Otak terheran dengan pelanggan yang banyak. Dengan setengah hati menghampiri dan senyum tipis terulas, “Oi. Selamat datang. Lihat menunya. Ingin pesan apa?”
[maafkan saya atas rude ICnya, ya. 🙏] @_dracxena
@semubeIaka @realishara “Pesanan tidak bisa digabung karena milikmu sudah paas 50 koin.” Melirik ke arah Shankara, “Untuk anda,” berpindah atensi kepada Ishara, “Total anda hanyalah 8 koin.”
Hadeh. Ada pelanggan lagi.
Jìngyú memutar mata malas, tetap saja menghampiri sang pelanggan @realishara, “Hoi pelanggan. Lihat menunya. Ingin memesan apa?”
[maafkan saya atas rude ICnya, ya. 🙏]
@imperatrixu Memberikan sisa koin kembali kepada sang pelanggan, “Berikan itu kepada si boneka goyang yang di depan saja. Kau akan menerima makanan bonus nantinya. Sekarang mohon tunggu sebentar.”
Dia berjalan pergi untuk mengurusi pesananmu.
Berkacak pinggang, sebelum menghampiri dan langsung menyerahkan menu begitu saja kepada sang puan dengan senyum setengah hati, “Hoi pelanggan. Selamat datang. Lihat menunya dan mau pesan apa?”
[maafkan saya atas rude ICnya, ya. 🙏] @imperatrixu
Sejujurnya malas menanggapi pelanggan, tetapi demi menjalani tugas hari ini, dia akan tersenyum setengah hati sembari menghampiri kepada san puan, “Hoi bocah, apa yang ingin kau pesan?” @SSTARGAZlNG
“selamat malam, nona yerim.” mencoba bungkukkan badan walau gagal. “ni ai wo, wo ai ni. mari saya antar menuju surga duniawi yang sejuk ini!” tuntun menuju @FORTHRlGHT.
@SSTARGAZlNG Semakin merepotkan saja. Ya sudahlah, nanti juga langsung selesai pesanannya, “Oke. Total untuk seluruhnya adalah 45 koin. Sini kasih koinnya dulu.”
“Selamat datang, tuan yang beruban.” Salam yang tidak ramah, tentu saja. Wajahnya setengah niat untuk melayanimu, “Lihat menunya, ingin pesan apa?” @hisvaliant
[maafkan saya atas rude ICnya, ya. 🙏]
@SSTARGAZlNG Repot betul. Rasanya ingin berkata demikian namun harus ia tahan, “Bisa-bisakan sajalah. Untuk siapa? Nanti saya catat. Ada lagi tidak?” ucapnya sembari masih mencatat.