Kemarin Randi & Yusuf. Kemudian Gamma. Hari ini kawan Affan. Besok? Barangkali adalah kita.
Di situasi seperti ini, yang kita punya hanya kawan seperjuangan. Saling jaga. Bertahanlah sedikit lebih lama.
Turut berduka cita
โ ๏ธ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF
Buton Selatan โ Peristiwa tragis mengguncang warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dimana, seorang petani bernama La Noti (61) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang dan ternyata telah ditelan seekor ular piton sepanjang sekitar 8 meter, Sabtu (5/7/2025).
Informasi yang dihimpun dari laporan Babinsa Kelurahan Majapahit menyebutkan, La Noti terakhir kali terlihat pada Jumat pagi (4/7/2025) sekitar pukul 07.00 WITA oleh saksi bernama La Ardi. Saat itu, korban pamit menuju kebunnya menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi DT 4037 HC.
Namun hingga keesokan harinya, Sabtu (5/7/2025), korban tak kunjung pulang ke rumah. Pukul 14.30 WITA, warga mulai resah dan melakukan pencarian secara gotong royong di sekitar area kebun.
Pencarian itu berakhir mengejutkan. Sekitar pukul 15.40 WITA, warga menemukan seekor ular piton besar dalam kondisi perut membesar tak jauh dari lokasi kebun korban.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembelahan tubuh ular, La Noti ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam perut ular tersebut.
โKorban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, seluruh tubuhnya sudah berada di dalam perut ular piton,โ ujar salah satu warga setempat yang ikut dalam proses evakuasi.
Evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 16.20 WITA dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Warga diimbau untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di area kebun atau hutan yang menjadi habitat alami hewan buas seperti ular piton.
Sumber indosultra. com
โ ๏ธ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF
Penemuan Mayat Tanpa kepala dan Potongan Kepala Manusia Gegerkan Warga Jombang. Diduga Korban Mutilasi.
JOMBANG - Warga di Dusun Mireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan temuan mayat tanpa kepala di saluran irigasi pada Selasa (11/2/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Mayat tersebut diduga korban mutilasi.
Saat ditemukan, jenazah sudah tidak mengenakan baju dan sudah mulai ada pembusukan.
Polisi memastikan bahwa mayat tersebut adalah korban mutilasi.
Sementara itu, potongan kepala manusia juga ditemukan di tepi Sungai Konto, Dusun Kedunglempuk, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Jombang, pada Rabu (12/2/2025).
Potongan kepala tersebut dipastikan merupakan bagian dari jasad tanpa kepala yang ditemukan di Megaluh. Kedua lokasi ini berjarak sekitar 4 hingga 5 kilometer.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra mengungkapkan bahwa hingga saat ini identitas korban masih belum terungkap. "Namun demikian, identitas korban belum terkuak," kata Margono pada Kamis (13/2/2025).
Penyelidikan menghadapi kendala karena sidik jari korban sudah dalam kondisi membusuk, sehingga sulit untuk diidentifikasi. Selain itu, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kehilangan anggota keluarga yang sesuai dengan ciri-ciri korban.
Sejumlah ciri fisik korban mutilasi telah disebutkan oleh pihak kepolisian, di antaranya:
Kulit sawo matang, tahi lalat di dada sebelah kanan, perkiraan usia antara 15 hingga 25 tahun, gigi tidak beraturan, panjang rambut sekitar 14 cm, serta tinggi badan sekitar 160 cm.
"Jika ada warga yang kehilangan anggota keluarganya, silakan melapor ke kami. Namun kami pastikan bahwa mayat perempuan yang ditemukan sebelumnya tidak ada kaitannya dengan Mr X tanpa kepala ini," ujar Margono.
Hasil autopsi menunjukkan adanya luka gorok tidak beraturan di leher serta luka di bagian kepala. Diperkirakan korban dihabisi sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.
VIDEOโฌ๏ธ