“Pada suatu hari, aku pernah tertidur di pekuburan. Dalam tidurku, aku mendengar suara, ‘Ambillah rantai, masukkan ke mulutnya, dan keluarkan dari bawahnya.’
Maka, ada mayat yang merintih, ‘Wahai Tuhanku, bukankah aku dahulu salat? Bukankah aku membaca al-Qur’an? Bukankah aku berhaji ke Baitullah?’
Lalu terdengar suara menjawab, ‘Benar. Tapi ketika engkau sendirian engkau bermaksiat dan tidak merasa diawasi oleh-Ku.’”
—Syekh Ali al-Khawas salah satu guru Imam Sya’rani
Sufyan at-Tsauri adalah orang yang sangat sering menangis dan merasa gelisah.
Lalu ada yang berkata kepadanya, “Wahai Abu Abdillah, berharaplah kepada Allah. Sesungguhnya, ampunan Allah jauh lebih besar daripada dosa-dosamu.”
Maka beliau menjawab, “Apakah kalian mengira aku menangis karena dosa-dosaku? Padahal, seandainya aku tahu bahwa kematianku membawa tauhid, meskipun kesalahanku sebesar gunung, aku tidak akan peduli.”
كيفية تأديب النفس :
بأن يحاسب الإنسان نفسه أولاً على الفرائض ، فإن تذكر فيها نقصاً تداركه إمَّا بقضاء أو إصلاح..
ثم ح على المناهي ، فإن عرف أنه ارتكب منها شيئاً تداركه بالتوبة والاستغفار والحسنات الماحية..
ثم يحاسب نفسه على الغفلة ، فإن كان قد غفل عما خلق له تداركه بالذكر
KH Chudlori
Muasis API Tegalarejo Magelang
صَلَاحُ الْمَعِيشَةِ مِنْ صَلَاحِ الدِّينِ، وَصَلَاحُ الدِّينِ مِنْ صَلَاحِ الْمَعِيشَةِ
" Kebaikan ekonomi adalah terdapat pada kebaikan agama.
Demikian pula kebaikan agama adalah terdapat pada kebaikan ekonomi "
كل ما شغلك عن الله من أهل ومال وولد فهو عليك مشئوم
"Segala sesuatu yang melalaikanmu dari Allah—baik keluarga, harta, maupun anak—akan menjadi sumber kesialan bagimu.”
-Abu Sulaiman Ad-Daroni-
#santrisarang#jumatmubarakah#kalamulama
Imam asy-Sya’rani menuturkan:
“Barang siapa memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Saw, niscaya ia akan memperoleh kemuliaan yang agung. Di antaranya, ia akan didatangi oleh Rasulullah Saw menjelang wafatnya, saat sakaratul maut.
Dan pada saat itu, ia akan diberi kabar gembira dengan menyaksikan apa yang telah Allah siapkan baginya, berupa bidadari, istana-istana, para pelayan, serta pasangan yang banyak.
Ia pun akan disambut dengan ucapan salam dan penghormatan dari Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana firman-Nya:
‘(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat, seraya mereka mengucapkan: “Salamun ‘alaikum, masuklah kalian ke dalam surga disebabkan apa yang telah kalian kerjakan.”’ (QS. an-Nahl [16]: 32).”
Nyawa di Ujung Tanduk, Ia Memilih Jadi Gila
Abu al-Hasan bin Hilal ash-Shabi’ meriwayatkan:
“Suatu hari al-Hajjaj keluar sendirian dari pasukannya. Ia melewati sebuah kebun, lalu mendapati seorang lelaki sedang menyiram tanamannya. Maka ia bertanya: ‘Bagaimana keadaan kalian bersama al-Hajjaj?’
Lelaki itu menjawab: ‘Semoga Allah melaknatnya! Ia seburuk-buruk orang, semoga Allah segera membalasnya.’
Lalu al-Hajjaj berkata: ‘Apakah engkau mengenalku?’
Ia menjawab: ‘Tidak.’
Ia berkata: ‘Aku adalah al-Hajjaj.’
Ibnu Sirin berkata:
ثلاثة ليس معهم غربة، حسن الأدب، وكف الأذى، ومجانبة الريب.
"Tiga hal yang tidak akan membuat seseorang merasa kesepian; akhlak yang baik, menahan diri dari menyakiti, dan menjauhi hal-hal yang meragukan.”
— Hilyatul Auliya', 2/276
علامة التوبة البكاءُ على ما سلف والخوف من الوقوع في الذنب وهجران إخوان السوء وملازمة الأخيار (سير أعلام النبلاء ج ٩ ص ٣١٥)
Tanda taubat adalah
Menangisi dosa² yang telah lalu. Takut terjatuh pada dosa. Meninggalkan teman² yang jelek. Senantiasa bersama orang² yang baik.
قال الإمام علي بن أبي طالب
الْمَرْءُ يَتَغَيَّرُ فِي ثَلَاثٍ الْقُرْبِ مِنَ الْمُلُوكِ وَالْوِلَايَاتِ وَالْغَنَاءُ مِنْ [بَعْدِ] الْفَقْرِ فَمَنْ لَمْ يَتَغَيَّرْ فِي هَذِهِ فَهُوَ ذُو عَقْلٍ قَوِيمٍ وَخُلُقٍ مُسْتَقِيمٍ
المصدر : غرر الحكم ودرر الكلم
Tentang Sabar dan Syukur
Sabar itu bukan hanya tentang menunggu, tapi tentang bagaimana kita bersikap saat sedang menunggu jawaban dari doa2 kita.
Terkadang Allah menghalangi langkahmu bukan untuk menghentikanmu, tapi untuk menjagamu dari sesuatu yang belum sanggup kamu lalui.
BAB KE 62
NGAJI KITAB AL HIKAM
SYEH IBNU ATHA' ILLAH AS -SAKANDARI
Syarah SYEKH ABDULLAH ASY-SYARQAWI AL-KHALWATI
Salah Satu Penyebab Utama Kehinaan Diri adalah Ketamakan
مَا بَسَقَتْ أَغْصَانُ ذُلِّ إِلَّا عَلَى بُذْرِ طَمْعِ