Dia telah jatuh hati kepada @snowlitazure, lebih dalam daripada yang mungkin pernah disadarinya
Dan entah sejak kapan, perasaan itu tidak lagi mengenal dasar.
Hari demi hari, dia hanya terus tenggelam lebih jauh.
@snowlitazure "Ya, bulannya indah." Indah, memang. Namun bukan bulan yang membuat malam itu terasa demikian.
Aksinya-lah yang membuatnya demikian.
Ada perasaan yang barangkali tak perlu diberi nama, sebab Ikhor sendiri telah mengetahuinya dengan begitu jelas.
@snowlitazure@eloquoenity hanya dari satu hati yang berusaha." Tatapannya tertuju pada Aksinya sejenak. "Kita harus berjalan bersama dan sama-sama menjaganya agar tetap kuat."
@snowlitazure@eloquoenity Ikhor menoleh kepada Aksinya, senyum tipis terukir di wajahnya, lembut, nyaris penuh kehangatan. Tangannya perlahan mencari tangan Aksinya yang bebas, lalu menggenggamnya erat, seakan enggan melepaskannya.
"Benar kata Kopdes-sama, Aksinya. Hubungan yang berarti tidak akan tumbuh
@singtovernal@snowlitazure "Ini, saya berikan kelima makhluk ini untuk anda." Langsung menyerahkan kelima makhluk itu di hadapan petugas.
"Susah sekali menemukan mereka yang nampaknya gemar bersembunyi." Terdengar nada yang agak kesal pada ucapannya. "Kalau begitu apakah kami sudah lolos?“
@snowlitazure Alat pancing diserahkan kepadanya. Sudah di tangan dan tiba-tiba ada yang menarik tali pancingnya.
"Saya mendapat ini." Ucapnya pada @alkiinoe. "Untuk dua kesempatan lainnya saya berikan kepada Aksinya."
@singtovernal@snowlitazure "Tuan petugas," Memanggil @singtovernal. "Satu lapangan ada lima makhluk sehingga totalnya 15? Atau di 3 lapangan ada lima makhluk?"
@singtovernal Sambil menggenggam tangan @snowlitazure, mereka berdua berjalan menuju lapangan yang disediakan. Dan... Jujur, mode hard, sangat hard sekali.
@yucattora Datang ke stand ini bersama @snowlitazure.
"Selamat malam. Saya, Ikhor hadir untuk membantu di lapangan U Urara Ura Urara Yaha Yaha." Tiga tiket merah diberikan kepada petugas.
Sekarang menunggu Aksinya untuk bergabung dan memberikan 3 tiket merahnya juga.
@snowlitazure Mengidentifikasi raut wajah Aksinya yang sedikit mengerucut, Ikhor perlahan membuka mulutnya dan menerima suapan yang diberikan kepadanya.
Rasa es krim itu terasa menyenangkan—atau, lebih tepatnya, sangat enak. Manis, tapi tak terlalu tajam rasa manisnya.