Oh iya life after breakup itu capek. Lebih baik diterima saja. Total mungkin sudah lebih dari 10x jalan-jalan kesana-kemari liburan dari hiburan kota , alam , konser dll . Beneran seru tapi balik balik hampa lagi tapi terima kasih untuk teman-teman yang mengiringi perjalanannya
Sekarang kalau ditanya , apa yang sedang direncakan ? Tak ada , saya berjalan saja menikmati pekerjaan yang ada dengan upah yang begitu luar biasa ini, cukup untuk beli kopi maka berakhirla hari-hari ini.
Mari menyendiri untuk beberapa waktu , kadang butuh rehat biar sehat
Semua dilalui dengan sukacita. Mewujudkan barang impian masing-masing. Ahh rasanya bahagia sekali. Dia orang yang sudah saya anggap satu-satunya alasan saya untuk melanjutkan hidup. Namun semua berlalu, dia sampai pada batasnya.
6tahun kenangannya banyak tuh ? Tentu , semua fase dalam hidup sudah dilalui bersama , fase aku kehilangan orang tuaku(ibu),fase merasakan punya tabungan banyak sampai terkuras habis , jalan jalan , nonton konser , makan-makanan favorit dll
Apakah dia jahat ? Tidak , dia tidak jahat . Dia orang yang baik sekali ,kecuali fase terakhir ia pergi. Tapi yang harus saya pahami , dia juga pasti punya tekanan dari sisi keluarga , teman dll. Mungkin inila pilihannya. Bertahan 6 tahun sudah sangat berharga luar biasa bagi dia
Apakah sesakit itu ? Sakit , benar-benar sakit. Saya kehilangan diri saya lagi. Lupa cara jadi manusia. Merasa butuh banyak belajar lagi. Tak mengapa , toh hidup memang tentang pembelajaran.
Alangkah baiknya bilang saja kalau sdh ada calon lain/pilihan keluarga lain. Toh saya tetap menerima , orang baru biasanya menang begitu cepat karena penawaran yang dilihatkan tentu menjanjikan dunia dan seisinya.
Tahun ini harusnya saya melewati fase yang serius dalam hidup , namun nyatanya berakhir tragis. Hubungan 6tahun berakhir seperti tak terjadi apa-apa. Ia begitu saja pergi , sedangkan aku masih disitu-situ lagi.