Gap informasi kelompok hetero tentang queer tuh emang sebesar itu kak. Kebanyakan info yg mereka konsumsi itu datang dari sudut pandang yg penuh stigma dan bias, makanya bs muncul opini2 ga masuk akal kayak gini:
โข Makanan bergizi bisa mencegah jd gay
โข Anak cowo ga blh main boneka nanti jd gay
โข Anak cowo hrs main bola biar ga jd gay
๐
Ini sebetulnya satu isu menarik dari kasus ini: Persepsi Konflik Kepentingan.
Konflik Kepentingan itu selalu soal PERSEPSI โ tidak perlu dibuktikan secara khusus. Persepsi bias sudah cukup utk mempertanyakan integritas keputusan.
Pertanyaan yg lebih serius di sini adalah kenapa Nadiem โ yg konflik kepentingannya demikian jelas dan vulgar, dg sekian juta pekerja dan triliunan uang beredar, termasuk BUMN dan sekian banyak pejabat lain โ bisa tetap duduk di kabinet?
Seharusnya, isu Konflik Kepentingannya diselesaikan saat dia diangkat, ada pertimbangan etik, hukum dan (mungkin) pengawasan yg dipasangkan jika perlu. Baru kerja jadi Menteri.
Masalahnya muncul saat pengusaha (sukses) direkrut dalam Pemerintahan dg iming iming perubahan, kemudian usahanya diaduk dan dirampas, lalu sang Pengusaha dianggap punya konflik kepentingan, justru oleh Pemerintah yg mengangkatnya sendiri.
Bahwa rezimnya sudah ganti ga relevan, Nadiem diangkat dg kewenangan Kepresidenan. Masa kemudian dituntut dibawah kewenangan yg sama, untuk Konflik Kepentingan yg diciptakannya sendiri?
Ini kasus Goblog ga keruan dan beneran jadi potret sengkarut busuknya politik dan penegakan hukum.
Lengkap sekali. Saya tambahkan konteks zaman:
1. Di Malaysia, Chromebook gagal,
2. Era menteri sebelumnya, pak Muhadjir, menolak Chromebook. Kenapa menolak? Soalnya ketika diuji coba, gagal. Sesederhana itu.
3. Kajian teknis pertama yang dilakukan tim teknis, hasilnya tidak merekomendasikan Chromebook. Sinyal internet di sekolah masih di bawah 50%, user/ penggunanya di sekolah hampir tidak ada. Pengadaannya membengkal, tidak hanya laptop, tapi semua perangkat daya dukung kabel dll.
Saat ini, kebanyakan orang percaya Chromebook itu baik untuk pendidikan. Agaknya kalian perlu menonton Youtube tahun 2020/2021 saat kebijakan itu dibuat, ada beberapa reviewer laptop yang menghujat Chromebook. Karena sangat tidak efektif jika digunakan untuk belajar.
Disclaimer, saat itu, 2020-2021, isunya Chromebook akan dipakai oleh siswa. Ternyata saat ini, disebut Chromebook berguna bagi guru. Padahal tahun 2021, Chromebook disebut digunakan khusus untuk Asesmen Nasional.
Artinya, tidak jelas target Chromebook: targetnya siswa, kebutuhan guru, atau kebutuhan penyelenggaraan nasional? Saat disebut kurang efektif bagi siswa, disebut berguna bagi guru. Ketika dianggap tidak sesuai kebutuhan guru, maka disebut ini untuk Asesmen Nasional. Apapun alasan, digunakan untuk membuat Chromebook ini bermanfaat.
Saya tidak punya analisis canggih untuk melihat ini. Hanya perlu melihat kronologinya saja. Semua yang saya sampaikan, ada jejak digital dan beritanya.
Anomali juknis DAK dalam kasus Chromebook ini adalah contoh nyata bagaimana korupsi modern bekerja. Ia tidak lagi berbentuk suap dalam koper, melainkan bersembunyi di balik regulasi yang rapi: Corruption by Design. Mari kita bedah mengapa ini berbahaya bagi publik.
Dalam tata kelola publik, pola ini disebut Regulatory Capture (pembajakan regulasi). Alih-alih menyusun aturan berdasarkan kebutuhan riil sekolah di daerah (bottom-up), aturan dikunci dari pusat agar menguntungkan vendor atau produk tertentu (vendor lock-in).
Bahayanya? Desentralisasi lumpuh. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang harusnya memberi otonomi daerah untuk beli alat sesuai kondisi lokal (misal: daerah susah sinyal butuh laptop offline), terpaksa dipakai beli perangkat cloud-based yang akhirnya mangkrak di kardus.
Korupsi jenis ini merampok dua hal sekaligus: uang negara dan masa depan anak bangsa. Spek rendah dengan harga tinggi (overpricing) membuat anggaran habis tak bersisa, sementara guru dan murid di daerah 3T terjebak dengan teknologi yang belum siap mereka gunakan.
Korupsi bukan cuma soal nominal uang yang dicuri, tapi soal kebijakan yang dimanipulasi sejak dalam pikiran. Publik harus makin kritis: jika sebuah juknis atau aturan pengadaan terasa "terlalu spesifik mengunci merk/sistem", di situlah a
Saya sih ga terlalu peduli sama narasinya Rocky Gerung.
Justru saya penasaran, mengapa jejaring Rocky Gerung dan mereka yang sangat kritis terhadap Jokowi (dan PDIP) tiba-tiba condong ke pemerintah?
Apakah saat ini lagi ada upaya konsolidasi total untuk menghadapi pertarungan antarelit yang akan terjadi?
Itu yang teman2 harus pahami
Agar tidak menjadi pelanduk di antara dua gajah. Mati terinjak saat para gajah ini berkelahi.
Nadiem tiba di pengadilan, dukungan datang dari keluarga, sejumlah artis, dan para pengemudi ojol. Tapi ada satu suara yang nyaris tak terdengar: guru, siswa, kepala sekolah, dan mereka yang setiap hari hidup di dunia pendidikan.
Perkara Chromebook telah melewati banyak babak. Sejumlah orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan ada yang mengembalikan uang. DPR, Kejaksaan, dan KPK sepakat kasus chromebook bukan kriminalisasi tapi korupsi dengan segala bukti-buktinya.
Nadiem harus bertanggung jawab kepada dunia pendidikan yang sudah dibuat terpuruk. Hukuman maksimal harus diputuskan, hakim harus melihat fakta persidangan bukan opini liar yang dibangun tim media Nadiem.
aku bendino motoran nganggo masker dudu karena alasan kesehatan tapi ben ora ngidoni wong-wong sing wis ra nganggo helm, numpak koyo celeng, knalpote mber sisan.
padahal ketemu polisi yo mlayu, kemakimu ora sumbut.
Inget moment beberapa tahun yang lalu, saat final lawan Thailand, dipoint kritis Boy yg saat itu masih usia 19 th servis eror sehingga dihujat netizen,hari ini doi jadi tumpuan serangan Timnas. ๐๐ป
@Info_SerieA kwkwkwk Easy kalau cuma Parades, doi kelihatan dominan karena main di seria A (kumpulan pemain tua bangka).๐คฃ, Licha udah sering menghajar para striker EPL.๐๐ป
๐๐ฟ๐ฒ๐ฑ๐ฒ๐น. ๐ฆ๐ถ๐๐ฎ. ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป. ๐๐๐ฎ๐ป๐ด.
Sejarah Indonesia penuh dengan cara negara mematikan penerbitan. Tapi setiap kali satu pintu ditutup paksa, selalu ada yang menerbitkan dari celah โ lebih kecil & lebih cair.
Zen RS dalam pidatonya di Bandung Zinefest 2026 menelusuri tradisi panjang itu. Dan menjelaskan kenapa ia relevan kembali hari ini.
๐ฆ๐๐๐จ๐๐ ๐จ๐ง๐๐ฆ.