu. MBG dikorupsi 1 miliar setiap harinya. Administrasi kenegaraan serampangan. Anggota DPR jadi pelindung rezim.
Kalian yg dianggap Ulama, terlebih yg telah menikmati uang rezim, berhentilah menipu dan me-ninabobokan umat dgn kata-kata tawakal, sabar, dsb.
"Coba dievaluasi itu Pak, itu dikorupsi"
"Enggak. Antek asing! #LanjutkanMBG "
"Itu pengadaannya mubazir ga masuk akal"
"Diam. Anak abah!"
"Pak itu Dadan belanjanya makin aneh2"
"Berisik. Dibayar berapa sm Soros?"
"Eh, Dadan trnyt korupsi 1 miliar/hari dan mark up anggaran"
"KONTTTT..."