+ lagi, ia bangun dari posisinya untuk menyalakan lampu ruangan lalu sengaja mengarahkan layar ponselnya ke tubuh bagian bawah―hendak menunjukkan paha mulusnya. “Masih, dong. Paling bentar lagi mau aku ganti, wleee.”
@ishyarat
+ paling tercinta, malahan berakhir tak sesuai harapan.
Ya, memangnya apa pula yang bisa diharapkan dari pria yang jarak usianya terlampau jauh? Meski akhirnya, bagi mereka, usia hanya angka belaka.
Shankara tetap mencintai Ishara.
“Hmph,” Lelaki yang lebih muda mendengkus +
@ishyarat + Shankara, “pasti kamu belum cek pesan, deh. Mau dicek dulu dalam waktu 5 detik sebelum aku hapus atau mau lihat wajahku sekarang?”
Belum. Shankara belum ingin memberitahu ‘hadiah’ yang sudah dipersiapkan untuk Ishara.
@ishyarat “Oh, gitu.” sahut Shankara singkat, enggan berceloteh panjang tentang pekerjaan Ishara sebab ia sering kali merasa konyol jika cemburu perihal sepele. “Mm, ada di kamar, kok. Nggak kemana-mana. Emang sengaja nggak nyalain lampu.” dengkus singkat menemani ucapan +
@ishyarat + sengaja tidak langsung menunjukkan wajah apalagi pakaiannya.
“Halo, sibuk banget ya sampai aku dianggurin.” kata Shankara, intonasi suaranya tenang tapi makna tuturnya tetaplah sarkas.
@ishyarat Oh, ternyata Ishara kembali menelepon! Rasa sebal Shankara perlahan lenyap, kini tergantikan antusias. Sambil menerka reaksi seperti apa yang akan diperlihatkan Ishara, jemari telunjuk Shankara menekan tombol, ia mengubah panggilan suara menjadi panggilan video. Lagi-lagi +
@ishyarat Menunggu kurang lebih lima menit tapi Shakanra tidak kunjung mendapat balasan, ia mengdengkus. Padahal sudah repot-repot pakai baju begini, tapi sasarannya tidak segera melihat, rasanya sebal.
“Ish,” Shakara pun menekan tombol memanggil, tetapi sengaja tidak menunggu +
@realishara @FORTHRlGHT Mahal amat, batin Shankara. Usai mendengar kalimat Ishara, lantas ia keluarkan koin miliknya dan memberikan semuanya kepada sang kekasih. “Kamu aja yang pegang, ah.”
@realishara @FORTHRlGHT Kok galak banget, sih? Rasanya mau ngajak gelut, tapi takut dimarahi Ishara. Akhirnya, Shankara hanya memasang air muka seperti biasa, tenang walau sorot matanya menunjukkan sedikit rasa jengkel. Tenang, tenang, tenang.
“Mau Di-Sundae Mint, Almond Tofu sama Dango.” jawabnya -