Guys, Mahfud MD dan Ahok baru ngobrol bareng di satu forum dan menurut gue ini adalah percakapan paling jujur dan paling berani tentang satu masalah yang selalu ada tapi tidak pernah benar-benar diselesaikan di Indonesia.
Korupsi.
Dan kenapa sampai hari ini masih amburadul.
Dan jawabannya menurut keduanya sangat sederhana tapi sangat menyakitkan untuk diakui.
Semuanya tergantung satu orang.
Presiden.
Mau atau tidak.
prabowo mau beresin ini atau tidak
Pertama — Mahfud bilang ini dengan sangat keras:
"Hanya orang bodoh yang mengatakan tidak ada dugaan korupsi di situ.
Kalau dikelola kayak gitu sudah pasti ada korupsinya."
Mahfud tidak bicara soal MBG saja.
Dia bicara soal pola yang sudah dia lihat selama puluhan tahun di dalam sistem di DPR, di eksekutif, di penegakan hukum.
Korupsi di Indonesia bukan anomali.
Bukan kecelakaan.
Ini sudah menjadi sistem yang berjalan dengan sangat teratur dan sangat terstruktur.
Dan ini yang paling mengerikan korupsi di DPR bahkan terjadi sebelum uangnya ada:
Mahfud menjelaskan pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan hampir tidak pernah dibahas secara terbuka.
Ketika menyusun APBN anggota DPR bisa menerima pesanan mata anggaran dari bupati, gubernur, atau pihak manapun yang ingin proyeknya masuk ke RAPBN.
Caranya: seseorang minta tolong anggota DPR untuk memasukkan proyek tertentu senilai misalnya Rp100 miliar. Anggota DPR minta 7% di muka.
Uang belum ada.
Anggaran belum disahkan.
Tapi uang 7 miliar sudah berpindah tangan.
"Anggaran belum ada, korupsinya sudah ada.
Sudah muncul."
Dan begitu anggarannya jadi ada lagi permainan di penunjukan rekanan, di pengadaan barang, di pengawasan. Berlapis-lapis. Dari hulu ke hilir.
Dan ini tentang sistem ij jaringan mafia hukum yang Mahfud ungkap:
Di dunia penegakan hukum Indonesia ada yang disebut sistem ij.
Sebelum sebuah kasus masuk ke pengadilan sudah diatur dulu hasilnya.
Polisinya diatur.
Pasalnya ditentukan.
Naik ke jaksa diatur lagi.
Naik ke hakim diatur lagi.
Semua sudah dinegosiasikan sebelum sidang pertama bahkan dimulai.
"Oleh sebab itu kunci utama memang ada pada Presiden. Kalau presiden mau apapun bisa."
Mahfud bicara bukan sebagai pengamat dari luar.
Dia bicara sebagai orang yang pernah ada di dalam sistem itu. Yang tahu persis bagaimana jaringannya bekerja.
Dan ini tentang akar masalahnya yang Ahok dan Mahfud sama-sama sepakati:
Ahok menyebut satu kata yang menurut dia menjadi akar dari semua masalah republik ini.
Korupsi.
"Kalau kita mau beresin bangsa ini dasarnya itu enggak boleh ada korupsi. Cuma itu. Sebetulnya itu akarnya."
Dan Ahok membandingkan dengan Singapura dan New Zealand bukan karena mereka kaya sumber daya alam. Justru sebaliknya.
New Zealand lebih banyak dombanya daripada manusianya. Tapi investasi mengalir ke sana karena satu hal: pemerintahnya bersih dan hukumnya jalan.
"Uang itu enggak kenal primordialisme.
Kamu hukum jelas, kamu enggak malakin gua, kamu adil saya taruh duit sama kamu."
Dan Mahfud menambahkan dengan data yang sangat spesifik: kekayaan alam hanya menyumbang 23% dari kemajuan sebuah bangsa.
44% ditentukan oleh satu hal saja hukum.
Dan ini tentang kenapa korupsi tidak bisa diberantas — menurut Ahok:
Ahok tidak muter-muter. Dia langsung.
"Saya pikir yang berkuasa ini terlalu sombong dan angkuh.
Mereka berpikir: rakyat mau apa?
Semakin bodoh, semakin miskin semakin gua berkuasa."
Dan dia melihat kebijakan-kebijakan yang ada sebagai bukti dari logika itu.
Kenapa tidak kasih laptop dengan koneksi internet ke setiap anak sekolah?
Kenapa tidak kasih akses pendidikan setara dengan anak-anak di Kanada atau Amerika?
Karena rakyat yang cerdas adalah ancaman bagi mereka yang ingin tetap berkuasa.
Ahok bilang dia tidak bisa nuduh secara langsung.
Tapi keyakinannya sudah jelas.
Dan ini tentang solusi yang Ahok tawarkan yang paling konkret dan paling tidak pernah dilakukan:
Ahok punya dua usulan besar yang menurut dia bisa mengubah Indonesia secara fundamental.
Pertama royalti sumber daya alam yang adil.
Bukan bagi saham.
Bukan bagi untung yang bisa dimanipulasi. Tapi bagi hasil fisik.
Kalau pengusaha angkat 100 ton emas
dari desa saya 10 ton milik desa.
Rakyat desa tahu persis berapa yang diangkat karena mereka yang mengawasi.
Dan desa punya aset nyata yang bisa dikembangkan.
Kedua subsidi langsung berbasis NIK dengan voucher digital. Setiap keluarga yang penghasilannya di bawah UMP dapat voucher listrik, pangan, dan kebutuhan dasar.
Voucher tidak bisa dijual, tidak bisa dipindahtangankan, dan hangus kalau tidak dipakai dalam sebulan.
Tidak ada lagi subsidi yang bocor ke orang yang tidak berhak.
"Semua utang bisa lunas.
Semua rakyat miskin bisa dijamin. Asal mau."
Dan ini tentang mengapa ini tidak pernah dilakukan yang paling menyakitkan:
Mahfud menyebut satu istilah yang menurut gue paling tepat menggambarkan kondisi politik Indonesia:
saling sandera.
Perjalanan karir politik seseorang di Indonesia hampir selalu terhubung dengan jaringan kepentingan yang saling melindungi.
Ketika seseorang naik ke puncak kekuasaan dia sudah terlanjur punya utang politik ke banyak pihak. Dan utang itu dibayar dengan membiarkan korupsi berjalan.
Bukan karena presidennya tidak tahu.
Bukan karena tidak mampu.
Tapi karena tidak bisa.
Atau tidak mau.
"Semboyan-semboyan dan pidato-pidato yang keras itu kadangkala di bawahnya tidak jalan.
Tidak bisa ada penegakan hukum yang sungguh-sungguh karena jaringannya sudah gila."
Dua orang yang paling berani bicara tentang korupsi di Indonesia yang sama-sama pernah ada di dalam sistem, yang sama-sama pernah merasakannya dari dalam menyimpulkan hal yang sama.
Kuncinya ada di presiden.
Bukan di KPK.
Bukan di DPR.
Bukan di masyarakat sipil.
Karena presiden yang mengangkat Jaksa Agung. Presiden yang mengontrol KPK.
Presiden yang menentukan siapa yang naik ke eselon 1. Presiden yang bisa mengeluarkan Perpu.
Presiden yang bisa memutus jaringan korupsi dari atas.
Kalau presiden sungguh-sungguh mau apapun bisa.
Dan kalau tidak jalan itu bukan karena tidak bisa. Tapi karena tidak mau.
Rakyat yang membayar harganya setiap hari.
Good morning. Woke up to $1 now equals 18.100 rupiah. Pertamax has risen from Rp12.300 to Rp16.250, and 5kg rice from Rp75.000 to Rp90.000. If you see nothing wrong with Indonesia's current fucked-up situation, you're either a nepo baby or braindead assholes who voted for 02.
Kalau disuruh nebak foto tim nasional paling keren akhir-akhir ini, gue gak bakal pilih yang paling mewah. Gue pilih Norwegia.🇳🇴
Setelah sebelumnya bikin foto tema Viking, sekarang mereka ngelakuin sesuatu yang jauh lebih ngena.
Setiap pemain foto sambil memakai jersey klub tempat mereka PERTAMA kali memulai karier.
Bukan klub terbesar yang pernah mereka bela.
Bukan klub yang bikin mereka terkenal.
Tapi klub kecil yang pertama kali percaya sama mereka.
Dan jujur, menurut gue ini indah banget.
Karena sebelum ada Haaland di Manchester City, Odegaard di Arsenal, atau pemain-pemain Norwegia yang sekarang main di level tertinggi Eropa, ada lapangan kecil, pelatih lokal, dan klub masa kecil yang jadi awal semuanya.
Kadang kita terlalu fokus sama puncaknya sampai lupa dari mana perjalanan itu dimulai.
Foto ini kayak pengingat kalau mimpi sebesar Piala Dunia pun selalu dimulai dari tempat yang sederhana.
Norwegia mungkin belum punya sejarah sebesar negara-negara lain.
Tapi cara mereka menghargai akar perjalanan para pemainnya?
Kelas banget. 🇳🇴❤️
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.
Mau cerita sedikit kronologi Beckham untuk kejadian kedua kalinya "diacungkan jari tengah" yang katanya suporter Timnas.
Jadi tadi after match, seperti biasa timnas keliling berjalan untuk menyapa para suporter, nah saat timnas sampe di tribun barat,
-cont
Isunya nama² ini yg terlibat Korupsi MBG:
1. Nanik S Deyang
2 Patris Rumbayan ibunya Tedy
3 Ketua dprd jatim dan Jateng
4 Suwardi samiran
5 Dudung lewat kepala bgn
6 Puti Sari Gerindra komisi 9
7 D Mahari komisi 9
8 Yahya zaini
9 Wihardi banggar
10 Cucun Ahmad
11 ketua dan seluruh wakil banggar
12 Bima Arya Wamendagri
13 Wamenaker Feri
14 Ahmad Riza patria
15 ketua komisi 9
16 seluruh wakil ketua KOM 9 kecuali Charles honoris dan seluruh poksi komisi 9
17 Dek gam komisi 9
18 Muslim Ayu komisi 3
19 fitroh Basori wakil kpk
20 Kajari Purwakarta Sulvia Dewi Hapsari SH, MH
21 Kapolres bekasi Kombes Sumarni
22 Irma Chaniago komisi 6
23 uya kuya komisi 3
24 Lula Kamal PIC Menko pangan
25 2 kolonel usulan AHY
26 gabungan asosiasi GAMBI-Kadin makan bergizi Indonesia... Dll.
isu saja bukan tuduhan proses masih diselidiki pihak terkait
sumber : threadsuzan18706
hal yg gue syukurin dan mungkin akan gue terapkan ke anak gue nanti
- sd: swasta
- smp: boarding
- sma: negeri
gue seneng krn langkah ini bikin gue punya banyak cerita dan cukup bs relate sama latar belakang n karakter org yg beda-beda
Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.
@chaoho554 Panduan training IBM tahun 1979 pernah memuat: "komputer tidak bisa dimintai pertanggungjawaban, maka komputer tidak boleh digunakan untuk mengambil keputusan manajerial"
Quotes yg harusnya ditato ke jidat setiap org yg make AI buat decision making krusial macam kasus ini
GILAAA SIH INI‼️
jadi ada mahasiswa di US, nulis tesis 30 HALAMAN selama 6 BULAN. BENERAN ngetik sendiri. BUKAN ChatGPT. BUKAN JOKI.
history Google Docs-nya ada semua. dari draft jelek, typo, revisi, sampe final. timestamp jelas dari januari sampe juni.
pas sidang, kampus bilang:
"AI detector lu 98% NIH. LU PASTI CURANG."
dia bawa laptop. "pak/bu, INI HISTORY SAYA. bisa diliat sendiri."
jawaban pihak kampus?
"NGGAK PERLU DILIAT."
Busett dahh😭
RED FLAG JENIS BARU 🚩🚩
“Pacar gue dulu pernah nonton porn sebelum kenal sama gue, tapi udah berhenti 2-3 tahun sebelum kita pacaran. Haruskah gue putusin?"
Lho... kata kuncinya kan udah berhenti.
Kadang kita suka lupa bedain antara siapa seseorang dulu dan siapa dia sekarang. Kalau setiap masa lalu dijadiin alat buat menebak masa depan, ya nggak ada orang yang bisa lulus dari sidang hubungan.
Mantan perokok pernah merokok.
Mantan pemalas pernah malas.
Orang yang sekarang rajin nge-gym juga dulu mungkin olahraga cuma pas rebutan diskonan.
Yang perlu dilihat bukan "dia pernah ngapain?", tapi "dia sekarang seperti apa?".
Kalau dia masih melakukan, masih bohong, atau masih menyembunyikan sesuatu, itu cerita lain.
Tapi kalau dia udah berhenti bertahun-tahun sebelum kalian bahkan kenal, terus masih dijadiin masalah sampai mau putus... yang perlu dievaluasi mungkin bukan masa lalunya dia, tapi cara kamu memandang orang.
Karena hubungan yang sehat dibangun dari penilaian terhadap karakter saat ini, bukan investigasi forensik terhadap dosa-dosa era lampau.
Jangan sampai kamu kehilangan pasangan yang baik hari ini gara-gara marah sama versi dirinya yang bahkan sudah tidak ada lagi.
Dan jujur aja, kalau masa lalu seseorang selalu kamu proyeksikan jadi masa depannya, itu red flag juga, kak.
Menurut kalian, seberapa jauh sih masa lalu pasangan boleh dijadiin pertimbangan dalam hubungan?
Baru sempet cek, dan jujur keren gila.
Selain lengkap, ini beda juga. Misal, gue lagi interest sama Timnas Jepang. Begitu gue klik langsung muncul profil timnya, pelatihnya siapa, ada di group apa, ranking di dunia berapa, sampe ke strength and weakness nya juga.
Lo scroll kebawah, langsung muncul profil seluruh pemain yang informasinya bisa lo akses dalam satu kali klik, dan isinya bukan data kering gitu. Ada narasi, rekam jejak karir, sampai konteks kenapa dia penting buat timnya di turnamen ini.
Misal gue klik Yuto Nagatomo. Yang muncul bukan cuma “defender, FC Tokyo, umur 39.” Tapi beneran diceritain, bahwa dia itu pemain tertua di skuad Jepang saat ini, punya karir Eropa panjang di Inter Milan, Galatasaray, sama Marseille, dan World Cup 2026 ini bakal jadi Piala Dunia ke-5 nya. Bahkan quote dia juga ada, “My cells are exploding,” katanya waktu ditanya soal kondisi fisiknya di usia segini. Guardian kasih dia label “Golden oldie” dan honestly itu pas banget.
Rating tiap pemain juga dibuat per fase, dari babak grup sampai final. Jadi lo bisa langsung liat seberapa besar ekspektasi mereka terhadap tiap pemain.
Dan yang paling niat menurut gue, profil tiap negara ditulis sama expert lokal masing-masing. Jadi lo dapat perspektif dari orang yang beneran tau timnya, bukan sekadar riset dari luar. Misal, untuk Japan section ditulis oleh Takashi Ogami dari Shukyu Magazine, artinya The Guardian collab sama expert lokal tiap negara biar konteksnya authentic.
Selama 38 hari ke depan, ini bakal jadi tab yang paling sering gue buka sih.
Hats off, @guardian 🫡
Nah mbok ya presiden tuh kl mau bikin legacy yg impactful beneran dan strategis gt loh utk ngubah nasib rakyat.
BPJS, Dana BOS, Bidikmisi & LPDP adalah legacy SBY yg paling bermakna dan berdampak buat byk org, termasuk w. Keren loh. Terlepas dr bbrpa kontroversi blio, tp bbrpa core program nya beneran keren bgtt.
Terbukti dilanjut terus smpe skrg udh ganti sekian periode. Program tahan banting & proven.
Ga kyk IKN & Prakerja di jaman Pakdhe, dan itu tuh...
Temen gw kerja di PLN.
Dia bilang ada satu pertanyaan yang tiap hari bikin dia dimaki, dan dia capek ngejelasinnya.
Pertanyaannya: "kok beli token 100 ribu, dapet listriknya kurang? Sisanya ke mana?"
Dia cerita ke gw sambil geleng-geleng. "Yang motong duit itu bukan PLN. Tapi yang dimaki tetep kita."
Gw ngerutin dahi. Kalo bukan PLN, terus siapa yang ngambil?
Malem itu gw cek struk token gw sendiri. Ada satu baris kecil yang selama ini gak pernah gw baca.