Saya hanya heran kenapa yg hadir tdk berani mengkoreksi dan malah bertepuk tangan. Ini sdh terjadi beberapa kali loh...please, kalau beliau salah bilang saja salah...
GILAAAA....Tiap Dapur MBG dikasih dana oleh BGN 4,8 Milyar dibayarkan di depan hanya untuk kontrak bangunan dapur 4 tahun. KORUPSI nya gila2 an. Padahal sudah dibangun 476 dapur....itu bisa markup 50% berarti 1 Trilyun dikorupsi.
INI BGN MAKIN GILA LAGI....beli motor rotal Rp 1,3 Trilyun dibayar di depan, motor baru mau dirakit, diduga markup 200-400 Milyar...
Musuh republik ini adalah pejabat korup dan buang buang anggaran, bukan rakyat yang vokal menagih hak haknya. Berhentikan MBG dan evaluasi total! Krisis ekonomi di depan mata!
Gua jadi mau coba rutin 𝘁𝗶𝗱𝘂𝗿 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺 2 𝗷𝗮𝗺 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 setelah baca jurnal ini!
Alasannya bukan karena sok produktif atau karena pengen jadi morning person. Tapi karena ternyata 𝘁𝗶𝗱𝘂𝗿 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗸𝗲 𝗼𝘁𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹.
Sebuah uji klinis pada individu yang terbiasa tidur larut (night owl) membagi peserta ke dua kelompok. Satu kelompok diminta menggeser waktu tidur 2 jam lebih cepat, tanpa menambah durasi tidur. Penilaiannya meliputi kesehatan mental, kognitif, dan performa fisik.
Hasilnya menarik yaitu orang yang tidur 2 jam lebih cepat ternyata:
-Skor depresi menurun
-Tingkat stres berkurang signifikan
Efeknya ternyata juga sampai ke fungsi otak dan tubuh antara lain:
-Kemampuan kognitif meningkat (fokus & kecepatan berpikir)
-Performa fisik membaik (reaction time & kekuatan genggaman)
Seperti pada judul penelitiannya, 𝗲𝗳𝗲𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗶𝗮𝘀𝗮 𝘁𝗶𝗱𝘂𝗿 𝗹𝗮𝗿𝘂𝘁 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗻𝗶𝗴𝗵𝘁 𝗼𝘄𝗹.
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻:
Tidur malam 2 jam lebih cepat dibandingkan biasanya, terutama pada orang yang terbiasa tidur larut malam, berasosiasi dengan perbaikan kondisi kesehatan meliputi:
-Peningkatan kondisi kesehatan mental
-Peningkatan kemampuan kognitif
-Peningkatan performa fisik
Seorang anggota Baleg DPR RI, 30 Oktober 2024, di forum resmi yang disiarkan langsung, dengan santai mengusulkan pemilu cukup digelar 10 tahun sekali.
Alasannya bukan soal stabilitas demokrasi. Bukan soal efisiensi negara. Bukan soal kepentingan rakyat.
Alasannya: nyaleg minimal Rp 20 miliar, lima tahun jabatan kurang untuk balik modal.
"Mohon maaf rata-rata kita bukan sedikit menghabiskan uang. Minimal Rp 20 miliar ke atas. Enggak ada yang sampai Rp 10 miliar."
— Muslim Ayub, NasDem, Dapil Aceh I, langsung di depan Perludem dan Komnas Perempuan.
Bukan slip lidah. Bukan editan. Rekaman resmi TV Parlemen. Diliput Kompas, Tirto, Detik, CNA.
Jadi kita sudah tahu sekarang: bagi sebagian anggota DPR, pemilu ,alat kontrol rakyat atas penguasa yang dijamin UUD 1945 , adalah siklus bisnis yang siklusnya terlalu pendek.
Pertanyaannya cuma satu: kalau niatnya "balik modal", uang itu mau dikembalikan dari mana?
Guys, ini keren banget.
Akhirnya kita bisa menyaksikan langsung di medsos, kemarahan rakyat kecil terhadap MBG.
Selama ini kita hanya mengetahuinya dari intelektual dan kelas menengah..
Jarang sekali rakyat kecil bersuara terang-lantang di depan media. Mana pakai bahasa aktivis pergerakan lagi. Menentang keras MBG dan bahkan menghujat SPPG.
Ini mematahkan argumen bahwa rakyat kecil sepenuhnya diuntungkan oleh MBG.
Sebagaimana yang disebut-sebut oleh buzzer.
Yang dukung palingan pekerja SPPG doang.
Ini beneran?
Menyiram para demonstran dg air parit?
DPRD harusnya jd wakil rakyat saat rakyat menerima ketidakadilan
Knp justru mereka yg menyuarakan disiram dg air parit?
Keterlaluan 😤
Ini sih namanya nantangin rakyat!!
BPJS Kesehatan sudah ngaku bahwa mereka BAKAL GAGAL BAYAR.
GAK PUNYA CUKUP DUIT UNTUK MEMBAYAR TAGIHAN.
Nah .. Danantara mau ngapain sekarang?
Prabowo mau ngapain sekarang? Pirbaya mau ngapain sekarang?
🥴
BTW, Ini lembaga pengelola dana publik sudah PERNAH DIAUDIT belum?
Claude bener-bener gamau diem. Akhir bulan kemaren baru rilis Opus 4.8, sekarang muncul lagi yg baru, Fable 5.
Buat kamu yg pengin kabur aja dulu dan dapetin gaji dollar, kayanya subscribe Claude Pro dan ngulik doi sampe mantep udah bisa jadi modal kuat buat bersaing.
Misalnya di Singapur, AI itu bukan lagi teknologi baru yang lagi dicoba-coba, tapi udah jadi bagian dari cara orang bekerja, Singapur ini ranking 1 dari 116 negara yg udah manfaatin AI buat bantuin kerjaan secara konkret. Usage indexnya 5.53x.
Meanwhile Indo ranking ke 95/166, dengan usage index 0.30x, didominasi oleh penggunaan buat tugas akademik sama eksplorasi kreatif, Indonesia masih berada di tahap awal adopsi AI.
Aku dicolek2 Mbak2 muda di kereta, yg duduk disampingku, trs nunjukin layar hpnya.
Tulisannya : “kak mau beli puding coklatku? 2pcs 5k”
Aku tolak krn ga punya cash. Aku jg lg puasa.
Trs aku sedih, org nyari duit sampe begini, Pemerintahnya neken abis2an.
Akhirnya aku bales pake text hpku :
“Mbak, maaf aku puasa. Tapi temen2ku mau nih. Bisa QRIS? Aku gak ada cash”
Dia bilang bisa, yaudah aku beli 12pcs buat temen2ku yg stres BBM Naik diem2 😭🙏🏻
cc:threadsavirasavvv
Indonesia punya 56 juta "pengusaha."
Malaysia cuma 3 juta.
Kedengarannya bangga. Padahal itu alarm.
Malaysia 75% pekerjanya formal, bergaji, terserap sistem.
Indonesia? 38%.
Sisanya jadi "pedagang" bukan karena mau, tapi karena nggak ada pilihan lain.
Bukan wirausaha. Survival mode.
Selisih itu bukan bukti kita lebih entrepreneur.
Itu bukti sistem kerja kita gagal nyerap orang.