Tanggapan tim kolaborasi Pesta Babi, Sabtu, 30 Mei 2026
Mama Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk diri dan komunitasnya, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter ini berlangsung. Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini.
Setelah videonya beredar pada Sabtu malam, 23 Mei lalu, hingga mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat, 29 Mei, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung. Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya.
Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua.
Kolaborator film Pesta Babi:
Ekspedisi Indonesia Baru
Greenpeace Indonesia
Jubi Media
LBH Papua Merauke
Pusaka Bentala Rakyat
Watchdoc
Narahubung: +628111463105
Salam hormat untuk Pak @prastow
Gila, gila, di Threads banyak banget yang berusaha mendelegitimasi "Pesta Babi" dengan narasi Soros-Soros, antek-antek asing.
duh.. agak kacau juga Prof. saldi isra ini... pak saldi mempersoalkan adminsitratif pendaftaran pppk.
yg jelas peserta PPPK ga pny pilihan, selain daftar itu. cpns guru kan ga buka...
dan mereka ga eligible buat formasi lain, kek mana anda ini.
saya tdk sepakat dg argumen beliau. satpam x polisi jelas beda, tugas dan wewenangnya beda.
guru pppk
guru pns
tugas dan wewenangnya sama, kerja ditempat kerja yang sama. tapi status beda. sudah tau pppk kok tetap daftar dan pas ketrima protes minta jadi PNs?
YA HARUS PROTES LAH !!!
pemerintah kan gak buka cpns, jadi ya daftar pppk. ya kali daftar jadi hakim MK.
cc : @zanatul_91, @pppkguru, @PBPGRI_OFFICIAL, @PNS_Ababil
@perum_damri
gmn ini cara ngasih tau Prof. Sadil
Pesantren itu sudah ada jauh sebelum Indonesia ini ada. Ada ratusan, bahkan ribuan Pesantren yg usianya lebih tua dari Indonesia.
Apakah semua Pesantren itu baik? Tentu saja tidak. Karena yg mengurusi Pesantren juga manusia, pasti butuh perbaikan.
Kalau mau membicarakan Pesantren, riset dulu, bikin penelitian dulu, turun langsung ke Pesantren, wawancara Kyai, Ustadz dan santri-santrinya, baca literatur sejarahnya.
Jangan menarasikan Pesantren dg narasi yg merendahkan bahkan menyakiti hati santri-santrinya. Jangan kaget kalau santri-santrinya marah atas narasi yg ngawur, apalagi hanya untuk digunakan sebagai konten hiburan di media massa.
Sudahlah video asal nyomot, narasinya ngawur. Santri sungkem sama Kyai itu wujud takdzim, bukan feodal, malah dinarasikan berjalan ngesot. Belum lagi narasi lebay lainnya, sarungnya Kyai katanya mahal, mobilnya Kyai katanya mewah.
Sik tooo... rene..rene.. tak jilih lambemu, ben diajari sopan santun, ben rodo berakhlaq...
Mas Taryoko salah menangkap kemarahan alumni Lirboyo.
Kekesalan mereka bukan pada keaslian video, tapi framing jahat bahwa Kiai Anwar (tokoh yang dalam video) sebagai penerima amplop untuk memperkaya diri (rumah bagus dan mobil Alphard).
Kalau atribut agama membuatmu kemaruk, korup, tega melawan org kecil demi keberlangsungan perutmu..
Mungkin kamu tidak berlindung pada Tuhan, melainkan pada kemilau uang dan payung kebesaran nasab yang arogan
Mas², adik², ampun menjarah nggih. Jangan. Kita sesama manusia. Kepenatan hidupmu lampiaskan ke DPR, bukan ke sesama. Kalau mereka kan bukan manusia. Gakpapa.
Kalau ini benar pernyataan Sang Otot Besar, saya nitip respon:
Anda beli steak harga 6 juta dan keracunan. Bisa apa? Komplain dan tuntut pemilik restoran. Tapi ini urusan pribadi Anda dan pemilik restoran.
Bedanya apa dg keracunan di Program MBG? Pengadaannya menggunakan uang APBN alias uang pajak yg dibayar rakyat. Pelaksananya aparatur negara. Maka pertanggungjawaban ke publik. Ini menjadi urusan publik. Sdh bener siswa atau rakyat teriak.
Mosok bedain gitu aja gak bisa? Ntar turun pangkat lho....
Saya cuma ingin meluruskan logika bengkok. Utk MBG, saya apresiasi langkah cepat utk evaluasi dan penguatan kontrol di lapangan. Respon Istana dan BGN soal keracunan cukup proper dan terbuka. Semoga program ini lebih baik dan berhasil. Juga dijauhkan dari pendengung linglung nggak nyambung itu.....