Kalo hari ini sering liat suporter turun ke jalan (dg ragam cara, bendera & metode) dlm isu2 kerakyatan: di situ Andi Peci (sedikit banyak) yg memulai.
Baliknya Persebaya 1927 ga cuma kemenangan Bonek, tapi ttg: sepakbola emang alat perjuangan.
Malah budhal disek kon iku, Cok!
@alburrn Ya sepanjang itu, dulu ada 1 yg diselidiki KPK pas kasus Mario Dandy
Tapi ngeliat beberapa yang sepi tapi masih buka, kayanya saya berkeyakinan bahwa mungkin tempat cuci uang juga
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Cak Andie Peci.
Lebih dari sekadar kawan di tribun, beliau adalah simbol perjuangan dan saudara yang selalu merawat simpul persaudaraan antar suporter.
Istirahatlah dengan tenang, Cak. Perjuanganmu abadi. ๐ค๐๏ธ
@ownedbygoymatra Makasih sarannya. Makanya dari awal, gw selalu membahasakannya dengan pertanyaan dulu, baru coba gw tambahin opini.
Gw ga mau dari awal langsung "haha, layak landlords"
Setuju bgt dengan yang stoik.
@ownedbygoymatra True. Memang benar ada konteks yang kemudian membuat 65, termasuk ya well CIA etc.
I still don't understand how u justify owning shit tons of land that create conditions for exploitation tho?
Apalagi kita liat apa yang terjadi di status quo ketika tuan tanah kembali merajalela.
@bleednectar Perhatikan kalimat ini: "mending tanah2 tsb diberikan gratis k saudara2 kakek or dijual murah"
Persis. Ini yg bikin reform agraria alot banget. Perintah UU dihalangi ragam trik/intrik, salah satunya gini.
Aksi sepihak konsekuensi material kebuntuan ini https://t.co/awAcHMz1XE
@ownedbygoymatra Makanya, disini kita lihat secara konteks sejarah dan materialnya siapa yang "jahat". Di era kolonial, dengan tanah sebanyak itu, dengan banyaknya Priyai yang juga berkolaborasi dengan Belanda, dst. mungkin memang "legal" tapi tetep menekan eksploitasi.
@ownedbygoymatra Secara historis, bener itu yang mungkin terjadi. Tapi "legalitas" itu tetap ga membenarkan tindakan yang dilakukan oleh ya para priyai, kyai, atau elit lokal yang menghimpun banyak tanah. Apalagi, ketika masih banyak buruh tani yang dieksploitasi. Dst.
Pembunuh Pak Yani bukan PKI, tapi Cakrabirawa. Letkol Untung, pemimpinnya, sudah dieksekusi.
Menurut visum, tidak ada penyiksaan seperti yang dipropagandakan Pak Harto, termasuk di film pemberontakan G30S
Pesan Mas @senogp jelas: propaganda ini membuat stigma buruk yang berakibat pada normalisasi penghakiman pada anggota PKI di seluruh Indonesia.
Di antara anggota PKI ada yang brengsek, itu benar. Bahwa persekusi pada tujuh setan desa juga benar. Lekra bikin ludruk โmeledekโ Tuhan, juga benar.
Tapi sama benarnya bahwa orang puluhan ribu orang dibunuh dan dipenjara tanpa pengadilan.
@Widyawa64704930@akhadam77 Betul, tidak salah. Tapi dengan banyaknya orang relijius (atau berlatar awal relijius) seperti Haji Misbach, Amir Syarifudin, Tan Malaka, dan lain-lain sudah cukup membantah klaim "anti-Tuhan" yang ada.